Putin: Korban Tewas Perang Azerbaijan-Armenia Hampir 5.000 Orang

Kompas.com - 23/10/2020, 18:10 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato selama upacara, yang memberikan penghargaan kepada para pembangun Jembatan Krimea di atas Selat Kerch, di Sevastopol, Krimea 18 Maret 2020. REUTERS/POOL NewPresiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato selama upacara, yang memberikan penghargaan kepada para pembangun Jembatan Krimea di atas Selat Kerch, di Sevastopol, Krimea 18 Maret 2020.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (22/10/2020) mengatakan, hampir 5.000 orang tewas dalam lebih dari tiga minggu perang Azerbaijan- Armenia di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh.

"Menurut data kami, jumlah kematian di kedua pihak hampir 2.000, artinya jumlah total kematian sudah mendekati 5.000," kata Putin dalam siaran tv yang dikutip AFP.

Pertempuran pecah antara separatis Armenia yang menguasai provinsi Karabakh di Azerbaijan dan militer sejak bulan lalu. Jumlah korban tewas terbaru yang dikonfirmasi secara resmi masih di bawah 1.000.

Baca juga: Putin Ajak AS Perpanjang Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis

Kedua pihak mengatakan, mereka bertekad untuk terus berjuang dan mayoritas mengabaikan upaya internasional untuk menengahi gencatan senjata.

Dua gencatan yang disepakati awal bulan ini dilanggar semua, dan kedua pihak saling menuduh melanggar perjanjian.

Para Menteri Luar Negeri Azerbaijan dan Armenia akan bertemu secara terpisah dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Washington pada Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Trump Puji Kim Jong Un dan Putin, Apa Katanya?

Putin pada Kamis mengatakan, ia terus berkomunikasi dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev.

"Saya berbicara dengan mereka di telepon beberapa kali sehari," ucap Putin dalam pidato online kepada anggota Klub Diskusi Valdai.

Aliyev pada Kamis pagi mengatakan, pasukan Azerbaijan telah mengambil kendali penuh atas perbatasannya dengan negara tetangga, Iran.

Baca juga: Putin Terima Kabar Baik Uji Coba Peluncuran Rudal Terbaru di Hari Ulang Tahunnya

Ia berulang kali menyatakan kesuksesan militernya sejak pertempuran meletus pada 27 September.

Sebelumnya pada Rabu (21/10/2020) PM Armenia Nikol Pashinyan mengakui negaranya menghadapi situasi yang sulit di garis depan.

Baca juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Ulang Tahun, Perayaannya Kali Ini Hanya Dikelilingi Keluarga dan Kerabat


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buru Pembunuh Putrinya, Seorang Ibu Menyamar Sebagai Tunawisma

Buru Pembunuh Putrinya, Seorang Ibu Menyamar Sebagai Tunawisma

Global
Krisis Oksigen di Brasil Kini Ancam Kebutuhan Medis Bayi Prematur

Krisis Oksigen di Brasil Kini Ancam Kebutuhan Medis Bayi Prematur

Global
Minta Pertolong Lewat Pesan Tertulis, Anak Korban Kekerasan Akhirnya Diselamatkan

Minta Pertolong Lewat Pesan Tertulis, Anak Korban Kekerasan Akhirnya Diselamatkan

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Martin Vizcarra, Pejuang Anti Korupsi yang Terjegal Dua Kudeta Politik

[Biografi Tokoh Dunia] Martin Vizcarra, Pejuang Anti Korupsi yang Terjegal Dua Kudeta Politik

Global
Bus Gandeng Tabrak Pembatas Jalan, Menggelantung di Jembatan Layang

Bus Gandeng Tabrak Pembatas Jalan, Menggelantung di Jembatan Layang

Global
Pemilu Uganda, Diktator Yoweri Museveni Menang untuk Keenam Kalinya

Pemilu Uganda, Diktator Yoweri Museveni Menang untuk Keenam Kalinya

Global
Viral Video Anjing Menangis Saat Mencari Sahabatnya yang Hilang Dicuri Orang

Viral Video Anjing Menangis Saat Mencari Sahabatnya yang Hilang Dicuri Orang

Global
Akhir Era Kanselir Jerman Angela Merkel Dimulai Saat CDU Memilih Pemimpin Partai Baru

Akhir Era Kanselir Jerman Angela Merkel Dimulai Saat CDU Memilih Pemimpin Partai Baru

Global
[Cerita Dunia] Sebelum Rentetan Kecelakaan Pesawat Terjadi, Ini Dia yang Pertama

[Cerita Dunia] Sebelum Rentetan Kecelakaan Pesawat Terjadi, Ini Dia yang Pertama

Global
Jajak Pendapat AS: Mayoritas Warga AS Tidak Ingin Trump Menjabat Lagi

Jajak Pendapat AS: Mayoritas Warga AS Tidak Ingin Trump Menjabat Lagi

Global
Berteman dengan China, Negara Kerajaan Ini Dapat 1 Juta Vaksin Sinovac Gratis

Berteman dengan China, Negara Kerajaan Ini Dapat 1 Juta Vaksin Sinovac Gratis

Global
Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Global
5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

Global
Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Global
Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Global
komentar
Close Ads X