Djunaidi Sahal
Wakil Ketua PWNU Jakarta

Wakil Ketua PWNU Jakarta

Ramadhan: Momentum Healing, Meraih Kebahagiaan

Kompas.com - 19/04/2022, 04:05 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

ISLAM sudah banyak menjelaskan tentang bagaimana tata cara penganutnya untuk mampu mengendalikan diri dari kesulitan dan keterpurukan. Hakikatnya, manusia sejak dimulainya kehidupan sampai dengan kematiannya, tidak dapat dihindarkan dari masalah-masalah.

Sejak lahir, masalah yang didapat adalah orang tua tidak mengerti maksud bahasa si bayi menginginkan apa, beranjak dewasa ialah masalah bagaimana mendapatkan ilmu dan mengamalkannya, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan begitu seterusnya.

Jika healing diartikan dengan liburan maka dia hanya bisa dinikmati oleh orang yang berduit, lantas bagaimana healing untuk orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan? Apakah orang-orang miskin tidak bisa healing dari depresi, stres, dan tekanan emosional? Agama Islam sudah memberikan cara-cara healing yang terbaik buat manusia dengan berbagai latar belakang dan kelasnya.

Kita berada dalam bulan suci Ramadhan, bulan yang sangat tidak asing bagi umat Islam, dan menjadi bulan yang identik dengan ibadah puasa, yakni ibadah yang secara lahiriah dilakukan dengan menahan diri dari makan dan minum dengan waktu yang sudah ditentukan, singkatnya adalah ibadah puasa menekan sifat konsumtif manusia.

Dalam bulan Ramadhan, kita sering mendengar ceramah-ceramah para ustaz, kiai, ulama, di televisi, di media sosial, di masjid, di mushala saat shalat tarawih, atau media lainnya, bulan Ramadhan adalah ajang latihan, sekolah, ujian, bagi umat Islam untuk melatih mengendalikan diri dari keinginan lahiriah seperti ingin makan, dan memenuhi kebutuhan dahaga lainnya, secara jiwa ialah untuk melatih dan mengendalikan hawa nafsu, karena hawa nafsu dapat menjerumuskan seseorang untuk jauh dari ketaqwaan. Karena itu puasa adalah salah satu sarana menuju ketaqwaan.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

”Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian untuk berpuasa sebagaimana umat sebelum-sebelumnya, supaya kalian bertakwa”(QS. Al Baqarah: 183).

Mengapa hawa nafsu harus dikendalikan? karena hati dalam diri seseorang berpotensi menjadi sakit dan menderita. Hati yang sakit berasal dari hawa nafsu yang tidak terkendali oleh diri sendiri. Rasulullah dalam hadisnya bersabda,

اَلاَ وَاِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً اِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَاِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ اَلاَ وَهِيَ الْقَلْب -رواه البخارى

“Dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Jika ia sehat, maka akan sehat juga seluruh tubuh. Jika ia sakit, maka akan sakit pula seluruh tubuh. Segumpal daging itu adalah hati” (HR. Bukhari dan Muslim).

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merengkuh Kemenangan Sejati

Merengkuh Kemenangan Sejati

Ramadhan
Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada 2 Mei

Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada 2 Mei

Ramadhan
Keistimewaan Puasa Ramadhan

Keistimewaan Puasa Ramadhan

Ramadhan
Puasa Ramadhan, Ketakwaan, dan Pancasila

Puasa Ramadhan, Ketakwaan, dan Pancasila

Ramadhan
Mudik Berkemajuan

Mudik Berkemajuan

Ramadhan
Meraih Ketakwaan dengan Puasa

Meraih Ketakwaan dengan Puasa

Ramadhan
Lailatul Qadar Ada Pada Diri Kita

Lailatul Qadar Ada Pada Diri Kita

Ramadhan
Puasa Melatih Manusia Sempurna

Puasa Melatih Manusia Sempurna

Ramadhan
Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar

Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar

Ramadhan
Bahagia Komunal

Bahagia Komunal

Ramadhan
Bedug Puasa dan Spiritual Warga Jakarta

Bedug Puasa dan Spiritual Warga Jakarta

Ramadhan
Ramadhan Memang Istimewa

Ramadhan Memang Istimewa

Ramadhan
Kehilangan Harta dan Kehilangan Segalanya

Kehilangan Harta dan Kehilangan Segalanya

Ramadhan
Ramadhan: Momentum Healing, Meraih Kebahagiaan

Ramadhan: Momentum Healing, Meraih Kebahagiaan

Ramadhan
Menurunkan Al Quran ke Dalam Sanubari

Menurunkan Al Quran ke Dalam Sanubari

Ramadhan
icon-calculator

Kalkulator Zakat

Rp.
Rp.
Rp.
Minimal Rp6.644.868 per bulan
ornament calculator
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.