Janji Biden jika Menang Pilpres AS: Sahkan UU Kesetaraan untuk LGBTQ dalam 100 Hari Pertama

Kompas.com - 29/10/2020, 12:52 WIB
Calon Presiden Partai Demokrat yang juga mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden  AFP/ROBERTO SCHMIDTCalon Presiden Partai Demokrat yang juga mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden

WASHINGTON, KOMAPS.com - Calon presiden (capres) dari Partai Demokrat, Joe Biden, berjanji untuk mengesahkan undang-undang untuk hak LGBTQ dalam UU Kesetaraan, yang menjadikannya prioritas utama, jika terpilih jadi presiden AS.

Melansir Reuters pada Kamis (29/10/2020), Biden berharap dapat menandatangani UU hak sipil tersebut dalam 100 hari kepemimpinannya, jika ia menang dalam pilpres AS Selasa (3/11/2020).

Biden adalah salah satu pemimpin yang memberikan suara untuk hak lesbian, gay, biseksual, transgender dan queer, sejak menjabat sebagai wakil presiden pada masa Barack Obama dari 2009 hingga 2017.

Baca juga: Trump Ejek Joe Biden karena Memanggilnya George

Dalam wawancara dengan Philadelphia Gay News, ia juga berjanji untuk memperluas hak-hak queer internasional dengan membuat kesetaraan sebagai inti diplomasi pemerintahan AS, jika ia menang dalam pilpres AS 2020 dan menjabat pada Januari 2021.

Biden telah memperjuangkan UU Kesetaraan sebelumnya, tapi prioritasnya untuk masalah ini menjadi signifikan, karena mengingat ada urgensi pandemi virus corona serta sejumlah perintah eksekutif dan tindakan regulasi lainnya yang membutuhkan perhatian pada awal pemerintahan presiden AS periode baru.

Dia menguraikan agendanya untuk hak LGBTQ dalam sebuah wawancara melalui email dengan penerbit Philadelphia Gay News, Mark Segal, seorang pembela hak-hak gay yang dikenal secara nasional sejak 1970-an.

Baca juga: Seminggu Jelang Pilpres AS, Joe Biden Favorit Kuat Kalahkan Trump

"Saya akan mengesahkan UU Kesetaraan sebagai prioritas legislatif teratas dalam 100 hari pertama saya," ujar Biden yang menantang Donald Trump, capres petahana dari Partai Republik, yang menentang langkah tersebut.

Pemerintahan Trump menentang UU Kesetaraan, dengan mengatakan itu akan "melemahkan hak orang tua dan hati nurani," dan juga telah membatasi hak-hak queer atas nama kebebasan beragama.

Tim kampanye Trump tidak segera menanggapi tantangan Biden dan belum berkomentar kepada media tentang pernyataan Biden tersebut.

Baca juga: Tampak Kurang Ramah, Putin Tangkis Serangan Trump terhadap Biden

Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin Demokrat mengesahkan UU Kesetaraan pada 2019, tetapi UU itu terhenti di Senat yang dikendalikan Republik.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X