KH Akhmad Said Asrori
Katib 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Katib 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Puasa Berkelas

Kompas.com - 17/04/2022, 04:15 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SEBAGAI bukan “anak sekolahan”, saya selalu suka istilah Madrasah Ramadhan. Izinkan saya menajamkan frasa kiasan itu sebagai cara untuk berbagi dan menasehati diri sendiri.

Madrasah, sebagaimana juga sekolah, biasanya bersifat terbuka untuk umum. Belakangan, sebab pandemi, gedung sekolah atau madrasah sepi secara luring, namun semarak secara daring. Demikianlah, watak dasar dari pengajaran formal adalah kebutuhan publik, kebutuhan beramai-ramai. Madrasah Ramadhan berbeda. Allah Ta’ala merancangnya sebagai fasilitas privat untuk bersunyi-sunyi.

“Amalan Puasa,” sabda Allah Ta’ala dalam hadis qudsi, “hanya untuk-Ku. Aku sendiri yang membalasnya.” Dengan demikian puasa adalah urusan pribadi-pribadi. Bahkan "yang pribadi” itu pun pada akhirnya melebur sebagai semacam hak prerogatif Allah semata-mata.

Tiga Kelas Puasa

Dari Imam Al Ghazali, dengan gubahan sekadarnya, kita mengenali tiga kelas puasa: kelas umum, kelas khusus, dan kelas istimewa. Mari kita mulai dari kelas ketiga.

Kelas Istimewa (khususul khusus) dihuni manusia-manusia paripurna. Puasa di kelas ini berarti hati yang kalis dari segala hasrat rendah dan tujuan duniawiah. Yang ada hanyalah Yang Maha Ada: Allah.

Begitu terbersit selain Allah, puasa rusak dan batal. Manusia di kelas ini tahan mengarungi segenap lekuk-lekuk dunia dengan orientasi ukhrowi seutuhnya, sepenuhnya.

Dengan kualifikasi serba sulit, wajar bila penghuni kelas ini amat sedikit. Inilah kelas elit yang sebagian besar anggotanya adalah para penentu sejarah dan peradaban. Bila anda sudah sampai di kelas ini, saya titip salam untuk para Nabi.

Kelas kedua, yakni kelas menengah (khusus), dihuni orang-orang saleh. Mereka memuasakan seluruh indera dari peluang dosa. Telinga, mata, lisan, tangan, kaki dan perangkat fisik steril dari kejahatan terhadap sesama.

Saya ajukan ilustrasinya. Andai seseorang memakai jempol untuk menyebar berita bohong, status puasanya rusak. Andai ia tega menyakiti hati tetangga, puasanya batal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merengkuh Kemenangan Sejati

Merengkuh Kemenangan Sejati

Ramadhan
Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada 2 Mei

Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada 2 Mei

Ramadhan
Keistimewaan Puasa Ramadhan

Keistimewaan Puasa Ramadhan

Ramadhan
Puasa Ramadhan, Ketakwaan, dan Pancasila

Puasa Ramadhan, Ketakwaan, dan Pancasila

Ramadhan
Mudik Berkemajuan

Mudik Berkemajuan

Ramadhan
Meraih Ketakwaan dengan Puasa

Meraih Ketakwaan dengan Puasa

Ramadhan
Lailatul Qadar Ada Pada Diri Kita

Lailatul Qadar Ada Pada Diri Kita

Ramadhan
Puasa Melatih Manusia Sempurna

Puasa Melatih Manusia Sempurna

Ramadhan
Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar

Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar

Ramadhan
Bahagia Komunal

Bahagia Komunal

Ramadhan
Bedug Puasa dan Spiritual Warga Jakarta

Bedug Puasa dan Spiritual Warga Jakarta

Ramadhan
Ramadhan Memang Istimewa

Ramadhan Memang Istimewa

Ramadhan
Kehilangan Harta dan Kehilangan Segalanya

Kehilangan Harta dan Kehilangan Segalanya

Ramadhan
Ramadhan: Momentum Healing, Meraih Kebahagiaan

Ramadhan: Momentum Healing, Meraih Kebahagiaan

Ramadhan
Menurunkan Al Quran ke Dalam Sanubari

Menurunkan Al Quran ke Dalam Sanubari

Ramadhan
icon-calculator

Kalkulator Zakat

Rp.
Rp.
Rp.
Minimal Rp6.644.868 per bulan
ornament calculator
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.