Ramai soal Penolakan Jenazah Covid-19, Dokter: Pasien Meninggal, Virus Pun Mati

Kompas.com - 17/04/2020, 15:16 WIB
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.

KOMPAS.com - Penyebaran virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2 telah meluas hingga mencapai lebih dari 2 juta kasus di seluruh dunia sejak Kamis (16/4/2020).

Adapun penularan virus corona dapat melalui droplet pasien yang terinfeksi positif yang terhirup atau masuk ke dalam tubuh orang lain.

Infeksi virus corona ini secara perlahan akan melemahkan sistem kekebalan tubuh pasien, bahkan menyebabkan kematian, pada sejumlah kasus pasien yang menderita penyakit mendasar.

Baca juga: Simak, Ini 10 Cara Pencegahan agar Terhindar dari Virus Corona

Pada sejumlah kasus, pemakaman pasien virus corona mengalami penolakan ketika akan dimakamkan.

Lantas, apakah virus corona dapat menular dari jenazah pasien positif Covid-19 kepada orang lain?

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Penanggulangan Bencana RSUP Dr. Kariadi, dr RP Uva Utomo mengungkapkan, virus SARS-CoV-2 akan ikut mati saat pasien positif meninggal dunia.

"Saat ini masih dipegang pemahamam bahwa ketika jenazah meninggal, maka virus pun akan mati," ujar Uva saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/4/2020).

Menurutnya, pemulasaran jenazah baik Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun yang sudah terkonfirmasi dilakukan sesuai dengan penanganan jenazah Covid-19.

"Penanganan jenazah Covid-19 dapat dilakukan dengan melapisi jenazah dengan plastik 3 lapis dan pemakaman tidak lebih dari 4 jam pasca-kematiannya," lanjut Uva.

Baca juga: Berikut 5 Gejala Virus Corona Ringan yang Tak Boleh Diabaikan

Ketahanan virus corona

Ilustrasi Virus CoronaStocktrek Images/Getty Images Ilustrasi Virus Corona

Di sisi lain, Ketua Tim Dokter Otopsi, dr Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada mengungkapkan, virus corona memiliki ketahanan sel sekitar 7 jam pada pasien yang sudah meninggal.

"Mengenai ketahanan virus corona pada pasien yang sudah meninggal bisa dikatakan sekitar 7 jam, karena orang sudah meninggal sel-sel pada tubuhnya akan mati umumnya dalam 7 jam, oleh karena itu pengelolaan jenazah Covid-19 sesuai standar," ujar Surya saat dihubungi terpisah Kompas.com pada Jumat (17/4/2020).

Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X