Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Museum Australia, Ada Toilet Khusus Perempuan

Kompas.com - 08/05/2024, 16:27 WIB
Albertus Adit

Penulis

CANBERRA, KOMPAS.com - Sebuah pameran karya seniman Amerika Kirsha Kaechele, bertajuk “Ladies Lounge” di Museum Seni Lama dan Baru (Mona) di Tasmania, Australia sebelumnya terbuka hanya untuk perempuan.

Namun, museum itu ditutup setelah seorang pria warga New South Wales Jason Lau, menggugat museum karena menolaknya masuk pada April 2023.

Pengadilan sipil dan administrasi Tasmania menyatakan museum tersebut melanggar undang-undang anti-diskriminatif negara bagian dan memerintahkan Mona untuk mengizinkan “orang yang tidak mengidentifikasi dirinya sebagai perempuan” untuk memasuki pameran.

Baca juga: Remaja 16 Tahun di Australia Ditembak di Tempat setelah Lakukan Serangan Pisau

Dikutip dari The Independent pada Rabu (8/5/2024), Mona kemudian mengajukan banding untuk membatalkan keputusan tersebut, dengan alasan bahwa keputusan tersebut mengambil “pandangan yang terlalu sempit mengenai sejarah dan kerugian sosial yang dialami perempuan” dan bahwa Ladies Lounge dapat “mendorong kesetaraan kesempatan”.

Kaechele mengatakan dia akan menantang keputusan pengadilan pada 19 Maret dengan memastikan bahwa ruangan tersebut “sesuai” dengan peraturan.

Serta mengubah ruangan tersebut menjadi toilet wanita dan gereja yang memungkinkannya berfungsi sebagai ruangan khusus perempuan dengan pengecualian hukum.

"Saya pikir argumen ini layak untuk digunakan, tidak hanya untuk Ladies Lounge, tapi juga untuk kebaikan seni, dan hukum," kata Ms Kaechele.

"Kita perlu menantang undang-undang tersebut untuk mempertimbangkan pengertian yang lebih luas mengenai definisinya yang berlaku pada seni dan dampaknya terhadap dunia, serta hak atas seni konseptual yang membuat sebagian orang (laki-laki) tidak nyaman," jelas dia.

Di dalam lounge, para wanita disuguhi sampanye oleh kepala pelayan pria sementara mereka dapat melihat secara pribadi karya seni yang ditampilkan oleh orang-orang seperti Pablo Picasso dan Sidney Nolan.

Tempat ini diresmikan pada 2020, berdasarkan konsep pub kuno Australia yang misoginis, di mana sebagian besar perempuan dikucilkan hingga tahun 1960-an.

"Ada toilet luar biasa yang hadir di Ladies Lounge, sehingga Ladies Lounge akan berfungsi sebagai toilet wanita," tutur Ms Kaechele.

Baca juga: 160 Paus Pilot Terdampar di Pantai Australia, 26 Telah Mati

"Ini adalah toilet yang dirayakan di seluruh dunia. Itu adalah toilet terhebat, dan laki-laki tidak diperbolehkan melihatnya," jelas dia.

Toilet tersebut sedang dalam proses pembangunan dan akan dipasang dalam 45 hari ke depan, The Telegraph melaporkan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com