Sunanto
Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

Kehilangan Harta dan Kehilangan Segalanya

Kompas.com - 20/04/2022, 04:15 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

MASYARAKAT Arab pra Islam menjadikan suku sebagai ukuran status sosial. Suku yang kuat menduduki hierarki tertinggi. Salah satu suku yang terpandang adalah Quraisy. Kehebatan suku ini adalah kemampuan dagangnya yang tidak tertandingi dengan suku-suku lainnya. Kehebatannya dalam berdagang diabadikan di dalam surah Al-Quraisy.

Seorang yang tidak memiliki sandaran suku yang kuat dipandang sebelah mata. Arqam bin Abi Arqam adalah salah satu contoh penduduk Arab yang tidak dihargai. Dia bukan hanya tidak dihargai, melainkan tidak dianggap sama sekali. Sebab nasabnya tidak jelas. Tidak berujung pada sebuah suku besar dan terhormat.

Muhammad SAW adalah salah seorang keturunan Quraisy yang terhormat. Nasabnya sampai pada Nabi Ismail AS. Beristrikan seorang janda kaya dan cantik, Siti Khadijah. Meskipun berasal dari keluarga yang sederhana, yatim piatu, pernah menjadi penggembala kambing, tetapi beliau mampu melakukan mobolitas vertikal.

Sehingga di umur yang masih muda, 25 tahun, dia secara status sosial dapat disejajarkan dengan pembesar-pembesar suku Quraisy. Hal ini tentu saja berkat peran sang istri yang mapan dan kaya raya.

Muhammad Anti Kemapanan

Selama 15 tahun beliau menjalani hidup penuh kecukupan dan kemuliaan. Untuk urusan dunia beliau sudah selesai, kekayaan lebih dari cukup. Di tengah kehidupan yang seperti itu ada satu hal yang unik dari kepribadiannya, yakni tidak mencari “kekuasaan”.

Berbeda dengan kondisi saat ini, ketika seseorang sudah mapan dalam perkara ekonomi, maka yang dicari adalah kekuasaan. Setelah kekuasaan didapat, ujung-ujungnya adalah untuk memperkuat urusan ekonomi lagi. Akhirnya manusia tidak terlepas dari perkara kehormatan dan perut lagi.

Hal inilah yang menurut Abraham Mashlow disebut need of achievement, yakni kebutuhan untuk berprestasi. Menurutnya manusia dalam hidup selalu haus untuk terus maju dan meraih hal-hal yang belum pernah didapatkan. Secara tidak langsung sebenarnya teori ini memperkuat bahwa manusia memiliki tabiat tamak (serakah). Sifat tamak ini tidak ada habisnya, sebelum sampai kepada maqabir (peristirahatan terakhir).

Berbeda dengan Muhammad SAW, di puncak kemapanan yang direnungkan bukanlah kekuasaan, melainkan sebuah tatanan sosial baru. Sebuah masyarakat yang egaliter, setara, dan penuh keadilan. Sifat seperti ini dapat dikatakan “anti kemapanan”. Sebab yang dituju bukan dunia, harta, dan kekuasaan lagi.

Langkahnya diawali dari merenung dan menyendiri di gua, yakni hira. Berkontemplasi, bermeditasi, dan berfilsafat sekaligus. Pada titik inilah dia mendapatkan puncaknya, wahyu ilahiyah menghampiri dirinya. Saat itulah tugas kenabian harus dijalankan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merengkuh Kemenangan Sejati

Merengkuh Kemenangan Sejati

Ramadhan
Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada 2 Mei

Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada 2 Mei

Ramadhan
Keistimewaan Puasa Ramadhan

Keistimewaan Puasa Ramadhan

Ramadhan
Puasa Ramadhan, Ketakwaan, dan Pancasila

Puasa Ramadhan, Ketakwaan, dan Pancasila

Ramadhan
Mudik Berkemajuan

Mudik Berkemajuan

Ramadhan
Meraih Ketakwaan dengan Puasa

Meraih Ketakwaan dengan Puasa

Ramadhan
Lailatul Qadar Ada Pada Diri Kita

Lailatul Qadar Ada Pada Diri Kita

Ramadhan
Puasa Melatih Manusia Sempurna

Puasa Melatih Manusia Sempurna

Ramadhan
Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar

Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar

Ramadhan
Bahagia Komunal

Bahagia Komunal

Ramadhan
Bedug Puasa dan Spiritual Warga Jakarta

Bedug Puasa dan Spiritual Warga Jakarta

Ramadhan
Ramadhan Memang Istimewa

Ramadhan Memang Istimewa

Ramadhan
Kehilangan Harta dan Kehilangan Segalanya

Kehilangan Harta dan Kehilangan Segalanya

Ramadhan
Ramadhan: Momentum Healing, Meraih Kebahagiaan

Ramadhan: Momentum Healing, Meraih Kebahagiaan

Ramadhan
Menurunkan Al Quran ke Dalam Sanubari

Menurunkan Al Quran ke Dalam Sanubari

Ramadhan
icon-calculator

Kalkulator Zakat

Rp.
Rp.
Rp.
Minimal Rp6.644.868 per bulan
ornament calculator
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.