Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jerman Tarik Duta Besarnya dari Rusia, Ini Alasannya

Kompas.com - 06/05/2024, 19:29 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

BERLIN, KOMPAS.com - Untuk sementara, Jerman menarik duta besarnya dari Rusia usai anggota partai Kanselir Olaf Scholz menjadi sasaran serangan siber Rusia.

Hal itu diungkapkan Kementerian Luar Negeri Jerman pada Senin (6/5/2024). Kini, investigasi pemerintah yang baru selesai menemukan bahwa serangan siber yang menargetkan anggota Partai Sosial Demokrat Scholz dilakukan oleh kelompok yang dikenal sebagai APT28.

"Kelompok ini dikendalikan oleh intelijen militer Rusia, yang berarti ini adalah serangan siber Rusia terhadap Jerman," ujar Menteri Luar Negeri Annalena Baerbock, dikutip dari AFP.

Baca juga: Diduga Jadi Mata-mata Rusia, 2 Orang Ditangkap di Jerman

Rusia menolak tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar dan tidak beralasan.

"Utusan tersebut yakni Alexander Graf Lambsdorff, telah dipanggil kembali untuk berkonsultasi dan akan tinggal di Berlin selama seminggu dan kemudian kembali ke Moskwa," terang seorang juru bicara kementerian pada konferensi pers di Berlin, Senin.

Pemerintah Jerman menanggapi serangan siber ini dengan serius, dan menganggapnya sebagai tindakan melawan demokrasi liberal.

APT28, juga dikenal sebagai Fancy Bear, telah dituduh melakukan puluhan serangan siber di negara-negara di seluruh dunia.

Serangan peretasan terhadap partai SPD diumumkan tahun lalu. Peretas mengeksploitasi kerentanan yang sebelumnya tidak diketahui di Microsoft Outlook untuk menyusupi akun email, menurut Berlin.

Sedangkan Berlin pekan lalu memanggil penjabat kuasa usaha kedutaan Rusia atas insiden tersebut.

Tak hanya Jerman, Republik Ceko juga mengatakan pekan lalu bahwa beberapa lembaga negaranya telah menjadi sasaran serangan siber yang diduga dilakukan oleh APT28, sekali lagi dengan mengeksploitasi kelemahan Microsoft Outlook pada 2023.

Baca juga: Meski Rafah Dievakuasi, Hamas Tetap Lanjutkan Perundingan Gencatan Senjata

Serangan terhadap dua anggota Uni Eropa mendorong blok tersebut untuk memperingatkan Moskwa mengenai konsekuensi atas perilaku jahat yang dilakukan di dunia maya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Gelombang Partai Ultra Kanan Menjungkirbalikkan Politik Nasional Eropa

Gelombang Partai Ultra Kanan Menjungkirbalikkan Politik Nasional Eropa

Internasional
Bentrokan di Argentina karena Upaya Reformasi Presiden

Bentrokan di Argentina karena Upaya Reformasi Presiden

Global
Hamas Bantah Usulkan Banyak Perubahan pada Proposal Gencatan Senjata di Gaza

Hamas Bantah Usulkan Banyak Perubahan pada Proposal Gencatan Senjata di Gaza

Global
Belajar dari Revolusi Perumahan di Venezuela

Belajar dari Revolusi Perumahan di Venezuela

Global
Polisi Italia Sita Kapal Rusak yang Dipakai Akomodasi Polisi KTT G7

Polisi Italia Sita Kapal Rusak yang Dipakai Akomodasi Polisi KTT G7

Global
Rangkuman Hari Ke-840 Serangan Rusia ke Ukraina: Kota Kelahiran Zelensky Diserang | NATO Temui PM Hongaria

Rangkuman Hari Ke-840 Serangan Rusia ke Ukraina: Kota Kelahiran Zelensky Diserang | NATO Temui PM Hongaria

Global
Penggalian Pompeii Temukan 'Ruang Biru' yang Diyakini Kuil Kuno

Penggalian Pompeii Temukan "Ruang Biru" yang Diyakini Kuil Kuno

Global
Tak Dapat Akomodasi Layak, 2.600 Polisi KTT G7 Berjejal Tidur di Kapal Rusak

Tak Dapat Akomodasi Layak, 2.600 Polisi KTT G7 Berjejal Tidur di Kapal Rusak

Global
Rusia Serang Kota Kelahiran Zelensky di Kryvyi Rig Ukraina, 9 Orang Tewas

Rusia Serang Kota Kelahiran Zelensky di Kryvyi Rig Ukraina, 9 Orang Tewas

Global
NATO Izinkan Hongaria Tak Wajib Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia

NATO Izinkan Hongaria Tak Wajib Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia

Global
[POPULER GLOBAL] Keracunan Makanan di Sekolah Malaysia | Blinken Berterima Kasih ke Prabowo

[POPULER GLOBAL] Keracunan Makanan di Sekolah Malaysia | Blinken Berterima Kasih ke Prabowo

Global
Ketika Korea Utara dan Korea Selatan Adu Propaganda dengan Balon...

Ketika Korea Utara dan Korea Selatan Adu Propaganda dengan Balon...

Global
Denmark Tarik Merek Mi Instan dari Korea Selatan karena Terlalu Pedas

Denmark Tarik Merek Mi Instan dari Korea Selatan karena Terlalu Pedas

Global
Asia Catat Jumlah Kematian Dini Tertinggi di Dunia Akibat Polusi Udara

Asia Catat Jumlah Kematian Dini Tertinggi di Dunia Akibat Polusi Udara

Global
 Unik, Buku tentang Pelarangan Buku Dilarang di Sekolah Florida

Unik, Buku tentang Pelarangan Buku Dilarang di Sekolah Florida

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com