Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Cek Asal Negara Produk Kosmetik via Laman PDKI

Kompas.com - 16/08/2023, 18:15 WIB
Nur Rohmi Aida,
Farid Firdaus

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ada banyak produk kosmetik dengan berbagai merek yang beredar di Indonesia.

Tak jarang, produk tersebut dipasarkan dengan membawa embel-embel berasal dari suatu negara yang ternyata tidak sesuai dengan asal negara yang sebenarnya.

Seperti baru-baru ini, sejumlah akun TikTok tengah membahas sebuah brand kosmetik yang selama ini kerap disebut-sebut sebagai produk dari Kanada, namun ternyata berasal dari China.

Agar tak salah mengira asal negara suatu produk yang beredar di Indonesia, sebenarnya masyarakat bisa mengeceknya melalui laman Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI).

Dikutip dari laman DGIP, PDKI adalah sistem yang terintegrasi dengan aplikasi Layanan Kekayaan Intelektual (KI) Utama.

Laman tersebut akan memberikan informasi terkait data-data kekayaan intelektual meliputi merek, paten, desain industri, hak cipta, dan indikasi geografis.

Lantas, bagaimana cara mengecek asal negara suatu produk kecantikan maupun produk-produk lain yang beredar di Indonesia?

Baca juga: BPOM Rilis 12 Produk Kosmetik dan Obat Tradisional yang Berbahaya, Ini Daftarnya

Cara cek asal negara suatu produk atau merek

Untuk mengetahui asal negara suatu produk atau merek maupun siapa pemilik suatu merek, masyarakat bisa mengunjungi laman PDKI.

Berikut cara cek asal negara suatu produk tertentu:

  • Buka laman https://pdki-indonesia.dgip.go.id/.
  • Pilih menu "Merek" dan masukkan nama merek yang ingin diketahui negaranya.
  • Klik pada produk yang dicari.
  • Akan muncul keterangan informasi terkait produk termasuk alamat perusahaan di mana produk dibuat.

Informasi yang muncul

Laman PDKI memiliki sejumlah manfaat di antaranya untuk mengetahui proses permohonan KI sudah sampai tahapan apa.

Selain itu, laman itu juga bisa diakses masyarakat untuk mengetahui apakah sebuah produk sudah terdaftar atau belum di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Tak hanya melakukan pencarian berdasarkan merek, pencarian juga bisa dilakukan berdasarkan pemilik, periode, atau berdasarkan status permohonannya.

Laman tersebut selalu dilakukan update sehari sekali setiap malam.

Untuk mengaksesnya, pengguna tak perlu melakukan login. Cukup membuka laman dan melakukan pencarian yang dimaksud.

Ketika melakukan pengecekan melalui laman PDKI, berikut sejumlah informasi yang akan muncul:

  • Nomor pengumuman dan permohonan.
  • Tanggal perlindungan KI dikeluarkan dan kapan berakhir.
  • Informasi pemilik, alamat dan kewarganegaraan pemilik.

Masyarakat juga bisa melakukan download pada dokumen terkait produk yang dicari.

Baca juga: Cara Cek Daftar Produk Kosmetik yang Berbahaya Menurut BPOM

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Catat, Ini 4 Suplemen yang Bisa Sebabkan Kepala Pusing

Catat, Ini 4 Suplemen yang Bisa Sebabkan Kepala Pusing

Tren
Cerita Ed Dwight, Butuh 60 Tahun Sebelum Wujudkan Mimpi Terbang ke Luar Angkasa

Cerita Ed Dwight, Butuh 60 Tahun Sebelum Wujudkan Mimpi Terbang ke Luar Angkasa

Tren
Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Tren
Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang 'Jaka Sembung'

Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang "Jaka Sembung"

Tren
Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Tren
Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Tren
Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Tren
Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tren
5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

Tren
Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

Tren
Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Tren
Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Tren
Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com