Ketahuan Nonton Film Porno, Remaja di Korea Utara Diasingkan ke Desa Terpencil

Kompas.com - 01/03/2021, 09:15 WIB
Ilustrasi pornografi Thinkstock/AndreyPopovIlustrasi pornografi

PYONGYANG, KOMPAS.com – Seorang remaja di Korea Utara diasingkan ke desa terpencil bersama kedua orang tuanya karena kedapatan menonton film porno.

Remaja yang tinggal di Kota Sinuiju tersebut tertangkap basah menonton video porno saat larut malam ketika orang tuanya tidak ada di rumah.

Dia ditangkap dalam inspeksi mendadak oleh satuan tugas yang dibentuk otoritas Korea Utara untuk memantau perilaku "menyimpang".

Baca juga: Bintang Porno Kenang Perselingkuhan dengan Trump: 90 Detik Terburuk dalam Hidup Saya

Kabar tersebut disampaikan oleh seorang sumber yang tinggal di Provinsi Pyongan Utara sebagaimana dilansir Daily NK, Kamis (25/2/2021) pekan lalu.

Menurut materi penjelasan untuk Undang-Undang (UU) Pemikiran Anti-reaksioner yang diperoleh Daily NK, Pasal 29 undang-undang tersebut memberikan ancaman hukuman lima hingga 15 tahun kerja pemasyarakatan untuk konsumsi atau kepemilikan foto, video, atau buku porno.

Individu yang memproduksi, mengimpor, atau mendistribusikan materi semacam itu bisa mendapatkan hukuman seumur hidup sebagai tenaga pemasyarakatan atau bahkan hukuman mati, tergantung pada jumlah materi.

Baca juga: Pria Ini Produksi Konten Porno Selama Pandemi Covid-19 untuk Penuhi Kebutuhan Keluarga

Namun, karena UU Pemikiran Anti-reaksioner tidak mengatur hukuman bagi remaja, maka hukumannya menjadi deportasi dan bukan kerja pemasyarakatan.

Pasal 34-38 UU tersebut menetapkan denda sebesar 100.000 won Korea Utara (Rp 1,5 juta) hingga 200.000 won Korea Utara (Rp3 juta) jika kejahatan pemikiran reaksioner terjadi karena pendidikan anak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, pasal tersebut juga memerintahkan seluruh keluarga untuk pindah ke pedesaan sebagai hukuman bagi orang tua.

Baca juga: Bintang Porno Bergurau Tiduri Bos Instagram, Akunnya Langsung Diblokir

Bagi seseorang yang tinggal di salah satu kota besar di Korea Utara, hukuman deportasi dianggap sebagai hukuman yang cukup berat.

Pasalnya, selain kehilangan basis ekonominya, orang-orang yang mendapat hukuman deportasi juga mendapat stigma buruk.

Sementara itu, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) memaparkan bahwa Korea Utara telah memperkuat hukuman dalam UU Pemikiran Anti-reaksioner.

Baca juga: Deretan Kasus Menunggu Trump Setelah Tak Lagi Jadi Presiden AS, Salah Satunya Uang Tutup Mulut untuk Bintang Porno

NIS memaparkan temuan mereka di hadapan Komite Intelijen Majelis Nasional Korea Selatan pada 16 Februari.

NIS menyebut, UU tersebut memberi ancaman hukuman mati kepada pengimpor dan distributor materi video dari Korea Selatan.

Baca juga: Diganggu Saat Nonton Film Porno, Pria Ini Bunuh Bayi 2 Tahun


Sumber Daily NK
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Global
Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak 'Dilarang Gendut sampai Mati', Akhirnya Dipenjara

Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak "Dilarang Gendut sampai Mati", Akhirnya Dipenjara

Global
Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Global
Kucing Ini Tertangkap Sedang Menyelundupkan Narkoba ke Dalam Penjara

Kucing Ini Tertangkap Sedang Menyelundupkan Narkoba ke Dalam Penjara

Global
Cerai, Suami Ini Harus Bayar Istri Rp 1 Miliar untuk Jasa Masak dan Bersih-bersih Rumah

Cerai, Suami Ini Harus Bayar Istri Rp 1 Miliar untuk Jasa Masak dan Bersih-bersih Rumah

Global
Kabur dari Polisi Hutan, Pemburu Gelap Ini Tewas Diinjak Gajah

Kabur dari Polisi Hutan, Pemburu Gelap Ini Tewas Diinjak Gajah

Global
Pangeran Charles dan William akan Pimpin Pertemuan untuk Memutuskan Masa Depan Monarki Inggris

Pangeran Charles dan William akan Pimpin Pertemuan untuk Memutuskan Masa Depan Monarki Inggris

Global
Di Ulang Tahun ke-95 Tanpa Suami, Ratu Elizabeth II Akan Dikelilingi Staf

Di Ulang Tahun ke-95 Tanpa Suami, Ratu Elizabeth II Akan Dikelilingi Staf

Global
Tanggapi Kisruh European Super League, Begini Komentar Uni Eropa

Tanggapi Kisruh European Super League, Begini Komentar Uni Eropa

Global
Nelayan Ini Tangkap Ikan Kerapu Raksasa, Harganya Diperkirakan Rp 42,2 Juta

Nelayan Ini Tangkap Ikan Kerapu Raksasa, Harganya Diperkirakan Rp 42,2 Juta

Global
NASA Siarkan Langsung Penerbangan Pertama di Mars, Berikut Link Live Streaming-nya

NASA Siarkan Langsung Penerbangan Pertama di Mars, Berikut Link Live Streaming-nya

Global
Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Paus Fransiskus Angkat Bicara

Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Paus Fransiskus Angkat Bicara

Global
Partai Radikal Pakistan Lepaskan 11 Polisi Setelah Demo Anti-Perancis

Partai Radikal Pakistan Lepaskan 11 Polisi Setelah Demo Anti-Perancis

Global
Ikut Kecam European Super League, PM Inggris: Sepak Bola Hancur

Ikut Kecam European Super League, PM Inggris: Sepak Bola Hancur

Global
81 Persen Warga Dewasa Sudah Divaksin, Israel Cabut Kewajiban Pakai Masker

81 Persen Warga Dewasa Sudah Divaksin, Israel Cabut Kewajiban Pakai Masker

Global
komentar
Close Ads X