Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biden Ancam Hentikan Senjata, Israel: Sangat Mengecewakan

Kompas.com - 09/05/2024, 18:29 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

TEL AVIV, KOMPAS.com - Presiden AS Joe Biden mengancam bakal menghentikan pasokan senjata ke Israel, jika Israel menyerang Kota Rafah.

Penyataan Joe Biden dikritik dua pejabat tinggi Israel pada Kamis (9/5/2024). Mereka mengatakan bahwa pernyataan itu sangat mengecewakan bagi Israel.

"Ini adalah pernyataan yang sulit dan sangat mengecewakan untuk didengar dari seorang presiden yang telah kami syukuri sejak awal perang," kata Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan, di radio publik sebagai reaksi pertama Israel terhadap peringatan Biden.

Baca juga: Apa Saja yang Perlu Diketahui dari Serangan Israel di Rafah?

Israel menentang keberatan internasional dengan mengirimkan tank dan melakukan serangan yang ditargetkan di wilayah timur Rafah.

Dikatakan bahwa Rafah adalah rumah bagi batalion terakhir Hamas yang tersisa, namun kota di perbatasan dengan Mesir juga dipenuhi oleh warga sipil Palestina yang mengungsi.

"Jika mereka masuk ke Rafah, saya tidak akan memasok senjata yang telah digunakan untuk menghadapi kota-kota tersebut," kata Biden kepada salah satu media, dalam peringatannya yang paling keras kepada Israel sejak dimulainya perang.

"Warga sipil terbunuh di Gaza akibat bom tersebut. Itu salah," kata Biden.

Erdan mengatakan komentar Biden akan ditafsirkan oleh musuh Israel, Iran, Hamas, dan Hezbollah sebagai sesuatu yang memberi mereka harapan untuk berhasil.

Baca juga: 5 Orang Tewas di Rafah dalam Serangan Udara Israel Semalam

"Jika Israel dilarang memasuki wilayah penting dan sentral seperti Rafah di mana terdapat ribuan teroris, sandera, dan pemimpin Hamas, bagaimana tepatnya kita bisa mencapai tujuan kita?" ungkap pejabat tinggi Israel.

"Ini bukan senjata defensif. Ini tentang serangan bom tertentu. Pada akhirnya Negara Israel harus melakukan apa yang menurutnya perlu dilakukan demi keamanan warganya," imbuh dia.

Sementara Menteri Keuangan Israel yang berhaluan sayap kanan, Bezalel Smotrich, mengatakan pemerintahnya akan tetap mencapai tujuannya di Gaza meskipun ada ancaman dari AS.

"Kami akan mencapai kemenangan penuh dalam perang ini meskipun ada penolakan dan embargo senjata dari Presiden Biden," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Kita harus melanjutkan perang sampai Hamas benar-benar tersingkir dan sandera kita kembali ke rumah. Ini berarti penaklukan Rafah sepenuhnya dan semakin cepat semakin baik," tuturnya.

Wartawan AFP melaporkan penembakan besar-besaran di Rafah pada Kamis pagi, dan militer Israel kemudian mengatakan pihaknya juga menyerang posisi Hamas di utara dan di tengah Jalur Gaza.

Baca juga: Israel Bersumpah Lanjutkan Serangan di Rafah, sebab Gencatan Senjata Tak Pasti

Sedangkan pada hari Selasa, pasukan Israel merebut perbatasan Rafah ke Mesir, yang menjadi pintu masuk utama bantuan ke Gaza yang terkepung.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

WHO: Pasien Flu Burung di Meksiko Meninggal karena Kondisi Lain

WHO: Pasien Flu Burung di Meksiko Meninggal karena Kondisi Lain

Global
Tak Terima Diremehkan, Wanita Ini Resign Lalu Kuliah Lagi, Kini Kembali Bekerja dengan Gaji 2 Kali Lipat

Tak Terima Diremehkan, Wanita Ini Resign Lalu Kuliah Lagi, Kini Kembali Bekerja dengan Gaji 2 Kali Lipat

Global
Rangkuman Hari Ke-842 Serangan Rusia ke Ukraina: Kiriman Paket Bantuan Militer Jerman | Ultimatum Putin Dibalas Zelensky

Rangkuman Hari Ke-842 Serangan Rusia ke Ukraina: Kiriman Paket Bantuan Militer Jerman | Ultimatum Putin Dibalas Zelensky

Global
1,5 Juta Lebih Jemaah Shalat di Arafah pada Puncak Haji Hari Ini

1,5 Juta Lebih Jemaah Shalat di Arafah pada Puncak Haji Hari Ini

Global
Militer AS Hancurkan Radar dan Drone Kapal Houthi

Militer AS Hancurkan Radar dan Drone Kapal Houthi

Global
Rusia Kirim Kapal Perang Ke Kuba, untuk Apa?

Rusia Kirim Kapal Perang Ke Kuba, untuk Apa?

Internasional
 Cyril Ramaphosa Terpilih Kembali Sebagai Presiden Afrika Selatan

Cyril Ramaphosa Terpilih Kembali Sebagai Presiden Afrika Selatan

Global
 Kondisi Kate Middleton yang Tak Henti Berjuang Sembuh dari Kanker

Kondisi Kate Middleton yang Tak Henti Berjuang Sembuh dari Kanker

Global
Kelompok Israel Bakar Truk Bantuan Gaza, AS Berani Beri Sanksi

Kelompok Israel Bakar Truk Bantuan Gaza, AS Berani Beri Sanksi

Global
Bertemu di Resor Mewah Italia, Negara-negara G7 Serukan Keprihatinan untuk Gaza

Bertemu di Resor Mewah Italia, Negara-negara G7 Serukan Keprihatinan untuk Gaza

Global
[POPULER GLOBAL] Bryan Sukidi Siswa Indonesia Peraih Penghargaan AS | Tank Israel Terus Tembus Rafah

[POPULER GLOBAL] Bryan Sukidi Siswa Indonesia Peraih Penghargaan AS | Tank Israel Terus Tembus Rafah

Global
Bagaimana Cara Barat Pakai Aset Rusia yang Dibekukan untuk Dukung Ukraina?

Bagaimana Cara Barat Pakai Aset Rusia yang Dibekukan untuk Dukung Ukraina?

Internasional
Perang di Sudan, 226 Tewas dan Lukai 1.418 Orang

Perang di Sudan, 226 Tewas dan Lukai 1.418 Orang

Global
Kelompok Israel Serang Bantuan Gaza, AS Bakal Jatuhkan Sanksi

Kelompok Israel Serang Bantuan Gaza, AS Bakal Jatuhkan Sanksi

Global
200 Anak Palestina Berisiko Meninggal karena Kekurangan Gizi

200 Anak Palestina Berisiko Meninggal karena Kekurangan Gizi

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com