Siswi Australia Dapat Nilai Bahasa Indonesia Tertinggi di Kelasnya

Kompas.com - 19/01/2021, 23:49 WIB
Tippi Morgan tinggal di Darwin tapi belajar bahasa Indonesia lewat sistem Victorian School of Languages. DOK TIPPI MORGAN via ABC INDONESIATippi Morgan tinggal di Darwin tapi belajar bahasa Indonesia lewat sistem Victorian School of Languages.

MELBOURNE, KOMPAS.com - Saat tahun ajaran baru dimulai di awal tahun 2020 lalu, Tasha Herjanto tidak pernah berpikir jika ia akan bersekolah dari rumah.

Saat itu ia duduk di kelas 11 dan salah satu mata pelajaran yang diambilnya adalah kelas Bahasa Indonesia di Victorian School of Languages (VSL).

Akan tetapi, beberapa bulan kemudian Melbourne membelakukan lockdown untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan terpaksa kelas dilakukan secara online.

Baca juga: Australia Batal Bunuh Joe, Merpati yang Sempat Diduga Terbang dari AS

"Terus terang lockdown-nya sangat sulit bagi saya, karena saya kehilangan semua motivasi," ujarnya kepada Mariah Papadopoulos, wartawan ABC Indonesia di Melbourne.

"Biasanya di kelas VSL saya bertemu (murid lain) dan kita bisa berlatih dengan semua teman sekelas, tetapi waktu kelas online mulai, saya benar-benar tidak bisa fokus," katanya.

Salah satu sekolah di Australia, Townsville Grammar School, pernah melakukan tatap muka dengan murid-murid di Indonesia sebagai bagian dari kelas bahasa.DOK TOWNSVILLE GRAMMAR SCHOOL via ABC INDONESIA Salah satu sekolah di Australia, Townsville Grammar School, pernah melakukan tatap muka dengan murid-murid di Indonesia sebagai bagian dari kelas bahasa.
Namun Tasha mengaku tetap menargetkan untuk mendapat nilai yang tinggi, meski kesulitan belajar secara daring.

"Menurut saya, belajar bahasa asing sangat menarik... itu sebabnya saya melanjutkan belajar bahasa Indonesia," katanya soal apa yang membuatnya termotivasi.

"(Saya) sudah belajar bahasa China dan bahasa Perancis, tapi saya beralih ke bahasa Indonesia di VSL."

Tasha juga didorong oleh keinginannya untuk mengenal budaya asalnya.

"Saya berkesempatan belajar lebih banyak tentang latar belakang budaya saya sendiri ... Orang tua saya orang Indonesia, tapi saya lahir di sini ( Australia), saya tidak pernah tinggal (secara permanen) di Indonesia."

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X