Kompas.com - 19/04/2021, 19:03 WIB
Ilustrasi kluwek atau keluak.  Dok. Shutterstock/JPL DesignsIlustrasi kluwek atau keluak.

KOMPAS.com - Keluak atau kluwek merupakan salah satu rempah penting yang digunakan dalam beragam masakan seperti rawon, brongkos, dan pindang kudus.

Mengutip Kompas.com, penambahan keluak pada masakan dapat menghasilkan aroma dan cita rasa gurih yang khas. Selain itu, keluak juga membuat warna kuah masakan menjadi hitam.

Baca juga: Mengenal Kluwek, Rempah Khas untuk Rawon yang Mengandung Asam Sianida

Meski tertutup oleh kulit kerasnya, keluak tetap membutuhkan tempat dan penanganan yang baik agar bisa awet lebih lama dan memiliki kualitas yang baik saat digunakan.

Totok Siswantoko, Executive Chef dari Hotel Santika Premiere Yogyakarta membagikan cara menyimpan keluak agar tidak mudah lembab dan jamuran.

Baca juga: Resep Brongkos Daging Sapi, Sayur Kuah Santan Pakai Keluak

Ilustrasi brongkos khas Yogyakarta, sayur kuah santan pakai keluak. SHUTTERSTOCK/GRATSIAS ADHI HERMAWAN Ilustrasi brongkos khas Yogyakarta, sayur kuah santan pakai keluak.

1. Simpan dalam ruang terbuka

Keluak dapat awet disimpan dalam ruang terbuka. Dengan cara ini, kluwek bisa tahan hingga satu bulan sebelum diolah. Syaratnya, jangan kupas kluwek dahulu.

“Disimpan di rak yang ada sirkulasi udaranya. Jadi, gak boleh langsung di bawah lantai. Jarak dari lantai sekitar 15 sentimeter,” tutur Totok.

Selama masih tertutup dengan kulit atau cangkangnya, keluak tidak boleh diletakkan dalam wadah tertutup, seperti ember dan stoples.

Menurut Totok, jika disimpan dalam ruang tertutup keluak akan lembab dan cepat berjamur sehingga tidak baik digunakan untuk bahan masakan.

Baca juga: Tips Pilih Kluwek yang Bagus dan Cara Buka Kluwek

Ilustrasi kluwek bukaSHUTTERSTOCK/TUPAITERBANG Ilustrasi kluwek buka

2. Simpan dalam kulkas

Keluak yang akan segera digunakan boleh disimpan di kulkas. Hanya saja, keluak harus dikupas terlebih dulu dan disimpan dalam wadah tertutup.

Totok mengatakan bahwa umur keluak sebelum dipanen juga memengaruhi daya simpan dan cita rasa keluak.

“Kluwek muda cepat berjamur. Walaupun wadahnya bagus tertutup, di dalamnya dia (kluwek) kering. Kalau yang bagus tuh lembab, artinya kandungan airnya masih cukup,” imbuhnya.

Keluak muda dianggap kurang bagus untuk dijadikan bahan makanan. Cita rasa keluak muda akan lebih getir atau pahit sehingga rasa khasnya tidak bisa didapatkan.

Baca juga: Cara Buka Kluwek agar Tidak Mencelat Seperti Audrey MasterChef Indonesia

Totok pun turut membagikan sedikit tips untuk memilih keluak tua.

“Kalau di pasar tuh bisa dikocok dulu. Kalau kluweknya masih muda nanti mengeluarkan bunyi, tapi kalau kluwek tua tidak akan mengeluarkan bunyi karena lembab,” tutup Totok.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X