Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Kompas.com - 25/10/2020, 11:39 WIB
Massa menjarah gudang yang diyakini menyimpan persediaan makanan untuk didistribusikan selama karantina wilayah Covid-19. REUTERS via BBC INDONESIAMassa menjarah gudang yang diyakini menyimpan persediaan makanan untuk didistribusikan selama karantina wilayah Covid-19.

ABUJA, KOMPAS.com - Kepala polisi Nigeria memerintahkan mobilisasi semua sumber daya kepolisian, untuk menangani demonstrasi dan penjarahan yang telah terjadi selama beberapa hari terakhir.

Mohammed Adamu mengatakan, para penjahat telah membajak demonstrasi anti-kebrutalan polisi dan mengambil alih ruang publik, seraya menambahkan hal itu tidak dapat ditolerir lagi.

Aparat kepolisian mengatakan, mereka diperintahkan untuk mengakhiri "kekerasan, pembunuhan, penjarahan dan perusakan properti".

Baca juga: Dituduh Brutal, Unit Khusus Polisi Nigeria Akan Dibubarkan

Demonstrasi yang menyerukan diakhirinya kebrutalan polisi itu dimulai pada 7 Oktober, didominasi kaum muda yang diawali dengan seruan agar satuan polisi, Pasukan Khusus Anti-Perampokan ( SARS) dibubarkan.

Presiden Muhammadu Buhari telah membubarkan unit SARS - yang dituduh melakukan pelecehan, pemerasan, penyiksaan, dan pembunuhan di luar hukum - beberapa hari kemudian, tetapi protes terus berlanjut.

Para pengunjuk rasa menuntut reformasi yang lebih luas dalam pemerintahan Nigeria.

Ketegangan meningkat setelah pengunjuk rasa yang tidak bersenjata ditembak di kota terbesar negara itu, Lagos, pada Selasa (20/10/2020).

Baca juga: Gudang Makanan Pemerintah Dijarah dalam Protes Besar-besaran di Nigeria

Kelompok hak asasi Amnesty International mengatakan, pasukan keamanan menewaskan sedikitnya 12 orang. Tentara Nigeria membantah terlibat.

Dalam beberapa hari terakhir Lagos mengalami penjarahan yang meluas terhadap toko-toko, mal dan gudang, serta perusakan properti, dengan bisnis para politisi terkemuka menjadi sasaran. Sejumlah bangunan dibakar dan penjara diserang.

Pada Sabtu (24/10/2020) ada laporan ratusan orang menjarah gudang pemerintah di Bukuru, dekat pusat kota Jos.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X