Taiwan: Impor Senjata Rp 26,4 Triliun dari AS, Bukan untuk Berlomba dengan China

Kompas.com - 22/10/2020, 16:35 WIB
Sistem Roket Berpeluncur Ganda (MLRS) Thunderbolt-2000 menembakkan amunisinya ketika laithan perang Han Kuang mensimulasikan invasi China di Taichung, Taiwan, pada 16 Juli 2020. REUTERS PHOTO/ANN WANGSistem Roket Berpeluncur Ganda (MLRS) Thunderbolt-2000 menembakkan amunisinya ketika laithan perang Han Kuang mensimulasikan invasi China di Taichung, Taiwan, pada 16 Juli 2020.

TAIPEI, KOMPAS.com - Taiwan tidak ingin berlomba senjata dengan China, meski sedang berupaya meningkatkan kekuatan militernya dengan membeli Rp 26,4 triliun persenjata dari Amerika Serikat ( AS).

Menteri Pertahanan Yen De-fa mengatakan pada Kamis (22/10/2020) bahwa Taiwan hanya membutuhkan kemampuan tempur yang kredibel, seperti yang dilansir dari Reuters.

Hal itu disampaikan Yen setelah Amerika Serikat menyetujui potensi penjualan senjata senilai 1,8 miliar dollar AS (Rp 26,4 triliun) ke Taiwan, pulau yang diklaim sebagai wilayah China.

Beijing telah menerapkan tekanan yang meningkat pada Taiwan, untuk menerima kedaulatan China di tanah itu, dengan cara menerbangkan jet tempur melintasi garis tengah Selat Taiwan yang sensitif, yang biasanya berfungsi sebagai penyangga batas wilayah tidak resmi.

Baca juga: Peluncuran Situs Pop Up Asia, Pameran Online Ekonomi Kreatif Taiwan-Indonesia

Paket senjata AS yang akan dikirim ke Taiwan, meliputi sensor, rudal, dan artileri. Selanjutnya, kongres AS berharap dapat mendistribusikan drone yang dibuat oleh General Atomics dan rudal anti-kapal Harpoon berbasis darat, yang dibuat oleh Boeing Co, untuk berfungsi sebagai rudal jelajah pertahanan pantai.

Berbicara kepada wartawan, Yen berterima kasih kepada Amerika Serikat dan mengatakan penjualan itu untuk membantu Taiwan meningkatkan kemampuan pertahanan militer mereka dalam menghadapi "ancaman musuh dan situasi baru".

Baca juga: Gara-gara Kue, Diplomat China dan Taiwan Berkelahi di Hotel

"Ini termasuk kemampuan tempur yang kredibel dan kemampuan peperangan asimetris untuk memperkuat tekad kami untuk mempertahankan diri," tambahnya.

Selanjutnya, Yen mengungkapkan bahwa kerja sama persenjataan itu menunjukkan betapa pentingnya AS terhadap keamanan di Indo Pasifik dan Selat Taiwan.

"Kami akan terus mengkonsolidasikan kemitraan keamanan kami dengan Amerika Serikat,” tandasnya.

Baca juga: Terus Cekcok dengan China, Mungkinkah Taiwan Butuh Senjata Nuklir?

China kemungkinan akan mengutuk transaksi senjata baru itu, seperti yang selalu terjadi, tetapi Yen menekankan bahwa langkah mereka bukanlah untuk mencari konfrontasi.

“Kami tidak akan terlibat dalam perlombaan senjata dengan Komunis China. Kami akan mengedepankan persyaratan dan membangun sepenuhnya sesuai dengan konsep strategis pencegahan berat, mempertahankan posisi dan kebutuhan pertahanan kami," terangnya.

Baca juga: AS Desak Taiwan Tingkatkan Strategi Pertahanan Anti-Akses untuk Cegah Invasi China

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah menjadikan modernisasi pertahanan militer sebagai prioritas dalam menghadapi ancaman China yang meningkat, terutama kemampuan "perang asimetris", misalnya dengan ranjau pintar dan rudal portabel.

Washington, seperti kebanyakan negara tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taipei. Namun, merupakan pendukung global terkuatnya dalam mendorong Taiwan untuk memodernisasi kekuatan militernya, agar sulit diserang China.

Baca juga: Dituduh Kirim Mata-mata, Taiwan: Ini Jebakan Baru China


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Erdogan Sebut Macron Hanya Beban Negara dan Berharap Segera Lengser

Presiden Erdogan Sebut Macron Hanya Beban Negara dan Berharap Segera Lengser

Global
Program Vaksin Covid-19 di Rusia Sudah Dimulai, Meski Pengujian Massal Belum Selesai

Program Vaksin Covid-19 di Rusia Sudah Dimulai, Meski Pengujian Massal Belum Selesai

Global
Para Ilmuwan Identifikasi Covid-19 Sudah Menyebar Jauh Lebih Lama Sebelum Resmi jadi Pandemi Global

Para Ilmuwan Identifikasi Covid-19 Sudah Menyebar Jauh Lebih Lama Sebelum Resmi jadi Pandemi Global

Global
Butuh Donor Ginjal Saat Pandemi Covid-19, Gadis Ini Minta Bantuan di Media Sosial

Butuh Donor Ginjal Saat Pandemi Covid-19, Gadis Ini Minta Bantuan di Media Sosial

Global
Viral Video Pengantin Wanita Ditelanjangi Keluarga untuk Tes Keperawanan, Suaminya Diam Saja

Viral Video Pengantin Wanita Ditelanjangi Keluarga untuk Tes Keperawanan, Suaminya Diam Saja

Global
Video Viral: Masak Menu ala Restoran di Kamar Hotel Selama Karantina Covid-19

Video Viral: Masak Menu ala Restoran di Kamar Hotel Selama Karantina Covid-19

Global
Peta Galaksi Bima Sakti Terungkap, Bumi Menuju Lubang Hitam?

Peta Galaksi Bima Sakti Terungkap, Bumi Menuju Lubang Hitam?

Global
Peneliti di Afrika Selatan Usul Redupkan Matahari untuk Atasi Kekeringan

Peneliti di Afrika Selatan Usul Redupkan Matahari untuk Atasi Kekeringan

Global
Joe Biden Tidak Akan Wajibkan Suntik Vaksin Covid-19 di AS, Ini Alasannya...

Joe Biden Tidak Akan Wajibkan Suntik Vaksin Covid-19 di AS, Ini Alasannya...

Global
Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Global
'Jemur Kelamin', Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

"Jemur Kelamin", Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

Global
Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Global
CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

Global
Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Global
Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Global
komentar
Close Ads X