Pesan Merpati Pos Tentara Jerman Era Perang Dunia I Ditemukan Setelah 110 Tahun

Kompas.com - 12/11/2020, 14:16 WIB
Seorang pria menunjukkan pesan yang dia temukan dari kapsul pesan merpati pos di Perancis Timur. Pesan yang diduga berasal dari tahun 1910 itu ditemukan pada September 2020 di Alsace, Perancis. AFP/SEBASTIEN BOZONSeorang pria menunjukkan pesan yang dia temukan dari kapsul pesan merpati pos di Perancis Timur. Pesan yang diduga berasal dari tahun 1910 itu ditemukan pada September 2020 di Alsace, Perancis.

ALSACE, KOMPAS.com - Sepasang suami-istri di Perancis timur menemukan benda tak terduga ketika tengah berjalan-jalan. Mereka menemukan pesan dari merpati pos yang hilang lebih dari 110 tahun lalu.

Pesan itu dikirim oleh seorang tentara Jerman lebih dari seabad lalu, menggunakan seekor merpati pos yang bernasib buruk.

Pesan dari seorang prajurit infanteri itu menuliskan dia berbasis di Ingersheim, ditulis dalam bahasa Jerman dengan tulisan tangan yang nyaris tidak dapat dibaca.

Baca juga: Penyakit Lawas Zaman Perang Dunia I Muncul Lagi di Amerika Serikat

Melansir AFP, pesan itu dialamatkan kepada perwira atasan, menurut Dominique Jardy, kurator Museum Linge di Orbey, Perancis timur.

Pesan itu diperkirakan terjadi pada tahun 1910 atau mungkin bisa jadi 1916. Saat itu, Ingersheim, kini menjadi departemen Grand Est Perancis merupakan bagian dari Jerman.

Sepasang suami-istri bernama Juliette dan Jardy Halaoui itu menemukan pesan dari tentara Prusia dalam kapsul kecil pada September kemarin di sebuah ladang di Ingersheim, Alsace, Perancis.

Baca juga: Bunker Sonnenberg. Persiapan Swiss dari Perang Dunia 3

"Ketika benda ini dijelaskan kepada saya, saya sangat bersemangat seperti orang gila. Ini pertama kalinya saya melihat sesuatu seperti ini dalam 40 tahun [bekerja]," kata Jardy kepada situs berita DNA Perancis.

Pesan itu telah dibawa ke Museum Linge, di Orbey, museum yang didedikasikan untuk salah satu pertempuran paling berdarah Perang Dunia I, dari tahun 1914 sampai 1918.

Jardy meminta bantuan seorang teman dari Jerman untuk menjelaskan isi pesan itu. Pesan itu sendiri ditulis di atas sepotong kertas kalkir dan dimasukkan ke dalam kapsul yang diikat pada kaki burung merpati. 

Pesan itu diperkirakan berisi tentang latihan militer tentara Jerman saat Perang Dunia I.

Baca juga: Sejarah Perang Dunia I (1914-1918)

Melansir Daily Mail, penemuan yang mereka sebut 'super langka' itu akan menjadi bagian dari pajangan museum tersebut.

Merpati pos punya peran penting dalam komunikasi selama Perang Dunia I dan digunakan oleh semua pihak untuk menyampaikan pesan penting.

Biasanya, uang kertas ini akan dimasukkan ke dalam kapsul logam dan dipasang di kaki merpati sebelum burung itu dilepaskan.

Menurut akun seorang tentara yang diterbitkan oleh Imperial War Museum di London, burung-burung tersebut dapat membawa pesan dengan kecepatan 40 mil per jam.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Perang Dunia I Berakhir Jam 11, Tanggal 11, Bulan 11


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor

Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor

Global
Tangkapan Terbesar, 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Langka Disita

Tangkapan Terbesar, 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Langka Disita

Global
Rakyat Inggris Berbondong-bondong Beri Pangeran Philip Penghormatan

Rakyat Inggris Berbondong-bondong Beri Pangeran Philip Penghormatan

Global
Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Global
Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Global
8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

Internasional
Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Global
Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Global
Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Global
“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

Global
[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

Global
Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Global
Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Global
Ratu Elizabeth II Duduk Sendiri Selama Upacara Pemakaman Pangeran Philip, Kenapa?

Ratu Elizabeth II Duduk Sendiri Selama Upacara Pemakaman Pangeran Philip, Kenapa?

Global
Narsisis, Apa Buruknya?

Narsisis, Apa Buruknya?

Internasional
komentar
Close Ads X