Kompas.com - 02/07/2022, 19:32 WIB
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Sindrom triple X atau disebut juga trisomi X atau 47,XXX adalah sindrom yang ditandai dengan adanya kromosom X tambahan di setiap sel wanita.

Meski wanita dengan sindrom triple X memiliki tubuh yang lebih tinggi, perubahan kromosom ini biasanya tidak menyebabkan ciri fisik yang tidak biasa.

Kebanyakan wanita dengan sindrom triple X mengalami perkembangan seksual yang normal dan dapat mengandung anak.

Penyebab sindrom triple X

Setiap orang umumnya memiliki 46 kromosom di setiap selnya. Dua dari 46 kromosom, dikenal sebagai X dan Y, disebut kromosom seks karena membantu menentukan karakteristik jenis kelamin pada seseorang.

Biasanya, wanita memiliki dua kromosom X (46,XX), sedangkan pria memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y (46,XY).

Baca juga: Difteri: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah

Dilansir dari Medline Plus, sindrom triple X dihasilkan dari salinan ekstra kromosom X di setiap sel wanita. Sebagai hasil dari kromosom X ekstra, setiap sel memiliki total 47 kromosom (47,XXX).

Salinan ekstra kromosom X ini dikaitkan dengan tubuh yang lebih tinggi, masalah belajar, dan beberapa fitur lain yang terpengaruh.

Gejala sindrom triple X

Mengutip Cleveland Clinic, beberapa wanita dengan sindrom triple X tidak mengalami gejala apa pun atau gejalanya sangat ringan sehingga tidak signifikan.

Namun, ada juga wanita dengan sindrom triple X yang memiliki karakteristik tertentu, serta masalah psikologis atau medis, yang terkait dengan sindrom triple X.

Gejala sindrom triple X mungkin lebih menonjol jika persentase sel dengan tiga kromosom X lebih tinggi.

Baca juga: Sindrom Metabolik, Kondisi yang Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis

Salah satu ciri fisik yang konsisten adalah wanita dengan sindrom triple X memiliki tubuh yang lebih tinggi dari wanita pada umumnya.

Selain itu, gejala lain yang mungkin menandai sindrom triple X adalah mata lebar (hipertelorisme), lipatan kulit vertikal yang menutup sudut dalam mata, jari kelingking melengkung (clinodactyly), dan tonus otot yang buruk.

Dalam beberapa kasus, sindrom triple X bisa juga ditandai dengan masalah medis, seperti:

  • Penuaan atau kegagalan ovarium prematur.
  • Kelainan bentuk atau malfungsi genito-kemih.
  • Kejang-kejang.
  • Perbedaan struktur jantung.
  • Kondisi autoimun, seperti hipotiroidisme.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.