Perancis Tegaskan Tidak akan Terpengaruh Intimidasi Turki di Tengah Kasus Kartun Nabi Muhammad

Kompas.com - 29/10/2020, 08:57 WIB
Dalam foto yang diambil pada 5 Januari 2018, Presiden Perancis Emmanuel Macron (kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjalan selama konferensi pers di Champs Elysee di Paris. AFP/POOL/LUDOVIC MARINDalam foto yang diambil pada 5 Januari 2018, Presiden Perancis Emmanuel Macron (kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjalan selama konferensi pers di Champs Elysee di Paris.

PARIS, KOMPAS.com - Juru bicara pemerintah Perancis Gabriel Attal mengatakan pada Rabu (28/10/2020), bahwa Perancis akan melanjutkan perjuangannya melawan ekstremisme Islam, meskipun ada kecaman dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Attal juga mengatakan bahwa Perancis juga tidak akan menyerah pada "upaya destabilisasi dan intimidasi yang dilakukan terhadap negaranya.

Perancis "tidak akan pernah melepaskan prinsip-prinsip dan nilai-nilainya," kata Attal setelah pertemuan kabinet, seperti yang dilansir daari AFP pada Rabu (28/10/2020).

Baca juga: Perancis dan Jerman Umumkan Lockdown Kedua Setelah Kasus Covid-19 Meningkat

Perancis mendapatkan dukungan dari Eropa yang menekankan "persatuan Eropa yang kuat" di balik sikapnya terhadap kekerasan Islam, setelah pemenggalan seorang guru Perancis pada 16 Oktober.

Guru sejarah, Samuel Paty, tewas saat berjalan pulang dari sekolahnya di pinggiran kota Paris.
Ia dibunuh oleh seorang anak berusia 18 tahun setelah kampanye media sosial mengkritiknya karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada siswa selama pelajaran tentang kebebasan berbicara.

Baca juga: Kontroversi Kartun Nabi Muhammad di Perancis, Tagar #IStandWithFrance Viral di India

Pembunuhannya memicu luapan amarah di Perancis, yang telah menghadapi gelombang serangan jihadis sejak pembantaian 12 orang pada Januari 2015 di kantor mingguan surat kabar satir,  Charlie Hebdo.

Surat kabar tersebut, yang telah menarik kemarahan umat Islam di seluruh dunia setelah menerbitkan kartun yang mengejek Nabi Muhammad, menerbitkan ulang gambar tersebut pada September, untuk menandai pembukaan persidangan bagi tersangka kaki tangan dalam serangan Charlie Hebdo.

Baca juga: Kontroversi Kartun Nabi Muhammad, Iran Tampilkan Presiden Perancis seperti Iblis

Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan pembelaan kuat terhadap tradisi sekuler Perancis setelah pembunuhan Paty, dan berjanji untuk menindak radikalisme Islam, khususnya dengan menutup masjid yang dicurigai mengobarkan ide-ide ekstremis.

Langkah itu mendorong Erdogan untuk menuduh Macron secara tidak adil menargetkan komunitas Muslim Perancis, dan memicu pertengkaran diplomatik terbaru antara dua sekutu NATO dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Pemimpin Muslim di Perancis Minta Umat Islam Abaikan Kartun Nabi Muhammad

Charlie Hebdo semakin menyulut kritik Turki, pada Rabu memuat kartun Erdogan di halaman depan yang menggambarkan dia minum bir di celana dalamnya, sambil mengangkat rok seorang wanita yang mengenakan jilbab untuk memperlihatkan pantat telanjangnya.

"Ooh, nabi!" kata karakter itu dalam balon ucapan, sedangkan judulnya menyatakan "Erdogan: secara pribadi, dia sangat lucu."

Baca juga: Protes Bermunculan, Perancis Desak Warganya di Negara Muslim untuk Berhati-hati


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Temukan 1.000 Artefak di Makam Kuno, Ungkap Informasi Jalur Sutra

China Temukan 1.000 Artefak di Makam Kuno, Ungkap Informasi Jalur Sutra

Global
Perempuan Berdaya: Abigail Adams hingga Ani Yudhoyono, Para Wanita Hebat Pendamping Pemimpin Dunia (2)

Perempuan Berdaya: Abigail Adams hingga Ani Yudhoyono, Para Wanita Hebat Pendamping Pemimpin Dunia (2)

Global
Di Thailand, Batas Kecepatan Mobil Diatur Jadi 120 Kilometer Per Jam

Di Thailand, Batas Kecepatan Mobil Diatur Jadi 120 Kilometer Per Jam

Global
Insiden Pengemudi Mobil Tabraki Para Pejalan Kaki di Jerman, Pelaku Rupanya Mabuk

Insiden Pengemudi Mobil Tabraki Para Pejalan Kaki di Jerman, Pelaku Rupanya Mabuk

Global
Pengemudi Mobil Mengamuk dan Tabrak Pejalan Kaki di Jerman, 5 Tewas Termasuk Bayi Usia 9 Pekan

Pengemudi Mobil Mengamuk dan Tabrak Pejalan Kaki di Jerman, 5 Tewas Termasuk Bayi Usia 9 Pekan

Global
Ketahuan Bersama 24 Pria Telanjang di Pesta Seks, Politisi Anti-gay Ini Mundur

Ketahuan Bersama 24 Pria Telanjang di Pesta Seks, Politisi Anti-gay Ini Mundur

Global
Terjangkit Covid-19, Ibu di Rusia Melahirkan Sebelum Meninggal

Terjangkit Covid-19, Ibu di Rusia Melahirkan Sebelum Meninggal

Global
Pengacara Trump Sebut Mantan Kepala Keamanan Pemilu AS Harusnya 'Diseret dan Ditembak'

Pengacara Trump Sebut Mantan Kepala Keamanan Pemilu AS Harusnya "Diseret dan Ditembak"

Global
[VIDEO] Wahana Antariksa China Berhasil Mendarat di Bulan, Mulai Kumpulkan Sampel 2 Hari ke Depan

[VIDEO] Wahana Antariksa China Berhasil Mendarat di Bulan, Mulai Kumpulkan Sampel 2 Hari ke Depan

Global
Bocor di Internet, Tentara Australia Minum Bir dari Kaki Palsu Milisi Taliban yang Sudah Mati

Bocor di Internet, Tentara Australia Minum Bir dari Kaki Palsu Milisi Taliban yang Sudah Mati

Global
Sempat Muncul di Romania, 'Monolit' Logam Raib Secara Misterius

Sempat Muncul di Romania, "Monolit" Logam Raib Secara Misterius

Global
Pengawal Putin Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Kremlin

Pengawal Putin Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Kremlin

Global
3 Distrik di Nagorno-Karabakh Resmi Diambil Alih, Presiden Azerbaijan: Kemenangan yang Bersejarah

3 Distrik di Nagorno-Karabakh Resmi Diambil Alih, Presiden Azerbaijan: Kemenangan yang Bersejarah

Global
Usai Ilmuwan Nuklir Top Terbunuh, Kini Komandan Senior Garda Revolusi Iran Tewas Diserang Pesawat Nirawak

Usai Ilmuwan Nuklir Top Terbunuh, Kini Komandan Senior Garda Revolusi Iran Tewas Diserang Pesawat Nirawak

Global
Polisi Rusia Tangkap Tersangka Pembunuh Berantai 26 Wanita Lansia

Polisi Rusia Tangkap Tersangka Pembunuh Berantai 26 Wanita Lansia

Global
komentar
Close Ads X