Kompas.com - 04/07/2022, 11:32 WIB
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Asidosis metabolik adalah kondisi yang terjadi ketika keseimbangan kimiawi asam dan basa dalam darah terganggu.

Ketika tubuh membuat terlalu banyak asam, tidak membuang cukup asam, atau tidak memiliki cukup basa untuk mengimbangi jumlah asam, reaksi serta proses kimia dalam tubuh tidak akan bekerja dengan benar.

Meskipun dalam beberapa kasus asidosis metabolik dapat mengancam jiwa, kondisi ini masih tergolong masalah yang ringan.

Asidosis metabolik dapat diobati sesuai dengan penyebabnya. Oleh sebab itu, penting untuk memeriksakannya untuk segera mengetahui akar masalahnya.

Penyebab asidosis metabolik

Sebagaimana yang telah disebutkan, asidosis metabolik terjadi saat jumlah asam dan basa dalam darah tidak seimbang. Dilansir dari Penn Medicine, ada beberapa jenis asidosis metabolik, yaitu:

Baca juga: Penyebab dan Gejala Sindrom Triple X pada Wanita

  • Asidosis diabetik: Terjadi ketika zat yang disebut badan keton (asam) menumpuk selama penyakit diabetes tidak terkontrol.
  • Asidosis hiperkloremik: Disebabkan oleh hilangnya natrium bikarbonat dalam jumlah banyak sehingga dapat menyebabkan diare yang parah.
  • Penyakit ginjal.
  • Asidosis laktat.
  • Keracunan oleh aspirin, etilen glikol, atau metanol.
  • Dehidrasi parah.

Asidosis laktat terjadi akibat penumpukan asam laktat. Asam laktat utamanya diproduksi di sel otot dan sel darah merah.

Asam laktat terbentuk ketika tubuh memecah karbohidrat untuk digunakan sebagai energi ketika kadar oksigen rendah. Adapun beberapa kondisi yang dapat menyebabkannya adalah:

  • Kanker.
  • Keracunan karbon monoksida.
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol.
  • Olahraga berat dalam waktu yang lama.
  • Gagal hati.
  • Gula darah rendah.
  • Konsumsi obat-obatan seperti salisilat, metformin, anti-retroviral.
  • Kekurangan oksigen yang berkepanjangan.
  • Kejang.

Baca juga: Difteri: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah

Gejala asidosis metabolik

Gejala asidosis metabolik dapat berbeda-beda. Berikut adalah gejala asidosis metabolik yang paling umum, sebagaimana dilansir dari WebMD:

  • Bernapas dengan cepat.
  • Detak jantung cepat.
  • Sakit kepala.
  • Kebingungan.
  • Merasa lelah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Sakit perut.
  • Mual dan muntah.

Jika memiliki gejala-gejala tersebut, sebaiknya periksakan pada dokter untuk memastikan penyebabnya dan segera mendapat perawatan medis.

Baca juga: Tuberkulosis atau TBC: Penyebab, Gejala, dan Cara Penularan

Cara mencegah asidosis metabolik

Sebenarnya, asidosis metabolik tidak dapat sepenuhnya dicegah. Namun, mengutip Healthline, ada beberapa cara mengurangi risiko asidosis metabolik, yakni:

  • Memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air yang cukup dan mengonsumsi makanan tinggi air.
  • Bagi penderita diabetes, lakukan pengelolaan kadar gula darah dengan perbaikan gaya hidup dan pengobatan.
  • Kurangi konsumsi alkohol karena kadar yang berlebihan dapat meningkatkan penumpukan asam laktat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.