Mengapa Keunggulan Joe Biden 2020 Berbeda dengan Hillary Clinton 2016?

Kompas.com - 26/10/2020, 15:58 WIB
Calon Presiden Partai Demokrat yang juga mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden AFP/ANGELA WEISSCalon Presiden Partai Demokrat yang juga mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden

PHILADELPHIA, KOMPAS.com – Seminggu jelang hari pemungutan suara pemihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020 pada 3 November, deja vu menyelimuti warga dunia terutama rakyat "Negeri Paman Sam" dan pendukung Partai Demokrat.

Calon presiden (capres) Partai Demokrat Joe Biden saat ini menurut jajak pendapat memimpin atas lawannya capres Partai Republik Donald Trump. Empat tahun yang lalu capres Demokrat Hillary Clinton juga unggul di survei atas Trump.

Tentunya kita semua tahu siapa yang memenangkan pilpres 2016. Tidak sedikit yang percaya underdog Trump dapat mengulangi kemenangan mengejutkannya itu.

Baca juga: Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game Among Us

Selain itu muncul juga keraguan akan akurasi survei. Apakah memang angka-angka survei yang menunjukan keunggulan Biden dapat dipercaya.

Analisa Kompas.com menunjukan walau sama-sama memimpin atas Trump, keunggulan Biden dan Clinton sangat berbeda jika dikaji lebih dalam.

Biden konsisten di atas 50 persen

Perbedaan paling krusial antara keunggulan Biden dan Clinton adalah angka yang mereka raih di survei nasional dan survei swing states.

Biden konsisten perkasa memimpin dengan raihan 50 persen atau lebih. Rataan agregasi survei nasional oleh FiveThirtyEight menunjukan mantan Wakil Presiden Barack Obama itu selalu berada di zona 50 persen, sejak menjadi calon unggulan Demokrat pada Maret 2020.

Politisi kawakan berusia 77 tahun itu juga tak tergoyahkan mendekati atau berada di zona 50 persen di swing states krusial, terutama di negara bagian Rust Belt yaitu Pennsylvania, Wisconsin, dan Michigan.

Baca juga: China Berharap Adanya Perubahan jika Biden Menang Pilpres AS

Hal ini sangat berbeda dengan Clinton. Mantan Menteri Luar Negeri AS itu tidak pernah menyentuh angka 50 persen.

Angka tertinggi Clinton pada survei nasional menurut akumulasi data FiveThirtyEight adalah sekitar 46 persen. Hasil suara nasional atau popular vote istri mantan presiden Bill Clinton itu tidak berbeda jauh yaitu 48,2 persen.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Global
Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
komentar
Close Ads X