Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Wartawan BBC Menumpang Kapal Filipina, Dikejar Kapal Patroli China

Kompas.com - 06/05/2024, 16:17 WIB
BBC News Indonesia,
Aditya Jaya Iswara

Tim Redaksi

MANILA, KOMPAS.com - Wartawan BBC menumpang kapal penjaga pantai Filipina, BRP Bagacay, yang berlayar di Laut China Selatan, pada Selasa (30/4/2024). Tiba-tiba, sejumlah kapal China mendekati.

Kami bisa melihat kapal China yang lebih besar bergerak menghampiri dengan kecepatan tinggi.

Jaraknya cukup dekat sehingga kami dapat melihat wajah para anak buah kapal. Dua dari mereka merekam kami menggunakan kamera, begitu pula kami merekam mereka.

Baca juga: Risiko Keamanan Tinggi, Presiden Taiwan Tak Disarankan Kunjungi Laut China Selatan

Kru Filipina buru-buru memasang penghalang busa kuning di samping kapal, bersiap menghadapi tabrakan. Kapal China sontak berbelok tajam melintang haluan kapal Filipina, memaksa sang kapten kapal Filipina memperlambat laju secara mendadak. Jarak kedua kapal kurang dari lima meter.

Kami berlomba menuju Scarborough Shoal, sebuah pulau karang kecil berjarak 220 km sebelah barat pantai Filipina yang juga diklaim oleh China.

Petugas penjaga pantai China merekam kru BBC di kapal Filipina.BBC/VIRMA SIMONETTE via BBC INDONESIA Petugas penjaga pantai China merekam kru BBC di kapal Filipina.
Kapal-kapal China bertekad untuk menghentikan kami. Jumlahnya mencakup sepuluh kapal penjaga pantai dan milisi maritim.

Kapten kapal Filipina mengandalkan kecepatan dan kemampuan manuver kapal buatan Jepangnya untuk mendahului kapal-kapal China.

Alhasil, kami bisa mencapai radius 600 meter dari Scarborough Shoal—yang merupakan jarak terdekat, katanya kepada kami. Pasalnya, China baru-baru ini memasang penghalang dekat Scarborough Shoal yang terlihat jelas di bawah air.

Selagi kami mendekati pulau karang kecil itu, kapal-kapal China berada tepat di belakang kami. Bahkan, dua di antara mereka mengapit kedua sisi kapal Filipina. Pada saat itulah mereka mulai menembakkan meriam air.

Kru BBC dilarikan ke dalam kapal Filpina dan dari situ kami bisa mendengar semburan air bergemuruh di dinding logam kapal. Mereka menghancurkan tenda di buritan serta menghancurkan pagar di satu sisi.

Kapal kedua dalam konvoi kami, yang membawa perbekalan untuk nelayan Filipina, mengalami kerusakan lebih parah setelah menerima sepuluh serangan langsung meriam air.

Permainan kucing dan tikus di laut ini bukanlah hal baru di Laut China Selatan. Namun pertikaian ini menjadi lebih sering dan lebih serius, sejak Presiden Bongbong Marcos memberi wewenang kepada penjaga pantai untuk menantang kehadiran China secara lebih tegas di wilayah yang disengketakan.

Sejumlah kapal penjaga pantai China membuntuti kapal penjaga pantai Filipina, BRP Bagacay. BBC/VIRMA SIMONETTE via BBC INDONESIA Sejumlah kapal penjaga pantai China membuntuti kapal penjaga pantai Filipina, BRP Bagacay.
“Pemerintah China selalu mengatakan ada garis merah”, kata Komodor Jay Tarriela, juru bicara penjaga pantai untuk Laut Filipina Barat, nama yang disematkan Pemerintah Filipina untuk wilayah yang diklaimnya.

“Mereka bilang kami tidak bisa melewati batas 12 mil laut dari dangkalan tersebut (Scarborough Shoal). Namun di bawah pemerintahan ini, kami telah melanggar garis merah tersebut untuk menunjukkan bahwa China tidak menghormati hukum internasional.”

Misi yang kami jalani adalah bagian dari respons yang lebih kuat terhadap kapal-kapal China.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com