Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kabinet Perang Israel Putuskan Lanjutkan Operasi di Rafah Gaza meski Dikecam Internasional

Kompas.com - 08/05/2024, 08:04 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

TEL AVIV, KOMPAS.com - Kabinet perang Israel setuju untuk melanjutkan operasi militer di Kota Rafah, Gaza, meskipun ada peringatan dari dunia internasional dan PBB bahwa tindakan tersebut akan menjadi sebuah "pembantaian".

Sebagaimana dilaporkan Middle East Monitor (MEM) pada Selasa (7/5/2024), menurut Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kabinet perang Israel telah bertemu untuk membahas persetujuan Hamas atas persyaratan gencatan senjata di Gaza dari Mesir-Qatar.

Setelah itu, dikatakan bahwa kabinet perang dengan suara bulat memutuskan Israel akan melanjutkan operasi militer di Rafah untuk memberikan tekanan militer kepada Hamas dalam rangka mendorong pembebasan para sandera dan mencapai tujuan-tujuan lain dari perang ini.

Baca juga: Isi Usulan Gencatan Senjata di Gaza yang Disetujui Hamas, Mencakup 3 Fase 

"Bersamaan dengan hal ini, Israel akan mengirim delegasi mediator untuk mengupayakan kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan syarat-syarat yang dapat diterima oleh Israel," tambah pernyataan itu.

Pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Israel tersebut mencatat bahwa "proposal Hamas jauh dari persyaratan dasar Israel".

Sementara tim negosiasi Israel masih bekerja untuk "mempelajari" proposal yang telah disetujui Hamas dari Mesir-Qatar, para pejabat pemerintah Israel menolak mencapai kesepakatan apa pun yang dapat mengakhiri kampanye pengeboman di Gaza dan menyerukan untuk segera menginvasi kota Rafah.

Sementara itu, dilansir Associated Press (AP), Juru bicara Pemerintah Israel David Mencer, pada Selasa mengumumkan Israel akan melanjutkan operasinya di Rafah.

Dia menambahkan bahwa serangan tersebut adalah awal dari misi untuk menghancurkan empat batalion terakhir Hamas di kota itu.

Baca juga: Israel Didesak Buka Kembali Penyeberangan Rafah Gaza, AS Ikut Bersuara

“Kami tidak mengatakan ini akan menjadi kehancuran total Hamas. Hamas akan tetap ada, namun mereka tidak akan terorganisir dalam batalion seperti yang masih terjadi saat ini,” ujar David Mencer.

Pasukan Israel terakhid dilaporkan telah menguasai perbatasan Rafah dengan Mesir di Jalur Gaza, dan terus melakukan serangan di kota selatan itu ketika perundingan gencatan senjata dengan Hamas masih berlangsung.

Serangan tersebut terjadi setelah Hamas pada Senin (6/5/2024) mengatakan akan menerima proposal gencatan senjata yang dimediasi Mesir-Qatar.

Israel bersikeras bahwa kesepakatan itu tidak memenuhi tuntutan intinya.

Langkah-langkah diplomatik yang berisiko tinggi dan pendekatan militer yang berada di ambang bahaya menyisakan secercah harapan, namun hanya sedikit bagi tercapainya kesepakatan yang setidaknya dapat menghentikan perang selama 7 bulan yang telah menghancurkan Jalur Gaza.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Upaya Pemulihan Keamanan di Ekuador Picu Kekhawatiran Terkait HAM

Upaya Pemulihan Keamanan di Ekuador Picu Kekhawatiran Terkait HAM

Internasional
Gelombang Panas Tak Tertahankan, Yunani Tutup Situs Kuno Acropolis

Gelombang Panas Tak Tertahankan, Yunani Tutup Situs Kuno Acropolis

Global
Pria 98 Tahun Diyakini Jadi Donor Organ Tertua di AS

Pria 98 Tahun Diyakini Jadi Donor Organ Tertua di AS

Global
Hezbollah Luncurkan 250 Roket ke Israel Usai Komandannya Tewas, Terbanyak sejak Oktober

Hezbollah Luncurkan 250 Roket ke Israel Usai Komandannya Tewas, Terbanyak sejak Oktober

Global
Gelombang Partai Ultra Kanan Menjungkirbalikkan Politik Nasional Eropa

Gelombang Partai Ultra Kanan Menjungkirbalikkan Politik Nasional Eropa

Internasional
Bentrokan di Argentina karena Upaya Reformasi Presiden

Bentrokan di Argentina karena Upaya Reformasi Presiden

Global
Hamas Bantah Usulkan Banyak Perubahan pada Proposal Gencatan Senjata di Gaza

Hamas Bantah Usulkan Banyak Perubahan pada Proposal Gencatan Senjata di Gaza

Global
Belajar dari Revolusi Perumahan di Venezuela

Belajar dari Revolusi Perumahan di Venezuela

Global
Polisi Italia Sita Kapal Rusak yang Dipakai Akomodasi Polisi KTT G7

Polisi Italia Sita Kapal Rusak yang Dipakai Akomodasi Polisi KTT G7

Global
Rangkuman Hari Ke-840 Serangan Rusia ke Ukraina: Kota Kelahiran Zelensky Diserang | NATO Temui PM Hongaria

Rangkuman Hari Ke-840 Serangan Rusia ke Ukraina: Kota Kelahiran Zelensky Diserang | NATO Temui PM Hongaria

Global
Penggalian Pompeii Temukan 'Ruang Biru' yang Diyakini Kuil Kuno

Penggalian Pompeii Temukan "Ruang Biru" yang Diyakini Kuil Kuno

Global
Tak Dapat Akomodasi Layak, 2.600 Polisi KTT G7 Berjejal Tidur di Kapal Rusak

Tak Dapat Akomodasi Layak, 2.600 Polisi KTT G7 Berjejal Tidur di Kapal Rusak

Global
Rusia Serang Kota Kelahiran Zelensky di Kryvyi Rig Ukraina, 9 Orang Tewas

Rusia Serang Kota Kelahiran Zelensky di Kryvyi Rig Ukraina, 9 Orang Tewas

Global
NATO Izinkan Hongaria Tak Wajib Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia

NATO Izinkan Hongaria Tak Wajib Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia

Global
[POPULER GLOBAL] Keracunan Makanan di Sekolah Malaysia | Blinken Berterima Kasih ke Prabowo

[POPULER GLOBAL] Keracunan Makanan di Sekolah Malaysia | Blinken Berterima Kasih ke Prabowo

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com