Dr. Elviandri, S.HI, M.Hum
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dosen FH UMKT

Dr. Elviandri, S.HI, M.Hum adalah Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar

Kompas.com - 24/04/2022, 04:04 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

DI ANTARA keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan adalah diturunkannya Al Quran sebagai pedoman hidup dan penuntun untuk memilih dan memilah antara jalan kebaikan serta jalan fujur, fasiq, zhalim, dan kebatilan.

Allah SWT berfirman: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)" (QS. Al-Baqarah: 185).

Dengan Al Quran, manusia akan terbimbing. Dengan Al Quran manusia akan selamat hidupnya di dunia dan akhirat. Al Quran yang akan menjadi penerang jalan, penuntun kegelapan, dan penawar berbagai penyakit hati, serta pemandu menuju kesuksesan hidup dunia dan akhirat.

Kemuliaan bulan Ramadhan tidak hanya berhenti pada turunnya Al Quran, namun juga kemuliaan itu diikuti dengan hadirnya malam penuh keberkahan di salah satu malam pada malam-malam bulan Ramadhan, yaitu malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan (malam kemuliaan)

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan" (QS.Al-Qadr:1-3).

Begitu mulia ajaran agama Islam. Lalu, kapan tepatnya malam itu turun? Wallau a'lam.

Ada beberapa keterangan yang menjelaskan bahwa kaum muslimin hendakalah mencari malam Lailatul Qadar pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan (HR. Bukhari).

Atau pada tujuh hari terakhir, seperti sabda Rasulullah dari Ibnu Umar (HR Bukhari dan Muslim).

Tampaknya, bukan waktunya lagi kita mempersoalkan kapan Lailatul Qadar itu datang, tapi yang penting bagaimana cara menjemput kedatangannya setiap waktu.

Mempersiapkan diri dan memantaskan diri untuk menggapai Lailatul Qadar menjadi keniscayaan.

Memantaskan Diri

"Kalau saja manusia tahu apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, pastilah mereka berharap Ramadhan itu selama satu tahun" (HR Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan Baihaqi).

Hadis ini menjelaskan betapa mulia dan berkahnya Ramadhan jika kita mampu menggapai hikmahnya.

Setidaknya, persiapkanlah diri kita dengan memantaskannya untuk menggapai kemuliaan Lailatul Qadar, apalagi kita sekarang sedang berada pada 10 terakhir bulan ramadhan.

Ada berapa amalan yang bisa kita lakukan sebagai upaya untuk memantaskan diri menjemput kemuliaan Lailatul Qadar.

Pertama, dari aspek fikriah dengan menggali dan mengkaji ilmu yang berkaitan dengan Ramadhan, keutamaan dan keberkahannya serta kemuliaan Lailatul Qadar dan seluruh kebaikan yang dilipat gandakan. Kemudian melakukan tazkiaytun nafs (membersihan jiwa dari dosa dan maksiat) dengan bertobat baik dari dosa kecil maupun besar.

Kedua, dari sisi amaliah, mengisi Ramadhan dengan memperbanyak doa. Diantaranya, “Allaahumma innaka ’afuwwun tuhibbul afwa fa’fu ’annii”. (Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Zat Yang Maha Pemaaf, oleh karena itu maafkanlah aku. (HR Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi).

Kemudian melaksanakan ibadah lainnya seperti shalat nafilah (sunah) termasuk tarawih, tadarus Al Quran, berdzikir, dan memperbanyak berbagi dengan sesama.

Ketiga, Ibadah maliyah, merupakan ibadah yang lebih banyak dilakukan dengan menggunakan sarana harta benda dalam bentuk sedekah, infak, zakat, wakaf yang sering disebut dengan amal jariyah.

Dengan dilandasi rasa keimanan dan hanya mengharapkan ridha-Nya kita berazam mempersiapkan dan memantaskan diri untuk menjemput kemuliaan Lailatul Qadar.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merengkuh Kemenangan Sejati

Merengkuh Kemenangan Sejati

Ramadhan
Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada 2 Mei

Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada 2 Mei

Ramadhan
Keistimewaan Puasa Ramadhan

Keistimewaan Puasa Ramadhan

Ramadhan
Puasa Ramadhan, Ketakwaan, dan Pancasila

Puasa Ramadhan, Ketakwaan, dan Pancasila

Ramadhan
Mudik Berkemajuan

Mudik Berkemajuan

Ramadhan
Meraih Ketakwaan dengan Puasa

Meraih Ketakwaan dengan Puasa

Ramadhan
Lailatul Qadar Ada Pada Diri Kita

Lailatul Qadar Ada Pada Diri Kita

Ramadhan
Puasa Melatih Manusia Sempurna

Puasa Melatih Manusia Sempurna

Ramadhan
Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar

Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar

Ramadhan
Bahagia Komunal

Bahagia Komunal

Ramadhan
Bedug Puasa dan Spiritual Warga Jakarta

Bedug Puasa dan Spiritual Warga Jakarta

Ramadhan
Ramadhan Memang Istimewa

Ramadhan Memang Istimewa

Ramadhan
Kehilangan Harta dan Kehilangan Segalanya

Kehilangan Harta dan Kehilangan Segalanya

Ramadhan
Ramadhan: Momentum Healing, Meraih Kebahagiaan

Ramadhan: Momentum Healing, Meraih Kebahagiaan

Ramadhan
Menurunkan Al Quran ke Dalam Sanubari

Menurunkan Al Quran ke Dalam Sanubari

Ramadhan
icon-calculator

Kalkulator Zakat

Rp.
Rp.
Rp.
Minimal Rp6.644.868 per bulan
ornament calculator
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.