Anies Larang OTG Covid-19 Isolasi Mandiri di Rumah, Benarkah Akan Menularkan ke Anggota Keluarga Lain?

Kompas.com - 15/09/2020, 17:05 WIB
Petugas kesehatan mengangkat pemilih yang pingsan saat simulasi Pemilihan Kepala Daerah di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (14/9/2020). Simulasi tersebut digelar untuk menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk penyelenggaraan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 di tengah wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/wsj. ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYAPetugas kesehatan mengangkat pemilih yang pingsan saat simulasi Pemilihan Kepala Daerah di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (14/9/2020). Simulasi tersebut digelar untuk menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk penyelenggaraan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 di tengah wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/wsj.

Setuju isolasi mandiri tidak di rumah

Menurutnya, apa yang ditegaskan Anies soal pasien Covid-19 OTG dilarang isolasi mandiri di rumah juga berkaca dari hal itu.

"Kalau dirumahnya tidak memungkinkan melaksanakan isolasi mandiri yang sesuai dengan ketentuan. Jadi akan diisolasi di bawah fasilitas pemerintah," ucap Erlina.

"Dan menurut saya itu oke banget. Karena memang banyak kan orang-orang yang diminta isolasi mandiri tapi rumahnya tidak memungkinkan," imbuh dia.

Baca juga: Populer di Masa Pandemi Covid-19, Apa Itu Doomscrolling?

Akibatnya, orang yang positif tadi tidak bisa menjaga jarak dengan anggota keluarga yang lain dan timbulah penularan.

Apabila dilakukan isolasi di tempat yang sudah ditentukan, Erlina melanjutkan, jarak satu sama lain akan terjaga, kondisi pasien juga terpantau sehingga menekan angka penularan.

"Kalau di rumah kan tidak bisa dipantau dan tidak bisa dijamin apakah benar-benar di rumah saja. Apalagi kan enggak ada gejala, mungkin dia pergi ke pasar, ke mal atau tempat-tempat lain," kata Erlina.

Ia menyatakan, salah satu tolok ukur mengapa isolasi dilakukan di tempat yang telah ditentukan adalah akan lebih terpantau dan pasti melaksanakan protokol kesehatan.

Baca juga: Ramai soal Penolakan Jenazah Covid-19, Dokter: Pasien Meninggal, Virus Pun Mati

Membebankan petugas kesehatan

Petugas kesehatan mengambil sampel swab pegawai Kantor Gubernur NTB, Rabu (9/9/2020).KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUM Petugas kesehatan mengambil sampel swab pegawai Kantor Gubernur NTB, Rabu (9/9/2020).

Hal berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Tim Audit dan Advokasi Kematian Dokter PB IDI, Dr dr Mahlil Ruby.

Ia justru berpandangan isolasi OTG di rumah sakit atau tempat khusus akan membebankan rumah sakit dan tenaga kesehatan. Pasalnya tempat tidur bisa untuk perawatan pasien yang lebih membutuhkan perawatan.

Tak cuma itu, alasan lain mengapa ia tidak menyetujui akan hal itu adalah beban cost atau biaya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Corona Global: 61,1 Juta Positif | Peringatan Puncak Gelombang Kedua di Swedia

Update Corona Global: 61,1 Juta Positif | Peringatan Puncak Gelombang Kedua di Swedia

Tren
Soal Pemadanan Data BLT Subsidi Gaji, Ini Penjelasan BPJS Ketenagakerjaan

Soal Pemadanan Data BLT Subsidi Gaji, Ini Penjelasan BPJS Ketenagakerjaan

Tren
[POPULER TREN] Pagi Dinyatakan Lolos BLT UMKM, tapi Sore Jadi Tak Terdaftar | Ini Jumlah Kekayaan Edhy Prabowo

[POPULER TREN] Pagi Dinyatakan Lolos BLT UMKM, tapi Sore Jadi Tak Terdaftar | Ini Jumlah Kekayaan Edhy Prabowo

Tren
Korea Selatan Catatkan Rekor Tertinggi Kasus Harian Covid-19 sejak Maret

Korea Selatan Catatkan Rekor Tertinggi Kasus Harian Covid-19 sejak Maret

Tren
Twitter Akan Luncurkan Kembali Program Verifikasi pada Awal 2021

Twitter Akan Luncurkan Kembali Program Verifikasi pada Awal 2021

Tren
Menilik Pemberitaan Media Asing Perihal OTT Edhy Prabowo, Mana Saja dan Bagaimana Isinya?

Menilik Pemberitaan Media Asing Perihal OTT Edhy Prabowo, Mana Saja dan Bagaimana Isinya?

Tren
Penelitian Baru: Gejala Umum Covid-19 Selain Batuk Kering dan Demam

Penelitian Baru: Gejala Umum Covid-19 Selain Batuk Kering dan Demam

Tren
Mengenal Esport dan Bedanya dengan Gaming

Mengenal Esport dan Bedanya dengan Gaming

Tren
Mengenal Sejarah dan Asal-usul Rolex, Jam Tangan Mewah yang Dibeli Edhy Prabowo

Mengenal Sejarah dan Asal-usul Rolex, Jam Tangan Mewah yang Dibeli Edhy Prabowo

Tren
Amerika Latin Hadapi Tantangan Distribusi Vaksin Covid-19, Kenapa?

Amerika Latin Hadapi Tantangan Distribusi Vaksin Covid-19, Kenapa?

Tren
Meninggal Dunia, Berikut Ini 6 Fakta Rekam Jejak Diego Maradona

Meninggal Dunia, Berikut Ini 6 Fakta Rekam Jejak Diego Maradona

Tren
Viral, Video Truk Boks di Jawa Tengah Jalan Mundur hingga Hantam Tiang Lampu Jalan

Viral, Video Truk Boks di Jawa Tengah Jalan Mundur hingga Hantam Tiang Lampu Jalan

Tren
Disney Akan Berhentikan 32.000 Karyawan pada Pertengahan 2021

Disney Akan Berhentikan 32.000 Karyawan pada Pertengahan 2021

Tren
[HOAKS] Informasi Lowongan Pekerjaan di Puskesmas Wisma Indah, Bojonegoro

[HOAKS] Informasi Lowongan Pekerjaan di Puskesmas Wisma Indah, Bojonegoro

Tren
Edhy Prabowo dan Mengapa Masih Ada Pejabat yang Doyan Korupsi?

Edhy Prabowo dan Mengapa Masih Ada Pejabat yang Doyan Korupsi?

Tren
komentar
Close Ads X