Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Serang Rafah: Hamas Lawan Balik, AS Hentikan Pengiriman Senjata

Kompas.com - 08/05/2024, 22:05 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Reuters

YERUSALEM, KOMPAS.com - Hamas mengeklaim sedang memerangi pasukan Israel di pinggiran kota Rafah di selatan Jalur Gaza yang padat pada Rabu (8/5/2024).

Sementara itu seorang pejabat AS mengatakan AS telah menghentikan pengiriman bom berkekuatan besar karena Israel bisa menggunakan serangan skala penuh.

AS, yang berupaya mencegah invasi Israel ke Rafah, mengatakan pihaknya yakin proposal gencatan senjata Hamas yang direvisi dapat mengarah pada terobosan dalam kebuntuan perundingan.

Baca juga: Israel Buka Lagi Penyeberangan Kerem Shalom untuk Bantuan ke Gaza

Dilansir dari Reuters, Israel telah mengancam akan melakukan serangan besar-besaran di Rafah untuk mengalahkan ribuan anggota Hamas yang diklaim bersembunyi di sana.

Namun, negara-negara Barat dan PBB telah memperingatkan bahwa serangan besar-besaran terhadap kota tersebut akan menjadi bencana kemanusiaan.

Hamas mengatakan para anggotanya sedang memerangi pasukan Israel di timur Rafah, tempat ratusan ribu warga Palestina mencari perlindungan dari pertempuran di utara wilayah kantong tersebut.

Jihad Islam mengatakan para anggotanya menyerang tentara Israel dan kendaraan militer dengan artileri berat di dekat bandara timur Rafah.

“Jalan-jalan di kota ini bergema dengan tangisan nyawa tak berdosa, keluarga-keluarga yang tercerai-berai, dan rumah-rumah yang hancur menjadi puing-puing. Kita berada di ambang bencana kemanusiaan dengan proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Wali Kota Rafah, Ahmed Al-Sofi, meminta komunitas internasional untuk melakukan intervensi.

Sekitar 10.000 warga Palestina telah meninggalkan Rafah sejak awal pekan ini, kata Juliette Touma, juru bicara UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina.

Kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas menyebutkan jumlahnya mencapai puluhan ribu.

Baca juga: Israel Buru Hamas dalam Serangan Besar-besaran di Rafah

Seorang pejabat senior AS mengatakan pemerintahan Presiden Joe Biden menghentikan pengiriman senjata ke Israel pekan lalu sebagai respons nyata terhadap serangan Rafah yang diperkirakan akan terjadi.

Pejabat tersebut, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa Washington telah dengan hati-hati meninjau pengiriman senjata yang mungkin digunakan di Rafah.

AS lalu menghentikan pengiriman yang terdiri dari 1.800 bom seberat 2.000 pon dan 1.700 bom seberat 500 pon.

Baca juga: Meski Perundingan Berlangsung, Israel Tetap Serang Jalur Gaza

Ini akan menjadi penundaan pertama sejak pemerintahan Biden menawarkan dukungan kuat kepada Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-850 Serangan Rusia ke Ukraina: Gempuran di Infrastuktur Energi | 2 Tewas di Kharkiv

Rangkuman Hari Ke-850 Serangan Rusia ke Ukraina: Gempuran di Infrastuktur Energi | 2 Tewas di Kharkiv

Global
Serangan Rusia di Kharkiv Ukraina Tewaskan 2 Orang, 15 Korban Luka-luka

Serangan Rusia di Kharkiv Ukraina Tewaskan 2 Orang, 15 Korban Luka-luka

Global
[UNIK GLOBAL] Sepeda Tertinggi di Dunia | Monolit di Gurun Las Vegas

[UNIK GLOBAL] Sepeda Tertinggi di Dunia | Monolit di Gurun Las Vegas

Global
6 Faktor Penyebab 1.000 Lebih Jemaah Haji Meninggal di Mekkah

6 Faktor Penyebab 1.000 Lebih Jemaah Haji Meninggal di Mekkah

Global
Eksploitasi PRT, Keluarga Terkaya di Inggris Hinduja Divonis Hukuman Penjara 

Eksploitasi PRT, Keluarga Terkaya di Inggris Hinduja Divonis Hukuman Penjara 

Global
'Pernikahan Hantu' di Malaysia...

"Pernikahan Hantu" di Malaysia...

Global
Cara Qatar Dorong Israel-Hamas Capai Gencatan Senjata di Gaza

Cara Qatar Dorong Israel-Hamas Capai Gencatan Senjata di Gaza

Global
Pesawat Japan Airlines Mendarat Darurat Usai Alami Masalah Mesin

Pesawat Japan Airlines Mendarat Darurat Usai Alami Masalah Mesin

Global
Tenggak Miras Ilegal, 54 Orang di India Tewas, 100 Lebih Masih di RS

Tenggak Miras Ilegal, 54 Orang di India Tewas, 100 Lebih Masih di RS

Global
Rusia Luncurkan Serangan Besar-besaran ke Infrastruktur Energi Ukraina

Rusia Luncurkan Serangan Besar-besaran ke Infrastruktur Energi Ukraina

Global
Penerbangan Komersial Terpendek di Dunia, Mengudara Kurang dari 2 Menit

Penerbangan Komersial Terpendek di Dunia, Mengudara Kurang dari 2 Menit

Global
Rangkuman Hari Ke-849 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Kaspersky | Remaja Rusia Dituduh Terlibat Terorisme

Rangkuman Hari Ke-849 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Kaspersky | Remaja Rusia Dituduh Terlibat Terorisme

Global
Ada Potensi Perang Israel Meluas ke Lebanon, Ini Rencana PBB

Ada Potensi Perang Israel Meluas ke Lebanon, Ini Rencana PBB

Global
Sekjen PBB Peringatkan Lebanon Tak Boleh Jadi seperti Gaza

Sekjen PBB Peringatkan Lebanon Tak Boleh Jadi seperti Gaza

Global
Israel Serang Zona Aman Al Mawasi: 25 Tewas, 50 Luka-luka, RS sampai Kewalahan

Israel Serang Zona Aman Al Mawasi: 25 Tewas, 50 Luka-luka, RS sampai Kewalahan

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com