Jika Kanye West Serius Ingin Jadi Presiden AS, Bisakah Berkampanye 4 Bulan Ini?

Kompas.com - 06/07/2020, 10:13 WIB
Kanye West IndependentKanye West

 WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Jika rapper Kanye West serius mencalonkan diri menjadi Presiden AS, dia akan menghadapi hambatan besar untuk melakukan kampanye serius.

West hanya memiliki waktu kurang lebih empat bulan, sebelum pemilihan presiden AS pada 3 November mendatang.

Rapper berusia 43 tahun itu itu belum lama ini, yaitu pada 4 Juli, mengungkapkan melalui Twitter niatnya untuk maju menjadi Presiden AS.

Untuk mencapai niatnya, West harus bersaing dengan presiden pertahana, Donald Trump dari Partai Republik dan Joe Biden dari Partai Demokrat.

Baca juga: Kanye West Sudah 3 Kali Bilang Ingin Jadi Presiden AS

Dia harus bergerak cepat untuk berlomba mendapatkan suara pemilih di 50 negara bagian, ditambah Distrik Columbia.

Pengamat Politik dari Purdue University di West Lafayette, Indiana, James McCann mengatakan bahwa suami dari Kim Kardashian ini memiliki 2 opsi jalur untuk dilakukan.

Pertama, dia dapat bergabung dengan partai politik kecil untuk menaunginya.

Tanpa partai yang membantu, dia memiliki opsi lain dengan mencalonkan diri sebagai kandidat independen.

Baca juga: Jika Kanye West Serius Ingin Jadi Presiden AS, Ini Langkah yang Harus Ditempuh

Namun, batas waktu untuk mendaftar diri sebagai kandidat calon presiden di sebagian negara bagian sudah lewat. Seperti, New Mexico dan wilayah kunci North Carolina.

Mendapatkan suara melalui jalur independen, McCann mengatakan West masih harus bergegas merekrut staf atau relawan yang dapat membantunya lebih cepat mengumpulkan puluhan ribu tanda tangan di seluruh negara.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indonesia Tolak Permintaan AS Daratkan Pesawat Mata-mata P-8 Poseidon di Tanah Air

Indonesia Tolak Permintaan AS Daratkan Pesawat Mata-mata P-8 Poseidon di Tanah Air

Global
Kawasan di Kanada Ini Masih Bebas Virus Corona, Kok Bisa?

Kawasan di Kanada Ini Masih Bebas Virus Corona, Kok Bisa?

Global
Belanda Mau Ganti Rugi Rp 86 Juta ke Anak-anak Pejuang Indonesia yang Dieksekusi, tapi...

Belanda Mau Ganti Rugi Rp 86 Juta ke Anak-anak Pejuang Indonesia yang Dieksekusi, tapi...

Global
Hanya Menatap Kamera Ponsel, Pria Ini Jadi Bintang TikTok

Hanya Menatap Kamera Ponsel, Pria Ini Jadi Bintang TikTok

Global
Pria Ini Merasa Bangga Mengenakan Rok dan Sepatu Hak Tinggi Saat Bekerja

Pria Ini Merasa Bangga Mengenakan Rok dan Sepatu Hak Tinggi Saat Bekerja

Global
Sistem Praperadilan Korea Utara Dilaporkan Tidak Manusiawi, Penuh Siksaan

Sistem Praperadilan Korea Utara Dilaporkan Tidak Manusiawi, Penuh Siksaan

Global
Pekerja Gelap Tak Diampuni, Bagaimana Nasib Pertanian Australia?

Pekerja Gelap Tak Diampuni, Bagaimana Nasib Pertanian Australia?

Global
Penanganan Covid-19 Dinilai Buruk, Pengaruh Diplomatik Indonesia Anjlok pada 2020

Penanganan Covid-19 Dinilai Buruk, Pengaruh Diplomatik Indonesia Anjlok pada 2020

Global
Kisah Perang: 7 Bunker Terbesar di Dunia, Ada Starbucks dan Bioskopnya

Kisah Perang: 7 Bunker Terbesar di Dunia, Ada Starbucks dan Bioskopnya

Global
Tak Hanya Soekarno, Presiden Jokowi Juga Dijadikan Nama Jalan di Luar Negeri

Tak Hanya Soekarno, Presiden Jokowi Juga Dijadikan Nama Jalan di Luar Negeri

Global
Presiden Jokowi Akan Sambut Kunjungan PM Jepang Yoshihide Suga

Presiden Jokowi Akan Sambut Kunjungan PM Jepang Yoshihide Suga

Global
Biden Perkasa di Survei, Bagaimana Peluang Trump 2 Minggu Jelang Pilpres AS?

Biden Perkasa di Survei, Bagaimana Peluang Trump 2 Minggu Jelang Pilpres AS?

Global
Bantu WNI di New Normal Italia, KBRI Roma Adakan Warung Konsuler

Bantu WNI di New Normal Italia, KBRI Roma Adakan Warung Konsuler

Global
Ketua Konferensi Imam Perancis Sebut Guru yang Dipenggal adalah Pejuang Kebebasan Berekspresi

Ketua Konferensi Imam Perancis Sebut Guru yang Dipenggal adalah Pejuang Kebebasan Berekspresi

Global
Peluncuran Situs Pop Up Asia, Pameran Online Ekonomi Kreatif Taiwan-Indonesia

Peluncuran Situs Pop Up Asia, Pameran Online Ekonomi Kreatif Taiwan-Indonesia

Global
komentar
Close Ads X