Kisah Misteri: Franja, Rumah Sakit "Gaib" yang Tak Bisa Ditemukan Nazi

Kompas.com - 10/09/2020, 19:00 WIB
Rumah Sakit Gerilya Franja di Slovenia yang sudah menjadi museum. Pada Mei 1946, Franja secara resmi dibuka untuk pengunjung, dan dilindungi sebagai monumen pada tahun 1952. Ketika banjir hampir menghancurkannya sepenuhnya pada tahun 2007, Pemerintah Republik Slovenia mengambil keputusan tentang rekonstruksi lengkapnya. www.muzej-idrija-cerkno.siRumah Sakit Gerilya Franja di Slovenia yang sudah menjadi museum. Pada Mei 1946, Franja secara resmi dibuka untuk pengunjung, dan dilindungi sebagai monumen pada tahun 1952. Ketika banjir hampir menghancurkannya sepenuhnya pada tahun 2007, Pemerintah Republik Slovenia mengambil keputusan tentang rekonstruksi lengkapnya.

Layanan medis yang mereka lakukan beroperasi dalam keadaan khusus dan melibatkan lebih dari 800 dokter.

Puncak dari layanan medis gerilyawan itu adalah beberapa rumah sakit ilegal. Lebih dari 15.000 pasien dirawat di lebih dari 120 rumah sakit Slovenia.

Gerakan perlawanan lain di seluruh Eropa tidak mengenal organisasi perawatan kesehatan semacam itu.

Rumah Sakit Gerilya Franja sendiri, sebenarnya hanyalah satu dari sekian banyak rumah sakit ilegal di Slovenia yang dipertahankan hingga kini sebagai suatu monumen pengingat.

Lokasi rumah sakit pertama kali ditunjukkan warga bernama Janez Peternelj kepada dokter gerilya, Viktor Volcjak.

Viktor dan penduduk setempat mulai membangun gubuk pertama pada akhir musim gugur tahun 1943 dan pertama kalinya tentara terluka dibawa ke sana pada 23 Desember.

Pada Januari 1944, Franja Bojc Bidovec, seorang dokter sekaligus tentara gerilya memimpin rumah sakit ilegal itu. Sejak itu, mereka membangun rumah sakit ilegal Franja Partisan sampai akhir Perang Dunia II.

Baca juga: Terlibat Bunuh 5.232 Yahudi di Kamp Nazi Jerman, Kakek 93 Tahun Ini Beberkan Kisahnya

Penyamaran hebat

Franja Partisan Hospital mulanya terdiri dari bangunan kayu dengan 14 ruang yang berbeda ukuran dan fungsi.

Beberapa ruangan itu di antaranya, gubuk untuk gerilyawan yang terluka bersama para staf, sebuah ruang X-ray, sebuah gudang, ruang untuk penyandang disabilitas dan bahkan stasiun listrik.

Untuk bisa bertahan, para staf harus memperhatikan keselamatan. Mereka membangun sistem pertahanan yang sempurna dengan bunker untuk para penjaga dan juga tempat berlindung bagi mereka yang terluka.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X