Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terjadi Lagi, Perundingan Gencatan Senjata Gaza Berakhir Tanpa Kesepakatan

Kompas.com - 10/05/2024, 08:41 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber Reuters

RAFAH, KOMPAS.com - Seorang pejabat senior Israel mengatakan pada Kamis (9/5/2024) malam bahwa putaran terakhir perundingan di Kairo terkait gencatan senjata Gaza telah berakhir tanpa kesepakatan.

Di Kairo, delegasi dari Hamas, Israel, AS, Mesir dan Qatar telah bertemu sejak Selasa. Pembicaraan di ibu kota Mesir mengalami kemajuan tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai, menurut dua sumber keamanan Mesir.

Dikutip dari Reuters pada Jumat (10/5/2024), Izzat El-Risheq, anggota kantor politik Hamas di Qatar, mengatakan delegasi Hamas telah meninggalkan Kairo.

Baca juga: Perang di Gaza, Hambat Pembangunan Manusia hingga 20 Tahun

Hamas menegaskan kembali persetujuannya terhadap proposal gencatan senjata yang diajukan mediator.

Rencana tersebut mencakup pembebasan sandera Israel yang ditawan di Gaza dan sejumlah warga Palestina yang dipenjara oleh Israel.

Hamas menyalahkan Israel atas kurangnya kesepakatan, dan akun Telegram TV Al-Aqsa mengatakan bahwa kelompok tersebut tidak akan membuat konsesi apa pun selain dari proposal yang telah mereka terima.

Israel menyatakan terbuka terhadap gencatan senjata, namun menolak tuntutan diakhirinya perang.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan Washington terus menjalin hubungan dengan Israel mengenai amandemen proposal gencatan senjata, dan menambahkan upaya untuk menyelesaikan perjanjian itu sangat sulit.

Baca juga: Tank dan Pesawat Tempur Israel Bombardir Rafah

Di sisi lain, Israel tetap melanjutkan operasinya di Rafah dan bagian lain Jalur Gaza Palestina sesuai rencana.

"Jika harus, kami akan berjuang dengan sekuat tenaga," kata Netanyahu dalam pernyataan video.

Sementara di Gaza, kelompok Hamas dan Jihad Islam mengatakan pejuang mereka menembakkan roket anti-tank dan mortir ke tank-tank Israel yang berkumpul di pinggiran timur kota tersebut.

Warga dan petugas medis di Rafah, daerah perkotaan terbesar di Gaza yang belum dikuasai oleh pasukan darat Israel, mengatakan serangan Israel di dekat sebuah masjid menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai lainnya di lingkungan timur Brazil.

Serangan udara Israel terhadap dua rumah di lingkungan Sabra di Rafah menewaskan sedikitnya 12 orang termasuk wanita dan anak-anak.

Di antara korban tewas adalah seorang komandan senior Brigade militan Al-Mujahidin, dan keluarganya, serta keluarga pemimpin kelompok lainnya, kata petugas medis, kerabat, dan kelompok tersebut.

Baca juga: Hamas: Serangan Israel di Rafah untuk Halangi Perundingan Gencatan Senjata

Israel mengatakan kelompok Hamas bersembunyi di Rafah yang populasinya telah membengkak karena ratusan ribu warga Gaza mencari perlindungan dari pemboman yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah pesisir tersebut menjadi reruntuhan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com