[POPULER GLOBAL] WHO Sebut Laporan Pertama Covid-19 Bukan dari Pemerintah China | Situs Nuklir Terbakar, Iran Siap Kirim Serangan Balasan

Kompas.com - 05/07/2020, 05:51 WIB
Tedros Adhanom, direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi jinping sebelum pertemuan di Aula Besar Rakyat di Beijing, Cina, 28 Januari 2020. REUTERS/Naohiko HattaTedros Adhanom, direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi jinping sebelum pertemuan di Aula Besar Rakyat di Beijing, Cina, 28 Januari 2020.

KOMPAS.com - Berita terpopuler global sejak Sabtu (4/7/2020) sampai Minggu (5/7/2020) ditempati oleh kabar Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) yang mengatakan, laporan kasus infeksi virus corona pertama kali dilaporkan oleh cabang WHO di China, dan bukan dari Pemerintah China itu sendiri.

Sementara itu, Pemerintah Iran memberikan pernyataan bahwa mereka akan membalas negara mana pun yang dianggap melakukan serangan siber terhadap situs nuklir mereka.

Berikut kami sajikan urutan berita terpopuler dari kanal global.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Obesitas, Mantan Binaragawan Ini Terancam Mati | 3 Rudal Israel Ini Sanggup Bunuh Jutaan Orang dalam Hitungan Menit

1. WHO Sebut Laporan Pertama Covid-19 Bukan dari Pemerintah China

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) mengatakan, laporan kasus infeksi virus pertama kali dilaporkan oleh cabang WHO di China, dan bukan dari Pemerintah China itu sendiri.

Kasus infeksi virus corona pertama kali dikabarkan terjadi di Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada akhir 2019.

Bagaimana kasus ini sebenarnya dilaporkan pertama kali dari WHO cabang China? Simak berita lengkapnya [di sini].

Baca juga: WHO Sebut Laporan Pertama Covid-19 Bukan dari Pemerintah China

2. Situs Nuklir Terbakar, Iran Siap Kirim Serangan Balasan

Iran menyatakan, mereka akan membalas negara mana pun yang dianggap melakukan serangan siber terhadap situs nuklir mereka.

Kepala Pertahanan Sipil Iran Gholamreza Jalali, mengatakan hal itu setelah terjadi kebakaran di pabrik Natanz, yang menurut sejumlah pejabat Iran mungkin disebabkan oleh sabotase siber.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X