Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dituduh Lituania Pasang Sensor di Ponsel, Ini Jawaban Xiaomi

Kompas.com - 23/09/2021, 13:32 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber Reuters

VILNIUS, KOMPAS.com – Xiaomi membantah tudingan Lituania yang menyebutkan bahwa di produknya terdapat tertanam sensor bawaan.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke Reuters pada Rabu (22/9/2021), juru bicara Xiaomi mengatakan bahwa perangkatnya tidak menyensor komunikasi dari atau ke penggunanya.

“Xiaomi tidak pernah dan tidak akan pernah membatasi atau memblokir perilaku pribadi pengguna ponsel cerdas kami. Seperti mencari, menelepon, menjelajah web, atau penggunaan perangkat lunak komunikasi pihak ketiga,” tulis juru bicara Xiaomi.

Baca juga: Lituania Minta Rakyatnya Tak Beli HP China, Ini Alasannya

Juru bicara tersebut menambahkan, Xiaomi mematuhi peraturan perlindungan data yang dikeluarkan Uni Eropa.

“Xiaomi sepenuhnya menghormati dan melindungi hak semua pengguna,” tambahnya.

Sebelumnya, Lituania mengeklaim bahwa produk Xiaomi yakni Mi 10T 5G memiliki kemampuan bawaan untuk mendeteksi dan menyensor istilah seperti "Bebaskan Tibet", "Hidup kemerdekaan Taiwan, atau "gerakan demokrasi".

Klaim tersebut dipaparkan melalui laporan dari Pusat Keamanan Siber Nasional Kementerian Pertahanan Lituania.

Baca juga: Lituania Desak Semua Orang Buang Ponsel China

Laporan tersebut juga mengeklaim bahwa ponsel Xiaomi juga mengirim data penggunaan terenkripsi ke server di Singapura.

Kementerian Pertahanan Lituania lantas meminta masyarakatnya tidak membeli ponsel atau HP China.

Pihak kementerian bahkan menyarankan orang-orang yang kadung memiliki HP China untuk membuangnya.

"Rekomendasi kami adalah untuk tidak membeli ponsel China yang baru, dan membuang ponsel yang sudah dibeli secepat mungkin," kata Wakil Menteri Pertahanan Lituani Margiris Abukevicius kepada wartawan.

Reuters melaporkan, hubungan antara Lituania dan China telah memburuk baru-baru ini.

Baca juga: AS Gembira China Setop Bangun PLTU Batu Bara di Luar Negeri

Bulan lalu, China menuntut agar Lituania menarik duta besarnya di Beijing. “Negeri Panda” juga akan memanggil kembali utusannya dari Vilnius.

Ancaman tersebut dikeluarkan China setelah Taiwan mengumumkan misi diplomatiknya di Lituania akan disebut Kantor Perwakilan Taiwan.

Di sisi lain, misi diplomatik Taiwan di Eropa dan AS biasanya menggunakan nama kota Taipei. China selalu mengeklaim Taiwan adalah bagian dari wilayahnya.

Pekan lalu, penasihat keamanan nasional Presiden AS Joe Biden, Jake Sullivan, berbicara dengan Perdana Menteri Lituania Ingrida Simonyte.

Dalam pertemuan itu, Sullivan menekankan dukungan Washington untuk Lituania dalam menghadapi tekanan dari Beijing.

Baca juga: Cobalah Pahami Dulu China sebagai Negara Super Power

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Kritikan Paling Keras AS untuk Israel, Dituduh Mungkin Langgar Hukum Internasional

Kritikan Paling Keras AS untuk Israel, Dituduh Mungkin Langgar Hukum Internasional

Global
Ukraina Evakuasi Ratusan Orang dari Kharkiv Usai Serangan Rusia

Ukraina Evakuasi Ratusan Orang dari Kharkiv Usai Serangan Rusia

Global
Sekitar 300.000 Warga Palestina Dilaporkan Mengungsi dari Rafah Timur

Sekitar 300.000 Warga Palestina Dilaporkan Mengungsi dari Rafah Timur

Global
Pria Rusia Dituntut karena Mewarnai Rambutnya Kuning, Biru, dan Hijau

Pria Rusia Dituntut karena Mewarnai Rambutnya Kuning, Biru, dan Hijau

Global
Otoritas Cuaca AS Sebut Dampak Badai Matahari Kuat yang Hantam Bumi

Otoritas Cuaca AS Sebut Dampak Badai Matahari Kuat yang Hantam Bumi

Global
Tabrakan 2 Kereta di Argentina, 57 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Tabrakan 2 Kereta di Argentina, 57 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Global
Inggris Cabut Visa Mahasiswa Pro-Palestina yang Protes Perang Gaza

Inggris Cabut Visa Mahasiswa Pro-Palestina yang Protes Perang Gaza

Global
3 Warisan Dokumenter Indonesia Masuk Daftar Memori Dunia UNESCO

3 Warisan Dokumenter Indonesia Masuk Daftar Memori Dunia UNESCO

Global
Israel Kirim 200.000 Liter Bahan Bakar ke Gaza Sesuai Permintaan

Israel Kirim 200.000 Liter Bahan Bakar ke Gaza Sesuai Permintaan

Global
China Buntuti Kapal AS di Laut China Selatan lalu Keluarkan Peringatan

China Buntuti Kapal AS di Laut China Selatan lalu Keluarkan Peringatan

Global
AS Kecam Israel karena Pakai Senjatanya untuk Serang Gaza

AS Kecam Israel karena Pakai Senjatanya untuk Serang Gaza

Global
9 Negara yang Tolak Dukung Palestina Jadi Anggota PBB di Sidang Majelis Umum PBB

9 Negara yang Tolak Dukung Palestina Jadi Anggota PBB di Sidang Majelis Umum PBB

Global
Jumlah Korban Tewas di Gaza Dekati 35.000 Orang, Afrika Selatan Desak IJC Perintahkan Israel Angkat Kaki dari Rafah

Jumlah Korban Tewas di Gaza Dekati 35.000 Orang, Afrika Selatan Desak IJC Perintahkan Israel Angkat Kaki dari Rafah

Global
Rangkuman Hari Ke-807 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Angkat Lagi Mikhail Mishustin | AS Pasok Ukraina Rp 6,4 Triliun

Rangkuman Hari Ke-807 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Angkat Lagi Mikhail Mishustin | AS Pasok Ukraina Rp 6,4 Triliun

Global
ICC Didesak Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

ICC Didesak Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com