Putus Asa Jika Trump Kembali Jadi Presiden, Palestina: Tuhan Tolong Kami

Kompas.com - 14/10/2020, 22:49 WIB

RAMALLAH, KOMPAS.com - Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan jika Donald Trump mendapatkan kemenangan lagi dalam pemilihan presiden AS mendatang, maka akan menjadi bencana bagi rakyatnya dan dunia pada umumnya.

Dalam komentar yang dibuat selama pertemuan dengan legislator Eropa pada Selasa (13/10/2020), Shtayyeh mengatakan bahwa 4 tahun terakhir pemerintahan Trump telah sangat merugikan Palestina.

"Jika kita akan hidup 4 tahun lagi dengan Presiden Trump, Tuhan tolong kami, Tuhan membantu Anda dan Tuhan membantu seluruh dunia," kata Shtayyeh seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Presiden Palestina Bertemu Presiden Kongres Yahudi Dunia, Apakah Normalisasi dengan Israel Jadi Bahasan?

Pernyataan Shtayyeh tersebut mengulangi komentar yang dia buat sehari sebelumnya dalam pidato virtual di Parlemen Eropa. Komentar tersebut juga ia unggah di halaman Facebook-nya.

"Jika hal-hal akan berubah di Amerika Serikat, saya pikir ini akan mencerminkan dirinya secara langsung pada hubungan Palestina-Israel," kata Shtayyeh, merujuk pada calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden, jika memenangkan pemilihan presiden, pada 3 November.

"Dan itu akan mencerminkan dirinya (Biden) juga pada hubungan bilateral Palestina-Amerika," tambahnya.

Baca juga: Kritik Palestina, Apakah Arab Saudi Akan Berdamai dengan Israel?

Trump dan konflik Israel-Palestina

Warga Palestina secara tradisional menahan diri untuk tidak mengambil posisi publik yang eksplisit dalam pemilihan presiden AS.

Komentar Shtayyeh mencerminkan rasa putus asa di pihak Palestina, setelah serangkaian langkah kontroversial oleh Washington, meliputi pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada akhir 2017, yang dilanjutkan dengan relokasi kedutaan di sana.

Pada saat itu, para pemimpin Palestina, yang melihat Yerusalem Timur yang diduduki sebagai ibu kota negara masa depan mereka, mengatakan AS tidak lagi menjadi perantara yang jujur dalam negosiasi.

Setelah itu, AS menutup kantor misi Organisasi Pembebasan Palestina di Washington, sebagai tanggapan atas penolakan Otoritas Palestina untuk mengadakan pembicaraan yang dipimpin AS dengan Israel.

Baca juga: PBB: Israel Hancurkan Lebih dari 500 Bangunan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada 2020

Halaman:
Sumber Aljazeera

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Letusan Gunung Mauna Loa, Perayaan Spiritual bagi Warga Hawaii

Letusan Gunung Mauna Loa, Perayaan Spiritual bagi Warga Hawaii

Global
Anwar Ibrahim Umumkan Susunan Kabinet, Pilih Wakil PM dengan Gugatan Korupsi

Anwar Ibrahim Umumkan Susunan Kabinet, Pilih Wakil PM dengan Gugatan Korupsi

Global
Kanye West Puji Adolf Hitler, Begini Peringatan Keras Joe Biden

Kanye West Puji Adolf Hitler, Begini Peringatan Keras Joe Biden

Global
Presidensi G20 India: Apa Artinya dan Agendanya?

Presidensi G20 India: Apa Artinya dan Agendanya?

Global
Uang Rp 327 Juta Jatuh di Jalan, Warga Swiss Kembalikan Utuh

Uang Rp 327 Juta Jatuh di Jalan, Warga Swiss Kembalikan Utuh

Global
Media Asing Soroti RKUHP, Sektor Bisnis Sebut Investor Pikir-pikir Masuk Indonesia

Media Asing Soroti RKUHP, Sektor Bisnis Sebut Investor Pikir-pikir Masuk Indonesia

Global
Xi Jinping Akui Rakyatnya Frustrasi, Isyaratkan Pelonggaran Aturan Covid-19

Xi Jinping Akui Rakyatnya Frustrasi, Isyaratkan Pelonggaran Aturan Covid-19

Global
Resmi, Uni Eropa Sepakat Batasi Harga Minyak Rusia, Tekan Pendapatan Moskwa

Resmi, Uni Eropa Sepakat Batasi Harga Minyak Rusia, Tekan Pendapatan Moskwa

Global
Kunjungan Utusan Khusus AS untuk LGBTQI+ Jessica Stern ke Indonesia Resmi Dibatalkan

Kunjungan Utusan Khusus AS untuk LGBTQI+ Jessica Stern ke Indonesia Resmi Dibatalkan

Global
Rangkuman Hari Ke-282 Serangan Rusia ke Ukraina: Kyiv Kehilangan 13.000 Tentara, Putin Terbuka Negosiasi

Rangkuman Hari Ke-282 Serangan Rusia ke Ukraina: Kyiv Kehilangan 13.000 Tentara, Putin Terbuka Negosiasi

Global
[POPULER GLOBAL] Penyelamatan 3 Penumpang Gelap di Daun Kemudi Kapal | New York dan Singapura Kota Termahal di Dunia

[POPULER GLOBAL] Penyelamatan 3 Penumpang Gelap di Daun Kemudi Kapal | New York dan Singapura Kota Termahal di Dunia

Global
Telepon Putin, Kanselir Jerman Desak Tentara Rusia Ditarik dari Ukraina

Telepon Putin, Kanselir Jerman Desak Tentara Rusia Ditarik dari Ukraina

Global
Bebarengan dengan Pesta Bola, Qatar juga Menggelar Piala Dunia Khusus Unta

Bebarengan dengan Pesta Bola, Qatar juga Menggelar Piala Dunia Khusus Unta

Global
Ukraina Buka Layanan Hotline Bagi Tentara Rusia yang Ingin Menyerah

Ukraina Buka Layanan Hotline Bagi Tentara Rusia yang Ingin Menyerah

Global
Putin Terbuka Negosiasi, tapi Rusia Tak Bisa Pergi dari Ukraina

Putin Terbuka Negosiasi, tapi Rusia Tak Bisa Pergi dari Ukraina

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.