Perusahaannya Disanksi China karena Jual Senjata ke Taiwan, Ini Respons AS

Kompas.com - 29/10/2020, 07:56 WIB
Prajurit militer Taiwan menembakkan howitzer M109A2 155mm dalam latihan militer Han Kuang, untuk mengantisipasi invasi musuh. Latihan diadakan di Taichung, Taiwan, pada Kamis (16/7/2020). REUTERS/ANN WANGPrajurit militer Taiwan menembakkan howitzer M109A2 155mm dalam latihan militer Han Kuang, untuk mengantisipasi invasi musuh. Latihan diadakan di Taichung, Taiwan, pada Kamis (16/7/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) merespons keputusan China yang menjatuhkan sanksi kepada sejumlah perusahaan karena menjual senjata ke Taiwan.

pada Senin (26/10/2020), Beijing menyatakan bakal menghukum pabrikan Lockheed Martin serta divisi pertahanan pada raksasa aviasi Boeing.

Keputusan itu dibuat setelah dua perusahaan itu terlibat dalam kesepakatan penjualan rudal kepada Taiwan senilai hampir 2 miliar dollar AS (Rp 29,3 triliun).

Baca juga: Media China Sebut Jet Tempur Beijing Wajib Terbang di Atas Taiwan

"Ini tentu bukan pertama kalinya Beijing mengancam sanksi kepada perusahaan AS," kata R Clarke Cooper, pejabat kementerian luar negeri yang bertanggung jawab atas penjualan senjata.

Cooper menuturkan kepada awak media, tentunya "Negeri Panda" akan menyikapi penjualan senjata itu dengan ancaman sanksi dan provokasi.

Berdasarkan perjanjian bilateral, Washington bertanggung jawab untuk menyediakan pertahanan diri bagi Taiwan, yang diklaim sebagai provinsi oleh China.

Dalam beberapa bulan terakhir, jet tempur "Negeri Panda" semakin sering memasuki wilayah udara pulau dengan pemerintahan mandiri itu.

Bahkan militer China juga merilis film propaganda yang memperlihatkan simulasi serangan, sebagaimana diberitakan AFP Rabu (28/10/2020).

Baca juga: AS Jual Paket Rudal ke Taiwan Seharga Rp 35 Triliun, Begini Kecanggihannya

Cooper menjelaskan, Beijing harusnya sudah lama mengetahui bahwa "Negeri Uncle Sam" punya obligasi untuk menjual senjata kepada Taipei.

"Keamanan mereka merupakan kunci mempertahankan stabilitas yang ada di kawasan Indo-Pasifik," jelas si pejabat kemenlu itu.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dubes Baru Indonesia untuk Singapura Suryopratomo Resmi Bertugas

Dubes Baru Indonesia untuk Singapura Suryopratomo Resmi Bertugas

Global
Kabinet Joe Biden, Klaim Siap Jadi Pemimpin Dunia Lagi

Kabinet Joe Biden, Klaim Siap Jadi Pemimpin Dunia Lagi

Global
Dewan Keamanan PBB Batalkan Pembahasan Konflik Etiopia-Tigray

Dewan Keamanan PBB Batalkan Pembahasan Konflik Etiopia-Tigray

Global
Pengacara Wanita Eks ISIS: Shamima Begum Harus Pulang ke Inggris

Pengacara Wanita Eks ISIS: Shamima Begum Harus Pulang ke Inggris

Global
India Larang 43 Lebih Aplikasi dari China termasuk Alibaba, Buntut Insiden Ladakh

India Larang 43 Lebih Aplikasi dari China termasuk Alibaba, Buntut Insiden Ladakh

Global
Hilang Sejak 2001, Buku Catatan Charles Darwin, Perintis Teori Evolusi Masih Belum Ditemukan

Hilang Sejak 2001, Buku Catatan Charles Darwin, Perintis Teori Evolusi Masih Belum Ditemukan

Global
Setelah Netanyahu Dikabarkan Bertemu MBS, Arab Saudi Masuk 'Daftar Hijau' Covid-19 Israel

Setelah Netanyahu Dikabarkan Bertemu MBS, Arab Saudi Masuk "Daftar Hijau" Covid-19 Israel

Global
Serangan Houthi Membuat Lubang Besar di Tangki Minyak Saudi Aramco

Serangan Houthi Membuat Lubang Besar di Tangki Minyak Saudi Aramco

Global
Kawan-kawannya Meninggal Dunia, Curhat Mahathir: Saya Sendiri Sekarang

Kawan-kawannya Meninggal Dunia, Curhat Mahathir: Saya Sendiri Sekarang

Global
[POPULER GLOBAL] Biden Umumkan Kabinet Baru | Temuan Rumah Masa Kecil Yesus

[POPULER GLOBAL] Biden Umumkan Kabinet Baru | Temuan Rumah Masa Kecil Yesus

Global
Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Global
Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Global
Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Global
Habitatnya Tergerus, Platipus Spesies Asli Australia Terancam Punah

Habitatnya Tergerus, Platipus Spesies Asli Australia Terancam Punah

Global
Pertama Kali Sejak Februari, Tak Ada Lagi Kasus Aktif Virus Corona di Victoria

Pertama Kali Sejak Februari, Tak Ada Lagi Kasus Aktif Virus Corona di Victoria

Global
komentar
Close Ads X