Kompas.com - 24/01/2022, 12:05 WIB
Selain kecenderungan untuk makan berlebih, penyebab makan malam bisa bikin gemuk adalah karena kebanyakan orang tidak banyak bergerak setelah waktu makan. PEXELS/COTTONBROSelain kecenderungan untuk makan berlebih, penyebab makan malam bisa bikin gemuk adalah karena kebanyakan orang tidak banyak bergerak setelah waktu makan.

KOMPAS.com - Menonton serial favorit memang menyenangkan dan kadang bisa sampai lupa waktu.

Namun, bagi Anda yang punya kebiasaan itu, kini saatnya mulai berhati-hati.

Sebuah studi baru menemukan, orang yang menghabiskan setidaknya empat jam sehari menonton TV dapat berisiko mengalami pembekuan darah yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.

Mengutip Gizmodo, Minggu (23/1/2022), kondisi ini dikenal sebagai tromboemboli vena (VTE) dan disebabkan oleh gumpalan darah yang terbentuk di pembuluh darah kita.

Baca juga: 6 Tanda Terjadi Pembekuan Darah

Bentuk VTE yang paling umum adalah deep vein thrombosis (DVT), yaitu ketika gumpalan ini tersangkut di pembuluh darah terdalam tubuh, biasanya di sepanjang kaki atau panggul, tetapi terkadang di lengan kita.

Gumpalan DVT dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri akut saat terjadi, meskipun banyak orang mungkin tidak mengalami gejala apa pun.

Penyumbatan ini kemudian dapat merusak katup di pembuluh darah kita, terutama jika tidak ditangani lebih awal, yang menyebabkan komplikasi jangka panjang seperti nyeri kronis, pembengkakan, dan bisul.

Gumpalan juga bisa copot dari tempat aslinya serta menyumbat arteri paru-paru kita, di mana itu dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa yang disebut emboli paru.

Selama ini, faktor risiko umum untuk VTE termasuk usia, cedera pada pembuluh darah, dan kondisi kesehatan yang ada seperti penyakit jantung.

Tetapi, diketahui juga bahwa hanya berada di satu tempat terlalu lama dapat meningkatkan risiko tersebut. Jadi tak mengherankan jika peneliti bertanya-tanya apakah duduk berlama-lama di depan TV juga dapat berkontribusi terjadinya VTE.

Penulis utama Setor Kunutsor dari University of Bristol dan timnya pun kemudian melakukan studi untuk memahami hubungan antara menonton TV dengan VTE.

Mereka menganalisis data dari tiga studi observasional sebelumnya, yang melibatkan lebih dari 130.000 peserta berusia 40 tahun ke atas yang belum didiagnosis dengan VTE pada awal penelitian.

Studi yang dipublikasikan di European Journal of Preventative Cardiology ini dilakukan di Amerika Serikat dan Jepang.

Dalam studinya ini, peserta dipisah dalam dua kategori berdasarkan waktu yang mereka habiskan untuk menonton TV.

Mereka yang menonton lebih dari empat jam sehari digolongkan sebagai penonton 'berlama-lama'. Sementara mereka yang menonton kurang dari 2,5 per hari digolongkan penonton 'jarang/tidak pernah'.

Peserta kemudian dipantau dalam durasi lima hingga 20 tahun, dan selama waktu itu 964 kasus VTE dilaporkan.

Secara keseluruhan, penonton TV dengan durasi lama memiliki kemungkinan 35 persen kali lebih besar untuk menderita VTE dibandingkan penonton yang jarang.

Meski begitu, peneliti menggarisbawahi bahwa temuan bersifat observasional, hanya dapat menunjukkan korelasi antara menonton TV dan VTE, tetapi tak memberikan bukti bahwa menonton TV sebenarnya menyebabkan pembekuan darah.

Baca juga: Ilmuwan: Risiko Pembekuan Darah akibat Covid-19 Delapan Kali Lebih Tinggi dari Vaksin AstraZeneca

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Gizmodo
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.