Hari Ini AS Cabut 1.000 Visa Warga China untuk Pertahanan Keamanan Nasioal

Kompas.com - 10/09/2020, 13:57 WIB
Ilustrasi foto ini menunjukkan cap visa pada paspor orang asing di Los Angeles pada 6 Juni 2020. Amerika Serikat mengatakan pada 6 Juli tidak akan mengizinkan siswa asing untuk tetap di negara itu jika semua kelas mereka dipindahkan secara online pada musim gugur selama krisis virus corona. CHRIS DELMAS / AFPIlustrasi foto ini menunjukkan cap visa pada paspor orang asing di Los Angeles pada 6 Juni 2020. Amerika Serikat mengatakan pada 6 Juli tidak akan mengizinkan siswa asing untuk tetap di negara itu jika semua kelas mereka dipindahkan secara online pada musim gugur selama krisis virus corona.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mencabut visa 1.000 warga negara China di bawah mandat presiden 29 Mei, untuk menangguhkan masuknya pelajar dan peneliti dari China yang dianggap berisiko terhadap keamanan nasional.

Pejabat kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Chad Wolf, mengatakan sebelumnya bahwa Washington memblokir visa "mahasiswa pascasarjana dan peneliti China tertentu yang terkait dengan strategi fusi militer China, untuk mencegah mereka mencuri dan melakukan penelitian sensitif."

Mengutip laporan dari Al Jazeera pada Kamis (10/9/2020), dalam pidatonya, Wolf mengulangi tuduhan AS atas praktik bisnis yang tidak adil dan spionase industri oleh China, termasuk upaya untuk mencuri penelitian virus corona, dan menuduhnya menyalahgunakan visa pelajar untuk mengeksploitasi akademisi AS.

Wolf mengatakan AS juga bahwa langkah tersebut untuk "mencegah barang-barang yang diproduksi dari tenaga kerja budak memasuki pasar kami, menuntut agar China menghormati martabat yang melekat pada setiap manusia".

Baca juga: AS Memberlakukan Pembatasan Visa kepada 14 Pejabat Iran yang Disebut telah Melanggar HAM

Pernyataan yang jelas ditujukan untuk dugaan pelecehan Muslim di wilayah Xinjiang, barat China.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan kepada kantor berita Reuters pada Rabu, bahwa kebijakan pencabutan visa tersebut dilakukan Donald Trump sebagai bentuk tanggapan terhadap China yang memberlakukan UU Keamanan Nasional baru di Hong Kong.

"Pada 8 September 2020, departemen telah mencabut lebih dari 1.000 visa warga negara China yang ditemukan, untuk mengimplementasikan Proklamasi Presiden 10043 dan karena itu tidak memenuhi syarat untuk visa," kata juru bicara yang tidak disebutkan namanya, menggunakan inisial untuk China.

Dia mengatakan "mahasiswa pascasarjana dan peneliti yang berisiko tinggi " tidak memenuhi syarat mewakili "sebagian kecil" orang China yang datang ke AS, untuk belajar dan melakukan penelitian.

Sementara, pelajar dan cendekiawan yang sah akan tetap disambut.

Baca juga: AS akan Membuka Kembali Layanan Visa Seluruh Dunia

Hubungan yang memburuk

China mengatakan pada Juni bahwa mereka menentang setiap langkah AS untuk membatasi siswa China yang belajar di AS.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.