Saad Hariri jadi Perdana Menteri Lebanon Lagi untuk Bentuk Kabinet Reformasi

Kompas.com - 23/10/2020, 19:25 WIB
Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri yang mengundurkan diri pada Sabtu (4/11/2017). ANWAR AMRO / AFPPerdana Menteri Lebanon Saad Hariri yang mengundurkan diri pada Sabtu (4/11/2017).

BEIRUT, KOMPAS.com - Presiden Lebanon Michel Aoun menunjuk Saad Hariri untuk kembali menjabat menjadi perdana menteri dan membentuk kabinet baru dan dia berjanji melakukan reformasi dengan kabinet yang terdiri dari para ahli non-politik.

Michel Aoun pada Kamis (22/10/2020) memberi mandat kepada Saad Hariri untuk membentuk kabinet baru. Politisi kawakan berusia 50 tahun itu sudah pernah 3 kali menjabat perdana menteri.

Tahun lalu dia mengundurkan diri setelah tekanan gerakan protes yang menuntut reformasi. Kini untuk keempat kalinya, Hariri akan memimpin Lebanon, di masa-masa yang sangat sulit dan di tengah krisis mendalam.

"Saya akan bekerja untuk membentuk pemerintahan dengan cepat karena waktu hampir habis," kata Saad Hariri dan menegaskan, ini adalah "kesempatan satu-satunya dan terakhir" bagi Lebanon untuk melakukan perombakan politik dan reformasi menyeluruh.

Baca juga: Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Melansir DW Indonesia pada Jumat (23/10/2020), Saad Hariri mengatakan akan "membentuk kabinet yang terdiri dari para ahli non-politik dengan misi reformasi ekonomi, keuangan dan administrasi yang tertuang dalam peta jalan inisiatif Perancis".

Dia akan mulai melakukan konsultasi dengan berbagai fraksi di parlemen pada Jumat (23/10/2020).

Lebanon berada di bawah tekanan internasional untuk membentuk kabinet darurat yang independen guna mengatasi penurunan ekonomi yang diperburuk oleh pandemi virus corona dan ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus.

Insiden ledakan itu menyulut kemarahan warga dan menyebabkan pengunduran diri pemerintahan Perdana Menteri Hassan Diab, yang kemudian digantikan seorang diplomat yang relatif tidak dikenal, Mustapha Adib.

Namun tidak sampai sebulan, Adib juga menyerah dan meletakkan jabatan setelah mendapat penentangan dari beberapa partai utama di parlemen.

Baca juga: Respons Keras Partai Utama Syiah di Lebanon atas Perundingan Negara Itu dengan Israel

Saad Hariri didukung mayoritas parlemen

Segera setelah Presiden Michel Aoun menunjuknya, Saad Hariri diambil sumpahnya untuk menjabat perdana menteri baru.
Proses pembentukan kabinet biasanya berlangsung alot, karena tradisi pembagian kekuasaan antara blok-blok politik untuk menjaga keseimbangan antara berbagai komunitas politik dan agama.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X