Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Studi Ungkap Kenaikan Keasaman Laut, Apa Dampaknya?

Kompas.com - 26/03/2024, 13:33 WIB
Annisa Fakhira Mulya Wahyudi,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Lautan masih menutupi 70 persen permukaan Bumi. Ternyata, laut menyerap lebih banyak karbon dioksida dari atmosfer.

Hal tersebut menyebabkan pH air laut menjadi lebih rendah dan keasaman lebih tinggi.

Baca juga: Ini Dampak Jika Air Laut Menjadi Asam

Pengasaman air laut dapat mengubah komposisi kimia lautan di dunia dan mengancam sumber daya laut.

Dampak pengasaman air laut

Dilansir dari laman CoastAdapt, dari seluruh karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfer, sekitar 25 persen diserap oleh lautan dan membentuk asam karbonat. Laju perubahan pengasaman laut kira-kira 10 kali lebih cepat dibandingkan masa sebelumnya dalam 55 juta tahun terakhir.

Hal tersebut akan berdampak bagi ekosistem laut. Ketika ekosistem laut terkena dampaknya, manusia juga akan terkena dampaknya. Bagaimanapun, lautan menyediakan banyak sumber daya seperti nutrisi, obat-obatan, serta manfaat bagi kesehatan mental dan fisik.

Dampak pengasaman air laut

Dilansir dari laman Climate Change Post, Pengasaman air laut dapat menciptakan kondisi yang menggerogoti mineral yang digunakan oleh tiram, kerang, lobster, udang, terumbu karang, dan biota laut lainnya untuk membangun cangkang dan kerangkanya.

Di laboratorium, banyak spesies alga berbahaya menghasilkan lebih banyak racun dan berkembang lebih cepat di perairan yang diasamkan.

Dampak pengasaman air laut juga dapat mempengaruhi rantai makanan. Ikan, kerang, dan mamalia laut yang sakit atau terkontaminasi dapat membahayakan manusia yang memakannya.

Baca juga: Ekspedisi Laut Dalam Temukan 100 Spesies Baru, Seperti Apa?

Dari sektor ekonomi, pengasaman air laut akan berdampak pada rusaknya habitat dan ketersediaan sumber pangan. Hal tersebut akan mempengaruhi sektor pariwisata dan perikanan.

Meskipun pengasaman laut tidak membuat air laut berbahaya untuk berenang, hal ini akan mengganggu keseimbangan kehidupan mikroskopis yang banyak ditemukan di setiap tetes air laut.

Perubahan tersebut dapat mempengaruhi pasokan makanan laut dan kemampuan laut dalam menyimpan polutan, termasuk emisi karbon di masa depan.

Cara mengatasi dampak pengasaman laut

Dilansir dari National Oceanic and Atmospheric Administration, demi keberlangsungan masa depan umat manusia, penting untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistem.

Hal ini dimulai memperhatikan pembuangan limbah rumah tangga, limbah pertanian, dan limbah perkotaan yang memperburuk kualitas air di ekosistem laut buangan. Hal tersebut memperkuat dampak perubahan global, seperti pengasaman laut.

Pemantauan dan pengelolaan kualitas air laut pada skala lokal mengurangi dampak perubahan skala global. Pemantauan dan observasi sangat penting untuk melindungi risiko.

Observasi sangat penting untuk memberikan informasi yang mendasari pendekatan yang tepat untuk melawan pengasaman air laut.

Selain itu, kawasan perlindungan laut, dapat mendorong resistensi dan ketahanan terhadap hilangnya spesies akibat pengasaman.

Baca juga: Apakah Ada Kehidupan di Laut Mati?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com