Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS, Inggris, dan Sebagian Besar Negara Uni Eropa Tak Akan Hadiri Pelantikan Putin

Kompas.com - 07/05/2024, 16:00 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Reuters

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat dan sebagian besar negara Uni Eropa mengatakan mereka tidak akan mengirim utusan untuk menghadiri pelantikan Vladimir Putin sebagai presiden Rusia pada Selasa (8/5/2024).

Putin, 71 tahun, mendapatkan masa jabatan kelima dalam pemilu Maret lalu yang menurut para kritikus tidak memiliki legitimasi demokratis.

Dia memperoleh 87,28 persen suara, beberapa minggu setelah kematian mendadak pengkritiknya yang paling vokal, Alexey Navalny, di sebuah penjara di Kutub Utara.

Baca juga: Rusia Ungkap Tujuan Putin Perintahkan Latihan Senjata Nuklir dalam Waktu Dekat

“Kami tidak akan memiliki perwakilan pada pelantikannya,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller, dilansir dari Reuters

“Kami tentu saja tidak menganggap pemilihan itu bebas dan adil, tetapi dia adalah presiden Rusia dan dia akan melanjutkan kapasitasnya," tambahnya.

Inggris dan Kanada mengatakan bahwa mereka tidak akan mengirim siapa pun untuk menghadiri upacara tersebut.

Sementara juru bicara Uni Eropa mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa duta besar blok tersebut untuk Rusia tidak akan menghadiri pelantikan, sesuai dengan posisi sebagian besar negara anggota Uni Eropa.

Tiga negara Baltik yakni Estonia, Latvia, dan Lithuania, yang telah menarik duta besar mereka dari Moskwa, mengesampingkan kehadiran mereka dalam peresmian tersebut.

“Kami percaya bahwa isolasi terhadap Rusia, dan terutama terhadap pemimpin kriminalnya, harus dilanjutkan,” kata Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis.

“Partisipasi dalam pelantikan Putin tidak dapat diterima oleh Lithuania. Prioritas kami tetap mendukung Ukraina dan rakyatnya yang berjuang melawan agresi Rusia," tambahnya.

Baca juga: Putin Perintahkan Pasukan Rusia Latihan Senjata Nuklir di Dekat Ukraina

Republik Ceko juga diperkirakan akan mengabaikan upacara tersebut, sementara Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa perwakilannya tidak akan hadir.

Sebelumnya Jerman telah memanggil pulang duta besarnya karena dugaan serangan siber Rusia.

Baca juga: Intel AS Sebut Putin Tidak Perintahkan Pembunuhan Navalny

Seorang ajudan Putin mengatakan bahwa semua kepala misi diplomatik asing di Moskwa, termasuk yang berasal dari negara-negara yang tidak bersahabat, telah diundang untuk menghadiri pelantikan, yang dimulai pada siang hari (09:00 GMT) dan akan disiarkan secara langsung di televisi Rusia.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com