Kompas.com - 18/08/2022, 15:00 WIB

TAIPEI, KOMPAS.com - Amerika Serikat dan Taiwan telah sepakat untuk memulai pembicaraan perdagangan di bawah inisiatif baru.

Tujuan kesepakatan adalah untuk mencapai "hasil yang berarti secara ekonomi".

Dilansir Reuters, seorang pejabat Taiwan mengatakan "pemaksaan ekonomi" China juga akan dibahas.

Baca juga: China Jatuhkan Sanksi ke 7 Pejabat Taiwan, Ini Alasannya

Washington dan Taipei meluncurkan Inisiatif AS-Taiwan tentang Perdagangan Abad ke-21 pada bulan Juni.

Ini hanya beberapa hari setelah pemerintahan Biden mengeluarkan pulau yang diklaim China itu dari rencana ekonomi sebelumnya.

AS memang merancangnya untuk melawan pengaruh China yang semakin besar.

Kantor Perwakilan Dagang AS mengatakan kedua belah pihak telah "mencapai konsensus tentang mandat negosiasi" dan diharapkan putaran pertama pembicaraan akan berlangsung awal musim gugur ini.

Baca juga: Warga Taipei ke China: Tak Akan Mudah Rebut Taiwan, Lihat Rusia di Ukraina

Negosiator perdagangan utama Taiwan John Deng mengatakan bahwa dia berharap pembicaraan dapat dimulai bulan depan.

Suatu hari nanti, Taiwan diharap dapat mengarah pada kesepakatan perdagangan bebas yang telah lama diharapkan pulau itu dengan AS.

Mandat negosiasi yang dirilis bersamaan dengan pengumuman tersebut mengatakan AS dan Taiwan telah menetapkan agenda yang kuat untuk pembicaraan mengenai isu-isu seperti fasilitasi perdagangan, praktik regulasi yang baik, dan menghilangkan hambatan diskriminatif terhadap perdagangan.

Dikatakan awal dari pembicaraan formal akan bertujuan untuk mencapai kesepakatan dengan "komitmen standar tinggi dan hasil yang berarti secara ekonomi".

Baca juga: China Beri Sanksi 7 Pejabat yang Dukung Kemerdekaan Taiwan

Deng juga mengatakan salah satu topik yang juga akan dibahas adalah pemaksaan ekonomi China, semacam tindakan yang diambil Beijing untuk memblokir perdagangan dengan negara-negara yang bersengketa, seperti ketika Lithuania mengizinkan Taiwan untuk membuka kedutaan de facto di ibukotanya.

"Target pemaksaan ekonomi China bukan hanya AS atau Taiwan, itu dilakukan ke banyak negara. Kerugiannya terhadap tatanan ekonomi dan perdagangan global sangat besar," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jet Tempur India Kawal Pesawat Iran karena Ada Ancaman Bom, Ternyata Palsu

Jet Tempur India Kawal Pesawat Iran karena Ada Ancaman Bom, Ternyata Palsu

Global
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Jepang, Penduduk Diminta Berlindung

Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Jepang, Penduduk Diminta Berlindung

Global
Zelensky Mendebat Usul Kontroversial Elon Musk tentang Perdamaian Ukraina

Zelensky Mendebat Usul Kontroversial Elon Musk tentang Perdamaian Ukraina

Global
Trump Gugat CNN Rp 7,26 Triliun karena Pencemaran Nama Baik

Trump Gugat CNN Rp 7,26 Triliun karena Pencemaran Nama Baik

Global
Tembakan Rudal Korut ke Jepang Picu Evakuasi, Kali Pertama sejak 2017

Tembakan Rudal Korut ke Jepang Picu Evakuasi, Kali Pertama sejak 2017

Global
AS Bunuh Pemimpin Milisi Al Shabaab di Somalia

AS Bunuh Pemimpin Milisi Al Shabaab di Somalia

Global
Korea Utara Dukung Rusia Caplok Wilayah Ukraina, Tuduh AS seperti Gangster di PBB

Korea Utara Dukung Rusia Caplok Wilayah Ukraina, Tuduh AS seperti Gangster di PBB

Global
Kebocoran di Pipa Gas Nord Stream 1 Berhenti, Nord Stream 2 Masih Bocor 30 Meter

Kebocoran di Pipa Gas Nord Stream 1 Berhenti, Nord Stream 2 Masih Bocor 30 Meter

Global
Rangkuman Hari Ke-222 Serangan Rusia ke Ukraina: Ikut Perang untuk Hindari Istri Galak | Dukungan 9 Negara NATO

Rangkuman Hari Ke-222 Serangan Rusia ke Ukraina: Ikut Perang untuk Hindari Istri Galak | Dukungan 9 Negara NATO

Global
Indonesia Gagal Tempatkan Wakil di Radio Regulation Board ITU

Indonesia Gagal Tempatkan Wakil di Radio Regulation Board ITU

Global
Rudal Balistik Korea Utara Terbang di Atas Jepang, Warga Diimbau Berlindung

Rudal Balistik Korea Utara Terbang di Atas Jepang, Warga Diimbau Berlindung

Global
Indonesia Kembali Terpilih sebagai Anggota Dewan ITU untuk Kesembilan Kalinya

Indonesia Kembali Terpilih sebagai Anggota Dewan ITU untuk Kesembilan Kalinya

Global
[POPULER GLOBAL] Pendapat FIFA Security Officer dari Indonesia | 9 Negara NATO Dukung Ukraina Gabung

[POPULER GLOBAL] Pendapat FIFA Security Officer dari Indonesia | 9 Negara NATO Dukung Ukraina Gabung

Global
Kyiv Minta Warganya Pakai Masker Lagi, Kasus Covid-19 Naik karena Fokus pada “Musuh Lain”

Kyiv Minta Warganya Pakai Masker Lagi, Kasus Covid-19 Naik karena Fokus pada “Musuh Lain”

Global
Tragedi Estadio Nacional Peru yang Tewaskan 300 Suporter Masih Tinggalkan Misteri, Ini Kisahnya

Tragedi Estadio Nacional Peru yang Tewaskan 300 Suporter Masih Tinggalkan Misteri, Ini Kisahnya

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.