Israel: Pencemaran Terburuk di Laut Mediterania Bukan karena Kapal Tanker Yunani

Kompas.com - 01/03/2021, 10:14 WIB
Tentara Israel mengenakan pakaian pelindung membersihkan ter dari pantai setelah tumpahan minyak di Laut Mediterania di Cagar Alam Pantai Sharon, dekat Gaash, Israel, Senin (22/2/2021). AP PHOTO/ARIEL SCHALITTentara Israel mengenakan pakaian pelindung membersihkan ter dari pantai setelah tumpahan minyak di Laut Mediterania di Cagar Alam Pantai Sharon, dekat Gaash, Israel, Senin (22/2/2021).

TEL AVIV, KOMPAS.com - Otoritas Israel menyatakan telah membersihkan kapal tanker Yunani dari kecurigaan terkait dengan tumpahan minyak di garis pantai Mediterania.

Masalah itu menimbulkan polusi minyak besar-besaran di garis pantai Mediterania dan menghancurkan kehidupan laut di sekitarnya.

Ini dipandang sebagai insiden pencemaran laut terburuk di Israel dalam beberapa dekade.

Angin kencang dan gelombang tinggi yang luar biasa menghantam seluruh garis pantai Mediterania Israel pada 17 Februari. Berton-ton minyak mengotori 160 kilometer (96 mil) pantai dari perbatasannya dengan Jalur Gaza hingga Lebanon.

Relawan telah bekerja sama dengan pihak berwenang untuk membersihkan pantai. Sementara pejabat dari kementerian perlindungan lingkungan Israel melakukan penyelidikan terhadap sumber tumpahan.

Laporan media Israel menyebut kapal tanker minyak Yunani Minerva Helen sebagai kemungkinan penyebabnya. Tapi pemilik kapal, Minerva Marine Inc., dengan tegas membantah adanya hubungan dengan tumpahan tersebut.

Melansir AFP pada Minggu (28/2/2021), pihak kementerian Israel menyatakan hasil pemeriksaan yang dilakukan di Yunani pada kapal tanker Minerva Helen. Tapi kapal itu disebut bersih dari kecurigaan keterlibatan dalam peristiwa pencemaran minyak parah di pantai Israel.

Baca juga: Puluhan Peti Mati Mengambang ke Laut Mediterania Usai Pemakaman di Puncak Tebing Runtuh

Pemilik kapal mengatakan laporan media Israel adalah "tuduhan yang tidak berdasar dan tidak akurat".

Dikatakan bahwa kapal itu berada di Mediterania pada hari-hari sebelum badai, "tanpa muatan apa pun di dalamnya" dan karena itu tidak dapat dikaitkan dengan tumpahan.

Perusahaan juga berjanji untuk "bekerja sama dengan otoritas terkait" yang tertarik dengan gerakan Minerva Helen.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Seorang Tentara AS Ancam dan Usir Pria Kulit Hitam

Video Seorang Tentara AS Ancam dan Usir Pria Kulit Hitam

Global
Duta Besar Myanmar untuk Inggris Pasang “Barikade” di Rumah, Takut Diusir Loyalis Junta, dan Dibunuh jika Pulang

Duta Besar Myanmar untuk Inggris Pasang “Barikade” di Rumah, Takut Diusir Loyalis Junta, dan Dibunuh jika Pulang

Global
Apakah Nasib Alibaba Jadi Peringatan bagi Perusahaan Teknologi China Lainnya?

Apakah Nasib Alibaba Jadi Peringatan bagi Perusahaan Teknologi China Lainnya?

Global
Biden Tarik Pasukan dari Afganistan, Begini Komentar Obama

Biden Tarik Pasukan dari Afganistan, Begini Komentar Obama

Global
China Tantang Menkeu Jepang Minum Air Limbah PLTN Fukushima

China Tantang Menkeu Jepang Minum Air Limbah PLTN Fukushima

Global
Berhubungan Seks di Depan Sekolah pada Siang Bolong, Sejoli Ditangkap Polisi

Berhubungan Seks di Depan Sekolah pada Siang Bolong, Sejoli Ditangkap Polisi

Global
Seorang Pria Down Syndrome di China Dibunuh dan Dikremasi untuk Gantikan Orang Lain

Seorang Pria Down Syndrome di China Dibunuh dan Dikremasi untuk Gantikan Orang Lain

Global
Belasan Dokter Ditangkap dan Didakwa oleh Junta Militer Myanmar

Belasan Dokter Ditangkap dan Didakwa oleh Junta Militer Myanmar

Global
Biden Ajak Putin Bertemu, Rusia Menganggapnya Sebagai Kemenangan

Biden Ajak Putin Bertemu, Rusia Menganggapnya Sebagai Kemenangan

Global
Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom

Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom

Global
Video Ribuan Orang Ikut Ritual di Sungai Gangga, Ratusan Positif Covid-19 Setelahnya

Video Ribuan Orang Ikut Ritual di Sungai Gangga, Ratusan Positif Covid-19 Setelahnya

Global
Pengunduran Diri Belum Disetujui, Polisi Pelaku Penembakan Daunte Wright Dipertimbangkan Dipecat

Pengunduran Diri Belum Disetujui, Polisi Pelaku Penembakan Daunte Wright Dipertimbangkan Dipecat

Global
10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

Global
Terungkap, Rusia Sebenarnya Enggan Berkonflik Langsung dengan AS

Terungkap, Rusia Sebenarnya Enggan Berkonflik Langsung dengan AS

Global
Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Global
komentar
Close Ads X