Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Buru Hamas dalam Serangan Besar-besaran di Rafah

Kompas.com - 08/05/2024, 16:00 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Guardian

YERUSALEM, KOMPAS.com - Israel telah melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap pasukan Hamas di Rafah, kota paling selatan Gaza.

Mereka mencoba merebut kendali atas penyeberangan perbatasan utama dan memotong sebagian besar bantuan ke wilayah tersebut.

Ini terjadi sehari sebelum perundingan tidak langsung mengenai kesepakatan gencatan senjata akan dimulai kembali.

Baca juga: Apa Saja yang Perlu Diketahui dari Serangan Israel di Rafah?

Gambar-gambar yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menunjukkan tank-tank yang mengibarkan bendera Israel berukuran besar melaju melewati pos tersebut dan menghancurkan sebuah papan bertuliskan “I Love Gaza”.

Dilansir dari Guardian, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mengatakan serangan itu akan terus berlanjut hingga pasukan Hamas di Rafah dan seluruh Jalur Gaza dihancurkan atau Hamas mulai membebaskan para sandera.

Seorang juru bicara pemerintah menggambarkan tahap pertama dari upaya yang lebih luas yang menargetkan Hamas.

“Ini adalah awal dari misi kami untuk menghabisi empat brigade Hamas terakhir di Rafah. Anda tidak perlu ragu lagi,” kata juru bicara itu.

Operasi Israel diluncurkan beberapa jam setelah pengumuman dari para pemimpin Hamas pada Senin malam bahwa mereka akan menerima proposal gencatan senjata yang diajukan oleh mediator Qatar dan Mesir.

Gencatan senjata akan menjadi jeda pertama dalam pertempuran sejak gencatan senjata selama seminggu di bulan November.

Saat itu, Hamas membebaskan sekitar setengah dari 250 sandera Israel dan warga negara lainnya yang disandera dalam serangan mendadak ke Israel pada bulan Oktober.

Baca juga: AS Disebut Hentikan Pengiriman 3.500 Bom ke Israel karena Kekhawatiran akan Serangan ke Rafah

Dalam pertukaran tersebut, Israel membebaskan 240 warga Palestina dari penjara-penjaranya.

Sejak saat itu, perundingan yang terputus-putus telah gagal karena penolakan Hamas untuk membebaskan lebih banyak sandera tanpa janji untuk mengakhiri konflik secara permanen.

Baca juga: Indonesia Kecam Serangan Israel ke Rafah, Minta PBB Bertindak

Israel mendesak bahwa mereka hanya akan mendiskusikan jeda sementara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com