Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebun Binatang di China Warnai 2 Anjing Jadi Mirip Panda, Tarik Banyak Pengunjung tapi Tuai Kritik

Kompas.com - 06/05/2024, 19:02 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber Mothership

BEIJING, KOMPAS.com - Sebuah kebun binatang Taizhou di Provinsi Jiangsu, China, telah menarik perhatian banyak orang di media sosial "Negeri Tirai Bambu" setelah para pengunjung menemukan "spesies baru" di sana.

Menurut foto tiket kebun binatang yang diunggah oleh seorang pengguna media sosial Xiaohongshu, "spesies baru" tersebut disebut "anjing panda" dan publik dapat bertemu dengan mereka selama liburan Hari Buruh di China selama lima hari mulai tanggal 1 hingga 5 Mei.

Dalam video yang diambil oleh pengunjung selama periode lima hari tersebut, meskipun tampak memiliki telinga, kaki, dan lingkaran hitam di seputaran mata seperti panda, fitur wajah dan gaya berjalan hewan-hewan tersebut langsung menunjukkan identitas sebagai anjing.

Baca juga: China Kirim 2 Panda Zhu Yu dan Jin Xi ke Kebun Binatang Madrid

Sebuah kebun binatang di Provinsi Jiangsu, China, telah menarik perhatian banyak orang di media sosial Negeri Tirai Bambu setelah para pengunjung menemukan spesies baru di sana. Menurut foto tiket kebun binatang yang diunggah oleh seorang pengguna media sosial Xiaohongshu, spesies baru tersebut disebut anjing panda dan publik dapat bertemu dengan mereka selama liburan Hari Buruh di China selama lima hari mulai tanggal 1 hingga 5 Mei.Jiupai News via Mothership Sebuah kebun binatang di Provinsi Jiangsu, China, telah menarik perhatian banyak orang di media sosial Negeri Tirai Bambu setelah para pengunjung menemukan spesies baru di sana. Menurut foto tiket kebun binatang yang diunggah oleh seorang pengguna media sosial Xiaohongshu, spesies baru tersebut disebut anjing panda dan publik dapat bertemu dengan mereka selama liburan Hari Buruh di China selama lima hari mulai tanggal 1 hingga 5 Mei.

Laris tapi tuai kritik

Media China Jiupai News pada Sabtu (4/5/2024) melaporkan, puluhan ribu orang telah mengunjungi "anjing panda" setiap hari dari tanggal 1 hingga 5 Mei.

Namun, popularitas hewan-hewan ini membuat kebun binatang ini dikritik.

Sejumlah pihak dilaporkan telah menuduh kebun binatang di Provinsi Jiangsu tersebut menyesatkan pengunjung untuk percaya bahwa mereka akan bertemu dengan panda sungguhan.

Beberapa juga mempertanyakan apakah mewarnai anjing-anjing tersebut tidak termasuk melakukan penyiksaan terhadap hewan, mengingat beberapa pewarna mungkin mengandung bahan kimia berbahaya.

Baca juga: 6.000 Warga Korsel Beri Perpisahan untuk Fu Bao, Panda yang Pulang ke China

Tanggapan kebun binatang

Menanggapi hal ini, seorang staf kebun binatang mengonfirmasi kepada Jiupai, bahwa "anjing panda" tersebut sebenarnya adalah anjing chow chow yang penampilan barunya baru saja diluncurkan pada liburan Hari Buruh.

Menurut staf lainnya, kebun binatang mendapatkan ide untuk mewarnai anjing-anjing tersebut menjadi panda secara online.

Tiket yang disediakan sebuah kebun binatang di Provinsi Jiangsu, China, menunjukkan adanya anjing panda. Kebun binatang itu telah menarik perhatian banyak orang di media sosial Negeri Tirai Bambu setelah para pengunjung menemukan spesies baru di sana. Menurut foto tiket kebun binatang yang diunggah oleh seorang pengguna media sosial Xiaohongshu, spesies baru tersebut disebut anjing panda dan publik dapat bertemu dengan mereka selama liburan Hari Buruh di China selama lima hari mulai tanggal 1 hingga 5 Mei.Jiupai News via Mothership Tiket yang disediakan sebuah kebun binatang di Provinsi Jiangsu, China, menunjukkan adanya anjing panda. Kebun binatang itu telah menarik perhatian banyak orang di media sosial Negeri Tirai Bambu setelah para pengunjung menemukan spesies baru di sana. Menurut foto tiket kebun binatang yang diunggah oleh seorang pengguna media sosial Xiaohongshu, spesies baru tersebut disebut anjing panda dan publik dapat bertemu dengan mereka selama liburan Hari Buruh di China selama lima hari mulai tanggal 1 hingga 5 Mei.

"Dengan cara ini, kami dapat menambah keceriaan di kebun binatang dan meningkatkan jumlah pengunjung," kata staf tersebut kepada Jiupai News.

Dia juga menambahkan bahwa kebun binatang tidak dapat menampung panda raksasa sungguhan karena ukurannya yang relatif kecil.

Mengenai pewarnaan anjing-anjing tersebut, salah satu staf juga tidak melihat adanya masalah etika.

"Orang normal juga mewarnai rambut mereka. Dengan demikian, jika anjing memanjangkan rambutnya, mereka juga bisa mewarnainya. Ini sama dengan rambut manusia," ucap staf kebun binatang, sebagaimana dikutip dari Mothership.

Tidak ada yang tampak tertipu

Meskipun menamai anjing-anjing tersebut dengan ambigu, kebun binatang di Provinsi Jiangsu itu tampaknya tidak berniat untuk mengelabui pengunjung agar percaya bahwa hewan itu adalah panda sungguhan.

Baca juga: Cerita WNI Asal Surabaya Ikut Garap Kung Fu Panda 4, Kerjakan Adegan Tersulit

Sebab, di kebun binatang tersebut, sebuah papan nama dengan foto-foto "anjing panda" telah dipasang.

Istilah ini biasanya merujuk pada anjing peliharaan yang menyerupai penampilan panda, baik secara alami maupun melalui perawatan.

Ketika seorang reporter Jiupai bertanya kepada seorang anak kecil tentang apa itu "anjing panda", anak tersebut pun menjawab bahwa itu adalah anjing yang diwarnai menyerupai panda.

Menurut staf kebun binatang, mengunjungi "anjing panda" tidak akan dikenakan biaya tambahan bagi pengunjung karena sudah termasuk dalam tiket masuk kebun binatang.

Tiket untuk orang dewasa seharga 20 yuan (sekitar Rp 44.000), sedangkan tiket untuk anak-anak dengan tinggi badan lebih dari 1,4 meter seharga 10 yuan (sekitar Rp 22.000).

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Usai Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Bermalam di Muzdalifah, Arab Saudi Pastikan Kelancaran

Usai Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Bermalam di Muzdalifah, Arab Saudi Pastikan Kelancaran

Global
Israel Akui 8 Lagi Tentaranya Tewas di Gaza

Israel Akui 8 Lagi Tentaranya Tewas di Gaza

Global
Warga Gaza Sambut Idul Adha 2024 dengan Rasa Lapar dan Penderitaan...

Warga Gaza Sambut Idul Adha 2024 dengan Rasa Lapar dan Penderitaan...

Global
[UNIK GLOBAL] Heboh Mantan Karyawan Hapus Server Perusahaan | Hewan Misterius Muncul Saat Pelantikan Pejabat India

[UNIK GLOBAL] Heboh Mantan Karyawan Hapus Server Perusahaan | Hewan Misterius Muncul Saat Pelantikan Pejabat India

Global
Biden dan Trump Sepakati Aturan Debat Pertama Pilpres AS 2024, Termasuk Tak Boleh Bawa Catatan

Biden dan Trump Sepakati Aturan Debat Pertama Pilpres AS 2024, Termasuk Tak Boleh Bawa Catatan

Global
1,5 Juta Jemaah Haji Menuju Padang Arafah untuk Wukuf di Tengah Cuaca Ekstrem

1,5 Juta Jemaah Haji Menuju Padang Arafah untuk Wukuf di Tengah Cuaca Ekstrem

Global
Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia yang Langgar Wilayah Udara

Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia yang Langgar Wilayah Udara

Global
Kamal Ismail, Arsitek yang Tolak Dibayar Usai Perluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kamal Ismail, Arsitek yang Tolak Dibayar Usai Perluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Global
Penampilan Publik Perdana Kate Middleton sejak Didiagnosis Kanker

Penampilan Publik Perdana Kate Middleton sejak Didiagnosis Kanker

Global
Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Internasional
Tzav 9, Kelompok Warga Israel yang Rutin Blokir, Jarah, dan Bakar Bantuan untuk Gaza

Tzav 9, Kelompok Warga Israel yang Rutin Blokir, Jarah, dan Bakar Bantuan untuk Gaza

Global
Ukraina Serang Perbatasan, 5 Warga Rusia Tewas

Ukraina Serang Perbatasan, 5 Warga Rusia Tewas

Global
Korut Bangun Jalan dan Tembok di Zona Demiliterisasi

Korut Bangun Jalan dan Tembok di Zona Demiliterisasi

Global
Di Gaza Utara Bawang Sekilo Rp 1,1 Juta, Warga Pilih Makan Roti

Di Gaza Utara Bawang Sekilo Rp 1,1 Juta, Warga Pilih Makan Roti

Global
WHO: Pasien Flu Burung di Meksiko Meninggal karena Kondisi Lain

WHO: Pasien Flu Burung di Meksiko Meninggal karena Kondisi Lain

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com