Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rusia Minta Turkiye Tak Gunakan Kekuatan Berlebihan Serang Suriah

Kompas.com - 22/11/2022, 17:00 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

ASTANA, KOMPAS.com - Rusia berharap Turkiye dapat menahan diri dari penggunaan kekuatan yang berlebihan di Suriah.

Turkiye diketahui telah melakukan serangan udara dan mengancam akan melancarkan serangan darat terhadap pejuang Kurdi di Suriah.

"Kami berharap dapat meyakinkan rekan-rekan Turkiye kami untuk menahan diri dari penggunaan kekuatan yang berlebihan di wilayah Suriah untuk menghindari meningkatnya ketegangan," kata Alexander Lavrentyev, utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin di Suriah.

Baca juga: Adnan Oktar, Pemimpin Sekte Seks Turkiye Dijatuhi Hukuman 8.658 Tahun Penjara

Turkiye pada Minggu (20/11/2022), meluncurkan serangkaian serangan udara yang menargetkan pangkalan militan Kurdi terlarang di Suriah utara dan Irak.

Sedikitnya 37 orang tewas dalam serangan itu, menurut sebuah laporan oleh kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights.

"Rusia telah berbulan-bulan melakukan segala yang mungkin untuk mencegah operasi darat berskala besar," kata Lavrentyev kepada wartawan di ibu kota Kazakhstan, Astana.

Dia di Kazakhstan guna menghadiri pertemuan tripartit antara Rusia, Turkiye, dan Iran mengenai Suriah.

Ketiga negara tersebut adalah pemain utama dalam perang di Suriah, yang telah merenggut hampir setengah juta jiwa sejak 2011.

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan telah mengancam akan melancarkan operasi militer baru di Suriah utara sejak Mei.

Baca juga:

"Kami akan membuat mereka yang mengganggu kami di wilayah kami membayar," kata Erdogan pada Senin (21/11/2022), sebagaimana dikutip dari AFP.

Dia menambahkan bahwa konsultasi sedang berlangsung untuk memutuskan tingkat kekuatan yang harus digunakan oleh pasukan darat Turkiye untuk menyerang Suriah.

Serangan udara Turkiye, dengan nama sandi Operasi Claw-Sword, terjadi seminggu setelah ledakan bom di Istanbul tengah.

Ledakan bom itu menewaskan enam orang dan melukai 81 orang.

 

Pelaku serangan bom di Istanbul dituduhkan Turkiye dilakukan oleh Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.

Baca juga: Inflasi Turkiye Tembus 85,5 Persen, Tertinggi sejak 1998, Harga Makanan Melonjak 99 Persen

PKK telah mengobarkan pemberontakan berdarah di Turkiye selama beberapa dekade dan ditetapkan sebagai kelompok teror oleh Ankara dan sekutu Baratnya.

Namun pihaknya membantah terlibat dalam ledakan Istanbul.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Swiss Juara Kontes Lagu Eurovision 2024 di Tengah Demo Gaza

Swiss Juara Kontes Lagu Eurovision 2024 di Tengah Demo Gaza

Global
Korsel Sebut Peretas Korea Utara Curi Data Komputer Pengadilan Selama 2 Tahun

Korsel Sebut Peretas Korea Utara Curi Data Komputer Pengadilan Selama 2 Tahun

Global
Rangkuman Hari Ke-808 Serangan Rusia ke Ukraina: Bala Bantuan untuk Kharkiv | AS Prediksi Serangan Terbaru Rusia

Rangkuman Hari Ke-808 Serangan Rusia ke Ukraina: Bala Bantuan untuk Kharkiv | AS Prediksi Serangan Terbaru Rusia

Global
Biden: Gencatan Senjata dengan Israel Bisa Terjadi Secepatnya jika Hamas Bebaskan Sandera

Biden: Gencatan Senjata dengan Israel Bisa Terjadi Secepatnya jika Hamas Bebaskan Sandera

Global
Israel Dikhawatirkan Lakukan Serangan Darat Besar-besaran di Rafah

Israel Dikhawatirkan Lakukan Serangan Darat Besar-besaran di Rafah

Global
Wanita yang Dipenjara Setelah Laporkan Covid-19 di Wuhan pada 2020 Dibebaskan

Wanita yang Dipenjara Setelah Laporkan Covid-19 di Wuhan pada 2020 Dibebaskan

Global
Rusia Klaim Rebut 5 Desa dalam Pertempuran Sengit di Kharkiv

Rusia Klaim Rebut 5 Desa dalam Pertempuran Sengit di Kharkiv

Global
Di Balik Serangan Israel ke Rafah yang Bahkan Tak Bisa Dihalangi AS

Di Balik Serangan Israel ke Rafah yang Bahkan Tak Bisa Dihalangi AS

Global
Israel Perintahkan Warga Palestina Mengungsi dari Rafah

Israel Perintahkan Warga Palestina Mengungsi dari Rafah

Global
[UNIK GLOBAL] Majikan Bunuh Diri, PRT Diwarisi Rp 43,5 Miliar | Karyawan Nekat ke Italia demi Makan Pizza Padahal Besok Kerja

[UNIK GLOBAL] Majikan Bunuh Diri, PRT Diwarisi Rp 43,5 Miliar | Karyawan Nekat ke Italia demi Makan Pizza Padahal Besok Kerja

Global
Tak Ada yang Bicara Perubahan Iklim di Pemilu India, Apa Sebabnya?

Tak Ada yang Bicara Perubahan Iklim di Pemilu India, Apa Sebabnya?

Global
Di Texas, Orangtua Bisa Dipenjara Jika Tinggalkan Anak Sendirian dalam Rumah

Di Texas, Orangtua Bisa Dipenjara Jika Tinggalkan Anak Sendirian dalam Rumah

Global
Turkiye Setop Berbisnis dengan Israel, Pakar: Akan Sulitkan Ankara

Turkiye Setop Berbisnis dengan Israel, Pakar: Akan Sulitkan Ankara

Global
Tentara Israel Diserang Ratusan Lebah di Gaza Selatan

Tentara Israel Diserang Ratusan Lebah di Gaza Selatan

Global
Kritikan Paling Keras AS untuk Israel, Dituduh Mungkin Langgar Hukum Internasional

Kritikan Paling Keras AS untuk Israel, Dituduh Mungkin Langgar Hukum Internasional

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com