Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Taiwan Akan Singkirkan 760 Patung Pemimpin China Chiang Kai-shek

Kompas.com - 24/04/2024, 16:30 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Guardian

TAIPEI, KOMPAS.com - Pemerintah Taiwan berjanji menyingkirkan hampir 800 patung Chiang Kai-shek, diktator militer China yang memerintah pulau itu selama beberapa dekade di bawah darurat militer.

Peninggalan terkait Chiang Kai-shek masih menjadi perdebatan.

Pada tahun 2018, pemerintah membentuk komite keadilan transisi untuk menyelidiki pemerintahan mantan jenderal tersebut, yang merupakan presiden Republik China (ROC) di China dan kemudian di Taiwan, hingga kematiannya pada tahun 1975. 

Baca juga: Senat AS Setujui Paket Bantuan untuk Ukraina, Israel, dan Taiwan

Salah satu rekomendasinya adalah untuk memindahkan ribuan patung dari ruang publik.

Berbicara kepada badan legislatif Taiwan Senin (23/4/2024), pejabat kabinet Shih Pu mengatakan kementerian dalam negeri akan segera memindahkan 760 patung yang masih tersisa. 

Janji tersebut merupakan tanggapan atas kritik yang mengatakan bahwa pemerintah tidak bergerak cukup cepat.

Dilansir dari Guardian, Taiwan memang masih dipenuhi dengan patung Chiang. 

Selama bertahun-tahun pemerintah dan masyarakat terlibat dalam perdebatan tentang apa yang harus dilakukan dengan patung-patung tersebut, khususnya yang terbesar di dalam aula peringatan Chiang Kai-shek di Taipei. 

Banyak yang telah dipindahkan, termasuk ke sebuah taman di Taipei utara, yang sekarang terkenal dengan ribuan patung Chiang yang disusun di sekitar lapangan.

Shih mengatakan bahwa militer secara khusus lambat dalam menerima subsidi yang diberikan sebagai insentif untuk memindahkan patung-patung tersebut.

Baca juga: Gempa Susulan di Taiwan Semalam Berkekuatan M 6,3

"Kementerian pertahanan telah mengatakan bahwa mereka perlu mempertimbangkan tradisi militer," kata Shih kepada badan legislatif.

Menteri pertahanan pekan lalu mengatakan bahwa sudah menjadi tradisi militer ROC untuk menghormati Chiang, yang telah mendirikan akademi pelatihan di China dan kemudian Taiwan.

Dia menganggap situs militer sebagai milik pribadi.

Baca juga: Gempa Kuat Kembali Guncang Taiwan

Janji untuk memindahkan patung-patung yang tersisa muncul setelah adanya seruan terkait pemindahan patung Chiang di Taipei, yang tingginya lebih dari enam meter dan dilindungi penjaga kehormatan polisi militer.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com