Pemerintah Norwegia Bayar 56 Juta Dollar AS kepada Indonesia untuk Emisi yang Turun

Kompas.com - 06/07/2020, 11:43 WIB
Ilustrasi perubahan iklim dari emisi karbon dapat menjadi pandemi baru bagi penduduk dunia. Ilustrasi perubahan iklim dari emisi karbon dapat menjadi pandemi baru bagi penduduk dunia.

Todung mengklaim kemitraan ini telah membuahkan hasil yang positif bagi penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia.

Ia melanjutkan, kemitraan Indonesia- Norwegia dalam bidang lingkungan hidup sangat
menguntungkan kedua belah pihak, yang mana Norwegia memberikan dukungan baik pendanaan maupun teknis.

Baca juga: Norwegia Bantah Salmon yang Mereka Ekspor ke China Sebagai Sumber Covid-19 di Beijing

“Kita harapkan agar kerja sama ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan pada tahun-tahun
mendatang,” ucap Todung.

Rotevatn menyampaikan, pihaknya terus berkomitmen untuk melakukan
pembayaran berbasis hasil atas penurunan emisi yang telah dicapai Indonesia pada tahun-
tahun selanjutnya, sesuai komitmen yang disampaikan pada tahun 2010 yakni sebesar 6 miliar
NOK.

Diinformasikan di laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah Norwegia dan Indonesia bekerja sama untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan dan kehilangan lahan gambut, melalui Letter of Intent yang ditandatangani pada 26 Mei 2010.

Kerja sama itu terbagi dalam 3 fase. Fase I adalah fase persiapan (2011-2013).

Baca juga: Philip Manshaus, Pelaku Serangan Masjid Norwegia, Dipenjara 21 Tahun

Fase I ini merupakan tahapan untuk mengembangkan Strategi Nasional REDD+ yang dibarengi dengan rencana aksi, kebijakan dan pembangunan kapasitas.

Sebelum memasuki fase 2, terdapat fase interm (tahun 2013 – 2016) guna mempersiapkan perangkat pelaksanaan REDD+.

Fase II, yaitu fase transformasi (2017-2020). Tahap ini difokuskan pada peningkatan kapasitas, pengembangan kebijakan dan implementasinya.

Fase III, yaitu fase implementasi penuh (setelah 2018). Pada fase ini diterapkan pembayaran berbasis kinerja yang telah terverifikasi dan tetap mendukung peningkatan kapasitas serta pengembangan kebijakan.

Baca juga: Pacaran dengan Pria Kulit Hitam, Pandangan Putri Kerajaan Norwegia soal Rasisme Berubah

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balita Tewas Setelah Diserang Anjing Penjaga di Bagian Alat Kelaminnya

Balita Tewas Setelah Diserang Anjing Penjaga di Bagian Alat Kelaminnya

Global
Timothy Brown, Orang Pertama yang Sembuh dari HIV Meninggal karena Kanker

Timothy Brown, Orang Pertama yang Sembuh dari HIV Meninggal karena Kanker

Global
Di Taman Margasatwa Inggris Sekelompok Burung Beo Jago Mengumpat, Terpaksa Dihentikan

Di Taman Margasatwa Inggris Sekelompok Burung Beo Jago Mengumpat, Terpaksa Dihentikan

Global
Didesak untuk Kecam China, Paus Fransiskus Enggan Temui Menlu AS

Didesak untuk Kecam China, Paus Fransiskus Enggan Temui Menlu AS

Global
[POPULER GLOBAL] Debat Pilpres AS Panas dan Kacau! | Biden ke Trump: Bisakah Kau Diam, Bung?

[POPULER GLOBAL] Debat Pilpres AS Panas dan Kacau! | Biden ke Trump: Bisakah Kau Diam, Bung?

Global
Pengadilan Bebaskan Petinggi Partai Berkuasa yang Terlibat Kasus Pembongkaran Masjid Kuno Abad ke-16

Pengadilan Bebaskan Petinggi Partai Berkuasa yang Terlibat Kasus Pembongkaran Masjid Kuno Abad ke-16

Global
Barter Foto Seksi dengan Diskon Baju, Hakim Ini Diperiksa

Barter Foto Seksi dengan Diskon Baju, Hakim Ini Diperiksa

Global
Suara Ledakan Dahsyat Terdengar di Seluruh Kota Paris, Gedung-gedung Bergetar

Suara Ledakan Dahsyat Terdengar di Seluruh Kota Paris, Gedung-gedung Bergetar

Global
Kesal dengan Istri, Pria Ini Panjat Menara Seluler dan Menolak Turun

Kesal dengan Istri, Pria Ini Panjat Menara Seluler dan Menolak Turun

Global
Azerbaijan Mengaku Bunuh dan Lukai 2.300 Tentara Armenia di Nagorny Karabakh

Azerbaijan Mengaku Bunuh dan Lukai 2.300 Tentara Armenia di Nagorny Karabakh

Global
Perempuan Berdaya: Bagaimana Standar Kecantikan Berevolusi dari Era Primitif hingga Sekarang

Perempuan Berdaya: Bagaimana Standar Kecantikan Berevolusi dari Era Primitif hingga Sekarang

Global
Wali Kota Ini Menang Pilkada 2 Minggu Setelah Meninggal karena Covid-19

Wali Kota Ini Menang Pilkada 2 Minggu Setelah Meninggal karena Covid-19

Global
Gadis Kasta Dalit Tewas Diperkosa, Aktivis yang Berunjuk Rasa Ditangkap Aparat India

Gadis Kasta Dalit Tewas Diperkosa, Aktivis yang Berunjuk Rasa Ditangkap Aparat India

Global
Keterlibatan Jerman dalam Aksi Pembantaian Massal Pasca G30S-1965 di Indonesia

Keterlibatan Jerman dalam Aksi Pembantaian Massal Pasca G30S-1965 di Indonesia

Global
Kesal Diselingkuhi, Wanita Ini Siram Air Mendidih ke Selangkangan Pacarnya

Kesal Diselingkuhi, Wanita Ini Siram Air Mendidih ke Selangkangan Pacarnya

Global
komentar
Close Ads X