Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trump Dipulihkan, Alex Jones Tetap Diblokir: Sikap Elon Musk pada Akun Twitter Sosok Kontroversial

Kompas.com - 22/11/2022, 15:00 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Elon Musk mengatakan, dia tidak akan mengembalikan ahli teori konspirasi Alex Jones di Twitter.

Musk menegaskan, dia tidak memiliki belas kasihan untuk orang-orang yang memanfaatkan kematian anak-anak demi ketenaran pribadi.

Dilansir dari Guardian, Twitter secara permanen menangguhkan akun Jones dan situs web Infowars miliknya pada September 2018 karena melanggar kebijakan perilaku kasar platform tersebut.

Baca juga: Musk Umumkan Akun Donald Trump Dipulihkan, tapi Trump Sebut Twitter Banyak Masalah

Jones (48) menjadi terkenal karena mendorong teori konspirasi palsu tentang penembakan sekolah dasar Sandy Hook pada tahun 2012, yang melecehkan orangtua yang kehilangan anak mereka dalam pembantaian tersebut.

Jones telah diperintahkan oleh pengadilan AS untuk membayar lebih dari 1,4 miliar dollar AS kepada orang-orang yang menderita karena klaim palsunya bahwa penembakan, yang menewaskan 20 anak dan enam pendidik, adalah tipuan.

Musk tampaknya mengesampingkan kembalinya Jones dalam interaksi dengan pengguna Twitter pada hari Senin (21/11/2022).

Penulis dan podcaster Sam Harris bertanya kepada pemilik baru Twitter apakah sudah waktunya untuk membiarkan Alex Jones kembali ke Twitter dan jika tidak, mengapa.

Baca juga: Turun 13 Kg dalam Waktu Singkat, Ini 3 Rahasia Diet Elon Musk

Kim Dotcom, pengusaha internet, juga bertanya apakah Jones dapat dipekerjakan kembali untuk kepentingan "kebebasan berbicara yang sebenarnya".

Musk menjawab bahwa dia telah kehilangan seorang anak karena sindrom kematian bayi mendadak pada tahun 2002 dan mengatakan bahwa Jones menggunakan kematian anak-anak untuk mendorong agendanya sendiri.

“Anak sulung saya meninggal dalam pelukan saya. Aku merasakan detak jantung terakhirnya. Saya tidak punya belas kasihan bagi siapa pun yang menggunakan kematian anak-anak untuk keuntungan, politik, atau ketenaran," ujarnya.

Musk telah mulai memulihkan akun yang sebelumnya diblokir di platform dan mencabut penangguhan permanen pada akun mantan Presiden AS Donald Trump pada Minggu (20/11/2022) setelah melakukan jajak pendapat Twitter.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Elon Musk Cari Pemimpin Baru untuk Twitter

Psikolog Kanada Jordan Peterson juga telah dipulihkan, bersama dengan mantan kickboxer Inggris-AS Andrew Tate, yang sebelumnya telah dilarang karena mengutip pandangan misoginis yang ekstrem.

Project Veritas, sebuah organisasi sayap kanan AS yang berspesialisasi dalam sengatan terhadap kelompok liberal dan media, juga dipulihkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Guardian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+