Hindari Kegagalan Lagi, NASA Beri 80 Rekomendasi untuk Boeing

Kompas.com - 09/07/2020, 13:00 WIB
Foto diambil pada 22 Desember 2019. Foto NASA ini menunjukkan pesawat ruang angkasa Boeing CST-100 Starliner setelah mendarat di White Sands, New Mexico. NASA telah menyusun daftar 80 rekomendasi yang harus diatasi oleh kedirgantaraan AS raksasa Boeing sebelum mencoba untuk memperbaiki kapsul antariksa Starliner-nya, menyusul kegagalan uji coba tahun lalu. BILL INGALLSFoto diambil pada 22 Desember 2019. Foto NASA ini menunjukkan pesawat ruang angkasa Boeing CST-100 Starliner setelah mendarat di White Sands, New Mexico. NASA telah menyusun daftar 80 rekomendasi yang harus diatasi oleh kedirgantaraan AS raksasa Boeing sebelum mencoba untuk memperbaiki kapsul antariksa Starliner-nya, menyusul kegagalan uji coba tahun lalu.

KOMPAS.com - Pada 20 Desember 2019, Boeing - kedirgantaraan AS raksasa - meluncurkan penerbangan uji Starliner pertama ke Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS). Namun, misi tersebut gagal mencapai tujuannya.

Penyebabnya adalah kesalahan pada jam misi yang menyebabkan Starliner berpikir itu adalah bagian akhir dari misinya, mengarahkan pesawat ruang angkasa untuk menggunakan propelan yang sangat dibutuhkan untuk perjalanan ke stasiun.

Pada akhirnya, kesalahan jam Starliner dan masalah komunikasi memaksa Boeing meninggalkan harapan untuk mencapai stasiun ruang angkasa.

Misi delapan hari yang direncanakan dipotong menjadi hanya tiga hari, dengan Starliner kembali ke Bumi dan mendarat dengan sukses.

Usai kegagalan itu, NASA dan Boeing membentuk tim untuk mempelajari lebih dalam apa masalah Starliner.

Baca juga: Seperti Apa Matahari Terbenam di Planet Lain? Ini Simulasi NASA

Hasil penelitian Boeing dan NASA menemukan puluhan masalah dalam Starliner. Hal ini diungkap dalam rilis laporan terbaru.

Dalam catatan NASA, tim yang meninjau menemukan ada 80 rekomendasi bagi Boeing untuk segera mengatasi masalah sebelum melanjutkan pengujian penerbangan Starliner.

Rekomendasi tersebut terutama menyangkut perangkat lunak di dalam pesawat yang merupakan masalah utama dalam uji penerbangan Desember lalu.

Boeing kemudian mengetahui masalah perangkat lunak lain dapat menyebabkan kapsul dan roket bertabrakan pada saat berpisah. Ini adalah peristiwa yang sangat berisiko jika penerbangan itu dilakukan dengan awak.

Sebagian besar masalah yang diidentifikasi berjalan sesuai ketentuan organisasi, misalnya prosedur verifikasi NASA.

Halaman:

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X