Lebanon dan Israel Memulai Perundingan Perbatasan Maritim "Bersejarah"

Kompas.com - 15/10/2020, 07:00 WIB
Demonstran melambaikan bendera Lebanon dalam aksi unjuk rasa menentang pemerintah di jalan raya Jal el-Dib, pada 21 Oktober 2019. REUTERS/MOHAMED AZAKIRDemonstran melambaikan bendera Lebanon dalam aksi unjuk rasa menentang pemerintah di jalan raya Jal el-Dib, pada 21 Oktober 2019.

BEIRUT, KOMPAS.com - Lebanon dan Israel yang secara teknis masih berada dalam situasi perang mengadakan perundingan yang belum pernah terjadi sebelumnya di bawah perantara PBB dan Amerika Serikat (AS), Rabu (14/10/2020).

Melansir AFP, perundingan itu dilakukan untuk menyelesaikan sengketa perbatasan laut dan membuka jalan eksplorasi minyak dan gas dalam "waktu yang tepat".

Dalam pernyataan bersama setelah perundingan itu, AS dan PBB mengatakan pembicaraan itu "produktif" dan bahwa para delegasi telah "menegaskan kembali komitmen mereka untuk melanjutkan perundingan akhir bulan ini".

Baca juga: Setelah 2 Kali Gagal, Presiden Lebanon Akan Kembali Umumkan Nama Calon Perdana Menteri

Setelah bertahun-tahun diplomasi AS yang berulang kali, Lebanon dan Israel bulan ini mengatakan bahwa mereka telah setuju untuk memulai negosiasi 'bersejarah' yang ditengahi PBB.

Perundingan itu diadakan di pangkalan pasukan penjaga perdamaian PBB di kota perbatasan Lebanon Naqura dan berlangsung selama sekitar satu jam.

Baca juga: Perjuangan Menyelamatkan Gedung-gedung Cantik Peninggalan Kekaisaran Ottoman dan Perancis di Lebanon

Perundingan itu juga terjadi beberapa minggu setelah Bahrain dan Uni Emirat Arab menjadi negara Arab pertama yang menjalin hubungan dengan Israel sejak Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

Namun, perundingan itu juga memicu kecurigaan. AS yang begitu gigih mendukung lewat diplomasinya mungkin ingin meningkatkan citra Presiden Donald Trump dalam kampanye pemilihan ulangnya.

Baca juga: Dubes RI Hajriyanto: Krisis Mengubah Budaya Politik di Lebanon

Saat ini diketahui bahwa negosiasi kedua akan digelar pada 28 Oktober mendatang.

Diskusi pada Rabu kemarin menandai adanya "langkah pertama dalam perjalanan seribu mil menuju demarkasi" perbatasan laut, seperti diucapkan Brigjen Bassam Yassin, Kepala Delegasi Lebanon.

Baca juga: Studi Buktikan, Ledakan Lebanon Salah Satu yang Terparah dalam Sejarah

"Kami ingin mencapai kecepatan negosiasi yang memungkinkan kami untuk menyelesaikan kasus ini dalam waktu yang tepat."

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X