Erdogan ke Putin: Upaya Gencatan Senjata Nagorno-Karabakh Bisa Mencakup yang Lain

Kompas.com - 26/11/2020, 19:09 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berpidato di sebuah pertemuan di Ankara, Turki, Senin (7/9/2020). TURKISH PRESIDENCY via APPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berpidato di sebuah pertemuan di Ankara, Turki, Senin (7/9/2020).

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Rabu (25/11/2020) bahwa dia akan membahas kemungkinan perluasan upaya mempertahankan gencatan senjata Nagorno-Karabakh termasuk negara-negara kawasan lainnya.

Dia mengatakan bahwa pembahasan itu akan dilakukannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, lapor Reuters.

Gencatan senjata yang ditandatangani pada 10 November menghentikan aksi militer di Nagorno-Karabakh dan sekitarnya, yang secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi dihuni oleh etnis Armenia, setelah pertempuran terburuk di wilayah itu sejak tahun 1990-an.

Turki dan Rusia sepakat untuk mendirikan pusat bersama di wilayah tersebut untuk memantau gencatan senjata dengan parlemen Turki mengesahkan RUU penempatan pasukan untuk mengirim pengamat militer. 

Baca juga: Kalah dari Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, PM Armenia Akui Bertanggung Jawab

Sebelumnya, Perancis dan Amerika Serikat juga mengirim delegasi ke Moskwa untuk membahas peran dalam upaya mengamankan gencatan senjata antara Armenia dan Azerbaijan setelah Rusia mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Nagorno-Karabakh.

Pasukan penjaga perdamaian Rusia datang ke daerah kantong Nagorno-Karabakh pada Selasa (10/11/2020). 

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengakui dirinya bertanggung jawab atas kekalahan dari Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.

Dia kemudian mengumumkan adanya paket kebijakan selama enam bulan untuk memastikan stabilitas demokrasi, meski pemerintahannya tengah digoyang.

Pashinyan mengabaikan tekanan dari oposisi maupun massa untuk mengundurkan diri, setelah kekalahan Yerevan di kawasan Kaukasia itu.

Baca juga: Armenia Kalah Perang dari Azerbaijan, Nagorno-Karabakh Masuki Babak Baru

Kekalahan itu terjadi setelah Armenia menerima gencatan senjata yang ditawarkan Rusia, mengakhiri perang melawan Azerbaijan selama enam pekan terakhir.

Halaman:

Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X