Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biden Teken Bantuan Baru untuk Ukraina, Dikirim dalam Hitungan Jam

Kompas.com - 24/04/2024, 23:05 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Rabu (24/4/2024) menandatangani bantuan militer baru untuk Ukraina, dan Washington akan mengirimnya ke Kyiv dalam hitungan jam.

Paket terbaru ini senilai 95 miliar dollar AS (Rp 1.541 triliun), juga mencakup bantuan untuk Israel dan Taiwan, serta tindakan yang berpotensi melarang TikTok di "Negeri Paman Sam".

Pengesahan bantuan terjadi setelah tersendat berbulan-bulan, menyebabkan pasukan Ukraina kehabisan amunisi dan mengalami kemunduran di medan perang.

Baca juga: Mengapa Ukraina Ingin Bergabung dengan Uni Eropa?

“Saya baru saja menandatangani undang-undang paket keamanan nasional yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat akhir pekan ini, dan oleh Senat kemarin,” kata Biden kepada berbagai media, dikutip dari kantor berita AFP.

Ia pun memastikan pengiriman segera dimulai dalam beberapa jam ke depan.

“Ini akan membuat Amerika lebih aman, ini akan membuat dunia lebih aman dan ini akan meneruskan kepemimpinan Amerika di dunia dan semua orang mengetahuinya,” imbuh Biden.

“Hal ini memberikan dukungan penting kepada mitra-mitra Amerika sehingga mereka dapat mempertahankan diri terhadap ancaman kedaulatan dan terhadap kehidupan serta kebebasan warga negara mereka.”

Bantuan tersebut baru disahkan DPR AS setelah berbulan-bulan terjadi perdebatan sengit di parlemen mengenai bagaimana atau apakah akan tetap membantu Ukraina mempertahankan diri dari invasi Ukraina.

Baca juga:

Paket bantuan serupa disahkan Senat pada Februari 2024, tetapi terhenti di DPR ketika Ketua DPR dari Partai Republik Mike Johnson, yang menuruti permintaan mantan presiden Donald Trump dan para sekutu garis kerasnya, menuntut konsesi dari Biden mengenai kebijakan imigrasi, sebelum mendadak berbalik haluan.

Amerika Serikat adalah pendukung militer utama Ukraina, tetapi Kongres belum menyetujui pendanaan skala besar untuk Kyiv selama hampir 1,5 tahun.

Pendanaan perang juga menjadi bahan perdebatan menjelang pemilihan presiden pada November 2024.

Militer Ukraina mengalami kekurangan senjata dan personel yang parah saat Rusia terus-menerus menekan dari timur. Situasi di garis depan diperkirakan akan memburuk dalam beberapa pekan mendatang.

Baca juga: Ukraina Peringatkan, Situasi di Garis Depan Akan Memburuk pada Mei

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Israel Batal Sita Kamera Associated Press Setelah Panen Kecaman

Israel Batal Sita Kamera Associated Press Setelah Panen Kecaman

Global
Hari Ini, Irlandia dan Norwegia Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi

Hari Ini, Irlandia dan Norwegia Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi

Global
Pecah Rekor Lagi, Pendaki Nepal Kami Rita Sherpa Capai Puncak Everest 30 Kali

Pecah Rekor Lagi, Pendaki Nepal Kami Rita Sherpa Capai Puncak Everest 30 Kali

Global
Presiden Iran Meninggal, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Ebrahim Raisi

Presiden Iran Meninggal, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Ebrahim Raisi

Global
Rangkuman Hari Ke-818 Serangan Rusia ke Ukraina: 3.000 Napi Ukraina Ingin Gabung Militer | 14.000 Orang Mengungsi dari Kharkiv 

Rangkuman Hari Ke-818 Serangan Rusia ke Ukraina: 3.000 Napi Ukraina Ingin Gabung Militer | 14.000 Orang Mengungsi dari Kharkiv 

Global
Belum Cukup Umur, Remaja 17 Tahun di India Pilih Partai PM Modi 8 Kali di Pemilu

Belum Cukup Umur, Remaja 17 Tahun di India Pilih Partai PM Modi 8 Kali di Pemilu

Global
Menlu AS Tuding ICC Hambat Gencatan Senjata Perang Israel-Hamas

Menlu AS Tuding ICC Hambat Gencatan Senjata Perang Israel-Hamas

Global
Menteri Keamanan To Lam Resmi Terpilih Jadi Presiden Vietnam

Menteri Keamanan To Lam Resmi Terpilih Jadi Presiden Vietnam

Global
Anggota Kabinet Perang Israel Ron Dermer Sebut Tak Ada Kelaparan di Gaza, Kok Bisa? 

Anggota Kabinet Perang Israel Ron Dermer Sebut Tak Ada Kelaparan di Gaza, Kok Bisa? 

Global
Amelia Earhart, Perempuan Pertama yang Melintasi Atlantik

Amelia Earhart, Perempuan Pertama yang Melintasi Atlantik

Internasional
6 Fakta soal Helikopter Presiden Iran, Termasuk Buatan AS dan Sudah Usang

6 Fakta soal Helikopter Presiden Iran, Termasuk Buatan AS dan Sudah Usang

Global
Rusia Umumkan Mulai Latihan Peluncuran Senjata Nuklir Taktis

Rusia Umumkan Mulai Latihan Peluncuran Senjata Nuklir Taktis

Global
Penumpang yang Tewas dalam Singapore Airlines Berencana Berlibur ke Indonesia

Penumpang yang Tewas dalam Singapore Airlines Berencana Berlibur ke Indonesia

Global
[POPULER GLOBAL] Singapore Airlines Turbulensi Parah | Hasil Penyelidikan Awal Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

[POPULER GLOBAL] Singapore Airlines Turbulensi Parah | Hasil Penyelidikan Awal Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

Global
Presiden Iran Meninggal, Turkiye Adakan Hari Berkabung

Presiden Iran Meninggal, Turkiye Adakan Hari Berkabung

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com