Tantang Trump, Kanye West Calonkan Diri Jadi Presiden AS

Kompas.com - 05/07/2020, 12:56 WIB
Rapper dan pebisnis Kanye West menghadiri  2020 Vanity Fair Oscar Party di The Wallis Annenberg Center for the Performing Arts di Beverly Hills, California, pada 9 Februari 2020. AFP/JEAN-BAPTISTE LACROIXRapper dan pebisnis Kanye West menghadiri 2020 Vanity Fair Oscar Party di The Wallis Annenberg Center for the Performing Arts di Beverly Hills, California, pada 9 Februari 2020.

 

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kanye West pada Sabtu (4/7/2020) mengumumkan bahwa dia akan maju mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat (AS) menantang Donald Trump.

Rapper miliarder itu dalam kicauannya di Twitter mengatakan, "Kita harus mewujudkan janji Amerika dengan meyakini Tuhan, menyatukan visi kita dan membangun masa depan kita. Saya mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat. #2020VISION."

Baca juga: Bermitra dengan Kanye West, Saham Gap Melonjak 42 Persen

Pernyataan West bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS. Selain itu, West mendapat dukungan dari Elon Musk, CEO SpaceX. Musk mengatakan, "Anda memiliki dukungan penuh dari saya!" melalui Twitternya.

Namun, West tidak memberikan detil lebih lanjut terkait kampanyenya, 4 bulan sebelum pemilu presiden pada November mendatang.

Baca juga: Kekayaannya Disebut Capai Rp 20 Triliun, Kanye West Protes: Bukan, tapi Rp 50 Triliun

West sejak lama telah menyuarakan dukungannya untuk Trump. Pada 2018, dia bahkan pernah berjumpa dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Oval.

Namun pada 2019, selama wawancara dengan Zane Lowe dari Apple Music's Beats 1 dia menyatakan dukungannya untuk Trump telah menjadi cara untuk mengejek Demokrat sehingga dia mengumumkan ambisinya sendiri sebagai presiden.

"Akan ada waktu ketika saya akan menjadi presiden AS, dan saya akan ingat... pemimpin mana yang tidak memiliki kapasitas untuk memahami secara budaya apa yang kita lakukan."

Siapa pemimpin itu, West tidak menyebutkannya.

Baca juga: Kanye West Resmi Masuk Daftar Miliarder Dunia Versi Forbes

Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah West merilis lagu baru rohani, "Wash Us In the Blood" bersama dengan video klip yang menunjukkan gambar anti-rasisme baru-baru ini.

Sejak 2018, West dan istrinya, selebritas terkemuka Kim Kardashian, telah membentuk kontak atau jaringannya sendiri dengan Gedung Putih ketika Kim memperjuangkan reformasi peradilan pidana.

Kim telah sukses melobi Trump untuk memaafkan seorang wanita seksagenarian atas kasus pelanggaran obat terlarang tanpa kekerasan.

Sementara itu, Trump sendiri beberapa pekan ini telah tertinggal dalam beberapa jajak pendapat di belakang saingannya dari Demokrat, Joe Biden.

Sejauh ini masih belum ada tanggapan terkait pengumuman yang diberikan Kanye West pada Sabtu kemarin.

Baca juga: Langkah Senyap Kanye West Bantu Kasus George Floyd


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Surat Ini Bukti Bahaya 2.750 Ton Amonium Nitrat di Pelabuhan 'Gua Ali Baba dan 40 Penyamun' Beirut, Lebanon

Surat Ini Bukti Bahaya 2.750 Ton Amonium Nitrat di Pelabuhan 'Gua Ali Baba dan 40 Penyamun' Beirut, Lebanon

Global
Australia Alokasikan Dana Sebesar 1,4 Juta Dollar AS kepada Lebanon untuk Bangkit dari Tragedi Ledakan Dahsyat

Australia Alokasikan Dana Sebesar 1,4 Juta Dollar AS kepada Lebanon untuk Bangkit dari Tragedi Ledakan Dahsyat

Global
Dubes Rusia: Hubungan Inggris dengan Rusia Hampir Membeku

Dubes Rusia: Hubungan Inggris dengan Rusia Hampir Membeku

Global
Presiden Lebanon Janjikan Penyelidikan Transparan terhadap Ledakan Besar di Beirut

Presiden Lebanon Janjikan Penyelidikan Transparan terhadap Ledakan Besar di Beirut

Global
Kisah Rakyat Lebanon, Bahu-membahu Tampung Korban Ledakan

Kisah Rakyat Lebanon, Bahu-membahu Tampung Korban Ledakan

Global
Akibat Ledakan Besar di Lebanon 300.000 Penduduk Kehilangan Rumah

Akibat Ledakan Besar di Lebanon 300.000 Penduduk Kehilangan Rumah

Global
AS-China Kemungkinan akan Tinjau Ulang Kesepakatan Dagang

AS-China Kemungkinan akan Tinjau Ulang Kesepakatan Dagang

Global
Pasca-Ledakan Dahsyat Palang Merah Lebanon Terdesak Kebutuhan Donor Darah

Pasca-Ledakan Dahsyat Palang Merah Lebanon Terdesak Kebutuhan Donor Darah

Global
Kematian akibat Covid-19 Tembus 700.000, 1 Kematian Tiap 15 Detik

Kematian akibat Covid-19 Tembus 700.000, 1 Kematian Tiap 15 Detik

Global
Rusia Kirim 5 Pesawat Berisi Bantuan Kemanusiaan, Perancis Kirim 2 Pesawat Militer Pasca-ledakan di Lebanon

Rusia Kirim 5 Pesawat Berisi Bantuan Kemanusiaan, Perancis Kirim 2 Pesawat Militer Pasca-ledakan di Lebanon

Global
Pejabat Kementerian Pertahanan AS Tolak Klaim Trump Soal Ledakan Besar di Beirut, Lebanon

Pejabat Kementerian Pertahanan AS Tolak Klaim Trump Soal Ledakan Besar di Beirut, Lebanon

Global
Israel Bantah Terlibat dalam Ledakan di Beirut, Lebanon

Israel Bantah Terlibat dalam Ledakan di Beirut, Lebanon

Global
Seperti Inilah Kondisi Beirut, Lebanon, Setelah Ledakan yang Tewaskan 100 Orang

Seperti Inilah Kondisi Beirut, Lebanon, Setelah Ledakan yang Tewaskan 100 Orang

Global
Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Telah Mencapai 100 Orang

Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Telah Mencapai 100 Orang

Global
Ledakan di Pabrik Kimia di China, 6 Orang Tewas

Ledakan di Pabrik Kimia di China, 6 Orang Tewas

Global
komentar
Close Ads X